Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

13 Lirik Lagu Terpopuler for Revenge 2025, Ada Favoritmu?

for Revenge
for Revenge (instagram.com/forrevengeofficial)
Intinya sih...
  • Daftar lirik lagu terpopuler for Revenge 2025 menunjukkan potensi lagu mellow di pasar musik Indonesia.
  • Lagu-lagu tersebut memiliki makna lirik yang relatable bagi pendengarnya, dengan musik easy listening dan ear-catching.
  • Kemungkinan lagu-lagu tersebut menjadi anthem bagi kehidupan seseorang tidaklah tidak mungkin.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sedang merasa sedih yang sulit dijelaskan dan butuh lagu untuk jadi teman? Kamu bisa pilih lagu-lagu punya for Revenge yang terkenal dengan nuansa sendunya. Kurang lebih 20 tahun berdiri, band emo asal Bandung ini sudah menciptakan puluhan lagu yang menemani masyarakat Indonesia yang sedang galau.

Nah, bagi for Revenge Family, sebutan fans for Revenge, maupun kamu yang suasana hatinya sedang melankolis dan ingin menyuarakannya lewat nyanyian, cek daftar lirik lagu terpopuler for Revenge berikut ini. Semua lagu ini telah didengarkan lebih dari 10 juta kali oleh pengguna Spotify sepanjang 2025, lho!

1. "Penyangkalan"

Selamat datang di Penyangkalan


Sesunyi rumah yang ku huni

Sebising derau di ujung hari

Seperih luka yang abadi

Sebisanya kan ku nikmati


Selamat datang di penyangkalan


Dia masih di sini

Dan menari-nari

Perlahan meracuni

Kewarasan yang mati


Dia masih di sini

Dan menari-nari

Perlahan menghantui

Kenyataan yang sepi


Bertukar peran menyakiti

Seakan ku tak bisa mati

Berpura-pura pulih sendiri

Nyatanya kutelah mati

Berkali-kali


Dia masih di sini

Dan menari-nari

Perlahan meracuni

Kewarasan yang mati


Dia masih di sini

Dan menari-nari

Perlahan menghantui

Kenyataan yang sepi


Selamat datang di penyangkalan

Selamat datang di penyangkalan


Selamat datang di penyangkalan

Bеrtukar peran saling menghantam


Dia masih di sini

Dan menari-nari

Pеrlahan meracuni

Kewarasan yang mati


Dia masih di sini

Dan menari-nari

Perlahan menghantui

Kenyataan yang sepi

2. "Sadrah"

Aku yang dipaksa menyerah

Jadi yang paling salah

Sementara kau dengannya


Aku yang kini terbuang

Kau jadikan pecundang

Sementara kau bersulang


Sudahlah

Kali ini aku kalah

Kehilangan mahkota

Kau dan dia pemenangnya


Berakhir, tak usah khawatir

Tak mengapa, kuhanya harus terima

Tersingkir, tak usah permisi

Tak mengapa, bahagialah bersamanya


Sudahlah

Kali ini aku kalah

Kehilangan mahkota

Kau dan dia pemenangnya

Sudahlah

Kali ini kuberserah

Kehilangan segalanya

Kau dan dia pemenangnya


Lelah harus bijaksana

Saat kita yang terluka

Lelah harus bijaksana

Saat kita yang terluka


Sudahlah

Kali ini aku kalah

Kehilangan mahkota

Kau dan dia pemenangnya

Sudahlah

Kali ini kuberserah

Kehilangan segalanya

Kau dan dia pemenangnya


Sepatutnya kau rayakan

3. "Menunggu Giliran (Ft. Elsa Japasal)"

Tak apa jengah dengan derita

Lelah kau bertanya, harus apa

Terlalu kecewa sampai kau hampir gila


Tak apa kali ini merendah

Seberantakan itu dibuatnya

Terlalu marah sampai kau lupa arah


Yang termuliakan

Bagi yang bertahan

Dan yang terpulihkan

Menunggu giliran


Ke mana

Arah pulangmu

Ke mana

Ajal menuju

Jika kau tak lagi percaya


Uuuu


Yang termuliakan (Yang termuliakan)

Bagi yang bertahan (Bagi yang bertahan)

Yang terpulihkan

Menunggu giliran


Ke mana (Ke mana)

Arah pulangmu (Arah pulangmu)

Ke mana

Ajal menuju

Jika kau tak lagi percaya


Ke mana (Ke mana)

