Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

15 Lirik Lagu Terpopuler Lomba Sihir 2025, Fans Wajib Hafal!

Lomba Sihir
Lomba Sihir (instagram.com/lombasihiryes)
Intinya sih...
  • Lagu-lagu Lomba Sihir populer di Spotify telah didengarkan lebih dari 1 juta kali
  • Lirik lagu-lagu Lomba Sihir mencakup tema-tema seperti perubahan, sakit hati, dan kehidupan sehari-hari
  • Musik Lomba Sihir menunjukkan bahwa lirik sederhana dengan kata-kata yang jujur dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pendengar
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Warna musik Indonesia terus berkembang mengikuti selera masyarakat yang tak pernah stagnan. Bukan hanya lagu-lagu baru yang cepat viral dan banyak diperdengarkan, tetapi juga musisinya yang berani bereksperimen dengan kreativitasnya.

Salah satu musisi Indonesia yang akhir-akhir ini menjadi primadona adalah Lomba Sihir. Grup musik beranggotakan Baskara Putra (Hindia), Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, dan Tristan Juliano ini berhasil menyihir banyak telinga pencinta musik Indonesia dengan lagu-lagunya yang easy listening.

Sejak merilis album debut bertajuk Selamat Datang di Ujung Dunia pada 2021, Lomba Sihir telah menelurkan banyak sekali karya populer. Berikut ini daftar lirik lagu terpopuler Lomba Sihir 2025 yang diperdengarkan lebih dari 1 juta kali di Spotify. Para Peserta Lomba Sihir wajib hafal semuanya agar bisa menyanyikannya dengan bebas saat menonton konser mereka!

1. "Mungkin Takut Perubahan"

[Intro: Natasha Udu]

Nananana nanana

Nananana nana

Nananana nanana


[Verse 1: Hindia & Udu]

Banyak alasan ku tetap di sini

Kamu tak pernah suka dengan orang di dalamnya

Tumbuh berkembang terlahir di sini

Kau banyak alasan


[Pre-Chorus: Hindia & Udu]

Semoga semuanya teraih

Semoga tak patah hati


[Chorus: Hindia & Udu]

Mungkin sudah yang terbaik, mungkin karena kakak-adik

Mungkinkah terlalu nyaman, mungkin takut perubahan

Jika suatu saat nanti aku kan mati di sini

Belantara kejam ini t’lah tuntas mencuri hatiku


[Verse 2: Rayhan Noor, Hindia & Udu]

Siapa yang kau lindungi selain dirimu?

Siapa yang kan peduli jika kau pergi?

Betul, namun tetap takkan mudah

Kau bukanlah seorang penyerah

Semua pun lelah dan jengah

Kali ini berserah


[Chorus: Hindia & Udu]

Mungkin sudah yang terbaik, mungkin karena kakak-adik

Mungkinkah terlalu nyaman, mungkin takut perubahan

Jika suatu saat nanti aku kan mati di sini

Belantara kejam ini t’lah tuntas mencuri hatiku


[Bridge: Hindia & Udu]

Sedikit senyum palsu

Abaikan angin lalu (abaikan angin lalu)

Walau panas dan berdebu

Hanya ada kamu sepanjang hidupku


[Chorus: Hindia & Udu]

Mungkin sudah yang tеrbaik, mungkin karena kakak-adik

Mungkinkah terlalu nyaman, mungkin takut perubahan

Jika suatu saat nanti aku kan mati di sini

Bеlantara kejam ini t’lah tuntas mencuri hatiku


[Outro: Hindia & Udu]

Nananana nanana

Nananana nanana

Nananana nanana

2. "Semua Orang Pernah Sakit Hati"

[Verse 1: Hindia & Natasha Udu]

Cari-cari baju rapi lagi

Akhir pekan, pesta pernikahan lagi

Setelan yang itu-itu lagi

Kaca bosan bentukanku sama lagi

Ambil kambing guling, salaman, foto lalu pulang

Jangan lupa foto sebelum pulang


[Verse 2: Hindia & Udu]

Inginnya memang tidak peduli

Apa daya, ujungnya alkohol lagi

Cari-cari trauma, saat hilang pasti ngetweet lagi


[Chorus: Hindia & Udu]

Jika ada yang harus diingatkan ya pasti hanyalah diriku

Bahwa banyak hal yang harus dipikirkan selain cinta melulu

Berhenti mengira hanya aku yang paling pantas untuk mengeluh

Semua kepingan baik akan datang namun mereka perlukan waktu

Sabar, yang perlu kau kenal ya dirimu

Yang perlu kurangi minum kamu

Yang perlu nasihat masih kamu

Bahwa semua orang pernah sakit hati


[Post-Chorus: Hindia]