Arah pulangmu (Arah pulangmu, Ke mana)

Ke mana

Ajal menuju

Jika kau tak lagi percaya (Jika kau tak lagi percaya)


Jika kau tak lagi bernyawa

4. "Derana"

Tiba saatnya meninggalkan luka

Membuatnya lupa, hidup hanya gita puja

Tiba saatnya menyalakan bara

Menerjang, merencah dunia


(Tinggalkan mereka yang percuma)

(Lantang mengumpat, "Anjing! Kau saubala")


Sang derana (dan para penyintas)

Bergegaslah (yang terselamatkan)

Menunggu ditemukan

Sang derana (dan para penyintas)

Berlarilah (yang terselamatkan)

Menunggu ditemukan


Sisa kewarasannya

Bersulang merayakan

Yang terganti telah kembali

Di atas bumi dan terus berlarilah

Di atas bumi (rayakan pengharapan)


Sang derana (dan para penyintas)

Bergegaslah (yang terselamatkan)

Menunggu ditemukan

Sang derana (dan para penyintas)

Berlarilah (yang terselamatkan)

Menunggu ditemukan


(dan demi malam, asahkan rasa

Terdapat sumpah bagi yang berakal

Bersaksilah demi semesta

Kami mendengar dan percaya)


Di atas bumi dan terus berlarilah

Di atas bumi dan

Di atas bumi dan terus berlarilah

Di atas bumi dan raga menarilah

Di atas bumi dan terus berlarilah

Di atas bumi dan raga menarilah


Sang derana (dan para penyintas)

Bergegaslah (yang terselamatkan)

Menunggu ditemukan

Sang derana (dan para penyintas)

Berlarilah (yang terselamatkan)

Menunggu ditemukan

5. "Jentaka (Ft. Faizal Permana)"

Sejenak kumengirikan luka

Yang kusuguhkan ritme jenaka

Dan biarkan dirinya tertawa

Lepas di atas jentaka yang kutelan


Mari bermain, tak peduli kepedihanku

Mari bermain dan menghibur mereka, woo


Dan lelah kusembunyikan

Kala kecewa pada dunia

Dan lelah kusembunyikan


Aku tak mau diketahui

Saat menangis dan terjatuh lagi

Aku terbiasa menyendiri

Menutupi sepi dalam komedi


Wahai jentaka yang berlari

Tidakkah kau jengah menari?

Dan hantarkanku pulang menuju keheningan

Demi jiwa tak bertuan


Dan lelah kusembunyikan

Kala kecewa pada dunia

Dan lelah kusembunyikan


Aku tak mau diketahui

Saat menangis dan terjatuh lagi

Aku terbiasa menyendiri

Menutupi sepi dalam komedi


And the worldly life is not but the amusement

But the home of hereafter is best for those

Who fear God? Who fear God?

So, are we listening?


Aku tak mau diketahui

Saat menangis dan terjatuh lagi

Aku terbiasa menyendiri

Menutupi sepi dalam komedi

6. "Jeda"

Kau tak perlu lama terjaga

Terkadang hidup hanya perlu jeda

Takkan ada yang sia-sia

Saat kita bertaruh segalanya


Mengertilah

Takkan ada akhir yang indah

Dari kesalahan kisah kita

Menangislah

Kau dan aku tak akan pernah bahagia

Jika mereda

Lekaslah pulang

Sebelum datang

Esok hari yang jauh lebih menyakitkan

Lekaslah pulang

Dan 'kan kujelang

Esok hari yang jauh lebih menenangkan

Tanpamu


Kisah ini hanyalah jeda (hanyalah jeda)

Menyala hanya untuk sementara (sementara)

Jangan memaksaku tetap bertahan

Dan jangan memaksaku 'tuk melupakan

Jika mereda


Lеkaslah pulang

Sebelum datang

Esok hari yang jauh lebih mеnyakitkan

Lekaslah pulang

Dan 'kan kujelang

Esok hari yang jauh lebih menenangkan


(Ha-ha-ha-haa-a-ha-ha-ha)

(Ha-ha-ha-haa-a-ha-ha-ha)

(Ha-ha-ha-haa-a-ha-ha-ha)

(Ha-ha-ha-haa-a-ha-ha-ha)


Lekaslah pulang

Sebelum datang

Esok hari yang jauh lebih menyakitkan

Lekaslah pulang

Dan 'kan kujelang

Esok hari yang jauh lebih menenangkan


[Outro]

Kau berkata, "Janganlah memulai yang tak bisa kau akhiri."

Dan kau berkata, "Jangan menginginkan yang tak bisa kau miliki."

7. "Serana"

Di setiap masa yang telah kulewati

Meluap bersama kisah tak terganti

Senja mulai membiru menunggu yang berlalu

Haru air mata menyela iringi rindunya


Jika kumerasa sepi

Kembalilah ke tempatku menanti

Sebelum waktu menuntut mati


(Ha-a, o-oo)

(Ha-a, o-oo)

(Ha-a, o-oo)

(Ha-a, o-oo)


Beritahu aku cara melupakanmu

Seperti kau ajarkanku dewasa

Beritahu aku cara merelakanmu

Seperti kau ajarkanku bahagia


Biarkanku menepi jika kau akan kembali

Dan yakinkanku bahwa kau t'lah temukan yang kau cari

Izinkanku membenci pada sang pengganti

Dan yakinkanku bahwa kau t'lah temukan yang kau cari


Beritahu aku cara melupakanmu

Seperti kau ajarkanku dewasa

Beritahu aku cara merelakanmu

Seperti kau ajarkanku bahagia

Beritahu aku cara melupakanmu

Seperti kau ajarkanku dewasa

Beritahu aku cara merelakanmu

Seperti kau ajarkanku untuk selalu sempurna

8. "Untuk Siapa?"

Menyita bahagiamu

Bukan keinginanku

Memadamkan nyalamu

Bukanlah tujuanku


Tak mengapa kini

Aku tak berarti


Bila hadirnya yang kau nanti

Biarlahku yang menukar tempat ini

Dan saat dia di sini

Kupastikan kupergi


Jika bisa menghilangkan lara

Kembali merekah seperti bunga

Usah mengingatku pernah ada

Karena kuyakin ku tak berharga

Tak berharga


Pernah kau beri semua

Pernah kau ambil dunia

Tanpa pernah kubertanya

"Untuk siapa?"


"Untuk siapa?"

9. "Jakarta Hari Ini"

[Verse 1: Boniex]

Jakarta hari ini tak pernah sama

Jika dahulu ku tak pernah membuatnya kecewa

Jakarta hari ini tak pernah ada

Jika dahulu ku tak pernah membuatnya menyeka

Air mata


[Verse 2: Boniex]

Dan sebuah pesan menyapa

Menjelang hari bahagia

Tanpa namaku yang di sana

Temanimu selamanya

Menyakitkan

Ini terlalu satir

Terlampau getir untuk diterima


(But perhaps you hate a thing and it's good for you)

(And perhaps you love a thing and it's bad for you)


[Verse 3: Cynantia]

Yang datang dan pergi

'Kan membuatmu mengerti

Kadang kita perlu tersakiti 'tuk mengenal perih

Yang datang dan pergi

Semua yang harus dilalui

Kadang kita perlu tersakiti

'Tuk menjadi manusia


[Chorus: Cynantia, Boniex, Cynantia & Boniex]

Akhirnya ku menyerah

Maafkanku yang menyela

Jika dahulu ku tak pernah membuatmu bahagia

Akhirnya ku mengalah

Dan biarkan kau menyala

Meski harus kulewati pedih yang tiada akhirnya

Akhirnya ku menyerah

Maafkanku yang menyela

Jika dahulu ku tak pernah membuatmu bahagia

Akhirnya ku mengalah

Merelakanmu dengannya

Dan rayakanlah hari-hari terindahmu di sana

10. "Lentera"

Senang dan relakan lihatmu tertawa di sana

Jadikan kisah kita pelajaran berharga

Buatmu lebih dewasa


Kau tinggalkan cerita yang terindah yang pernah ada

Teruslah melangkah cari jalanmu


Tidurlah dan ucapkan selamat tinggal

Berhenti tangisi semua tak ada lagi yang tersisa


Dia kan beri kau bahagia

Yang tak bisa kuberikan Yang tak pernah kuwujudkan

Cobalah keluar dari hariku yang tanpa harapan


Kau tinggalkan cerita yang terindah yang pernah ada

Teruslah melangkah cari jalanmu

Yakinlah kau memilih yang terbaik yang pernah ada

Teruslah melangkah ini jalanmu


Tak perlu menoleh lagi

Teruslah melangkah temukan jalanmu

Bukankah ini yang kau cari

Kau telah memilih yang terbaik


Kau tinggalkan cerita yang terindah yang pernah ada

Teruslah melangkah cari jalanmu

Yakinlah kau memilih yang terbaik yang pernah ada

Teruslah melangkah ini jalanmu

Jangan salahkan lentera jika ia tak mampu lagi bersinar

Jangan salahkan gelap jika ia tak mampu menutup penyesalan terdalam

11. "Pulang"

Gundah yang memudarkan asa

Malam ini tak ada akhirnya

Kubergeming dalam lamunan

Seakan semua 'kan berakhir

Lelah

Dan menyerah


Kuterjebak di titik terendah

Terjatuh, kehilangan arah

Saat kumerasa semua 'kan berakhir

Seketika, suara itu tiba

Datang dan menyapa lirih

Memanggil namaku


(Dengarkan suaranya, lihatlah terang)

(Dengarkan bisikannya, lihat cahaya)

(Ikuti suaranya, lihatlah terang)

(Pintu ini 'kan s'lalu terbuka)


Indah suaranya memintaku pulang

Indah suaranya memintaku kembali

Tak ada tempat seindah rumah

Tak ada tempat seindah di sana

Aku mencari, terus mencari arah

Indah suaranya memintaku pulang

Indah suaranya memintaku kembali

Tak ada tempat seindah rumah

Tak ada tempat seindah di sana

Aku mencari, terus mencari arah


(Dengarkan suaranya, lihatlah terang)

(Dengarkan bisikannya, lihat cahaya)

(Dengarkan suaranya, lihatlah terang)

(Dengarkan bisikannya, lihat cahaya)


Tak ada tempat seindah rumah

Tak ada tempat seindah di sana

Aku mencari, terus mencari arah

12. "Sendiri"

Kucoba tersenyum dalam tidurku

Tak peduli apapun yang terjadi

Karena harapan, asa, semua

'Kan lebih baik saat 'ku terbangun


Adakah tanya telah terjawab?

Adakah tawa telah menjawab?

Sendiri menuju sunyi

Hingga yang tersisa hanya aku dan bahagia


Kubuka mata, dia telah tiba

Membawa pesan di kedua tangannya

Mengajak berlari, menyusuri jauh

Ke tempat terindah dan tak terbangun


Sendiri menuju sunyi

Hingga yang tersisa hanya aku dan bahagia

Sendiri menuju sunyi

Hingga yang tersisa hanya aku dan bahagia


Sendiri menuju sunyi

Sendiri menuju sunyi

Sendiri menuju sunyi

Sendiri menuju sunyi


Tak pernah beranjak

Tak pernah beranjak

13. "Termentahkan"

Setiap kata yang terucap menghujam nalarku

Tak bisakah kau diam? Biarkan kucerna

Alibi sempitmu semua termentahkan

Gunakan logikamu


Sudahlah, biarkan

Sudahlah, biarkan


Tertawalah! Anggap 'ku tak ada

Menarilah (tanpa arah), menarilah

Tertawalah! Anggap 'ku tak ada

Bernyanyilah (tanpa nada), bernyanyilah


Setiap satir yang terekam tak bisa kuredam

Hingga 'ku yakin semua indah pada waktunya

Tersenyum layaknya kawan, berduka layaknya lawan

Hina!


Sudahlah, biarkan

Sudahlah, biarkan


Tertawalah! Anggap 'ku tak ada

Menarilah (tanpa arah), menarilah

Tertawalah! Anggap 'ku tak ada

Bernyanyilah (tanpa nada), bernyanyilah


(Setiap orang dilahirkan dengan peran

Maka mainkanlah peranmu, kawan)


Sudahlah, biarkan

Sudahlah, biarkan


Tertawalah! Anggap 'ku tak ada

Menarilah (tanpa arah), menarilah

Tertawalah! Anggap 'ku tak ada

Bernyanyilah (tanpa nada), bernyanyilah


Tertawalah! Tertawalah!

Tertawa

Daftar lirik lagu terpopuler for Revenge 2025 ini menjadi bukti bahwa lagu mellow memiliki potensi yang besar di pasar musik Indonesia, apalagi lagu-lagu yang makna liriknya relatable bagi kehidupan pendengarnya.  Dengan musik yang easy listening dan ear-catching, bukan tidak mungkin lagu-lagu tersebut jadi semacam anthem bagi kehidupan seseorang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Hype

See More

7 Potret Pecah Inayah Wahid di Lapor Pak!, Bawakan Jokes Pinggir Jurang

14 Jan 2026, 14:07 WIBHype