Semua orang pernah patah hati

Semua orang pernah ingin mati

Semuanya pernah ditinggal pergi


[Verse 3: Hindia & Udu]

Kutip-kutip kata bijak lagi

Akhir tahun, bikin resolusi lagi

Ambil hati omongan orang, lantas gagal tenang

Semua disalahkan, selalu kurang

Cari pelarian, tak pernah kenyang


[Chorus: Hindia & Udu]

Jika ada yang harus diingatkan ya pasti hanyalah diriku

Bahwa banyak hal yang harus dipikirkan selain cinta melulu

Berhenti mengira hanya aku yang paling pantas untuk mengeluh

Semua kepingan baik akan datang namun mereka perlukan waktu

Sabar, yang perlu kau kenal ya dirimu

Yang perlu kurangi minum kamu

Yang perlu nasihat masih kamu

Bahwa semua orang pernah sakit hati


[Instrumental]


[Outro: Hindia & Udu]

Jika ada yang harus diingatkan ya pasti hanyalah diriku

Bahwa banyak hal yang harus dipikirkan selain cinta melulu

Berhenti mengira hanya aku yang paling pantas untuk mengeluh

Semua kepingan baik akan datang namun mereka perlukan waktu

Sabar, yang perlu kau kenal ya dirimu

Yang perlu kurangi minum kamu

Yang perlu nasihat masih kamu

Bahwa semua orang pernah sakit hati

3. "Nirrrlaba"

[Verse 1: Hindia]

Luruskan macam-macam pikiran

Pakaian, watak dan perbuatan

Yang kurang menyenangkan

Yang kurang ketimuran


[Pre-Chorus: Hindia & Natasha Udu]

Bakar dan lempar dan putarbalikkan

Sejarahku, asal tunjuk asu, hilang

Hilangkan andilku, adil katanya kar’na

Kami nirguna nirlaba si


[Chorus: Hindia & Udu]

Internet, ekonomi

Salah kami lagi

Istana, bencana

Salah kami lagi

Orang hilang peluang

Salah kami lagi

Tak peduli, tak peduli

Aku tak peduli


[Bridge: Udu]

Belajar ‘tuk tiada

Belajar jadi muda

Kar’na


[Pre-Chorus: Hindia & Udu]

Kau bakar dan lempar dan putarbalikkan

Sejarahku, asal tunjuk asu, hilang

Hilangkan andilku, adil katanya kar’na

Kami nirguna nirlaba si


[Chorus: Hindia & Udu]

Internet, ekonomi

Salah kami lagi

Istana, bencana

Salah kami lagi

Orang hilang peluang

Salah kami lagi

Tak peduli, tak peduli

Aku tak peduli

Internet diblokir

Salah kami lagi

Bom nuklir, invoice cair

Salah kami lagi

Invasi, inflasi

Salah kami lagi

PKI, radikalisasi

Salah kami lagi


[Outro: Hindia, Udu & Rayhan Noor]

Tak peduli, aku tak peduli

Tak peduli, aku tak peduli

Tak peduli, tak peduli, tak peduli, aku tak peduli

Tak peduli, tak peduli

4. "Hati dan Paru-Paru"

[Verse 1: Hindia]

Melesat di jantung Nusantara

Berdansa bermandikan cahaya

Layar-layar dahsyat menyangga angkasa

Pendar warna-warni menghias udara

Siasat pemasaran termahal bangsa

Latar cerita patah mimpi manusia


[Chorus]

Kota memburu anak yang lugu

Jadilah licik s’perti hantu

Sedikit senyum palsu, bawa luaran baru

Tertawalah walau tak lucu, kenakan sepatu terbaikmu


[Post-Chorus]

Kau jaga hati dan paru-paru

Dari taring tajam malam Minggu


[Verse 2: Natasha Udu]

Jutaan insan yang sibuk menari

Menggulung Thamrin hingga Antasari

Dengan cerita dan luka pribadi

Mengulur waktu hingga Senin pagi


[Chorus]

Kota memburu anak yang lugu

Jadilah licik s’perti hantu

Irit pakai nurani, perbanyak basa-basi

Dan perlahan pasti kau kan miliki

Lantai yang tinggi


[Instrumental]


[Chorus]

Kota memburu anak yang lugu

Jadilah licik s’perti hantu

Kota memburu anak yang lugu

Tega sedikit jangan ragu

Sedikit senyum palsu, bawa luaran baru

Kenakan sepatu terbaikmu


[Outro]

Kau jaga hati dan paru-paru

Dari taring tajam malam Minggu

Kau jaga hati dan paru-paru

Dari taring tajam malam Minggu

5. "Jalan Tikus"

[Verse 1: Natasha Udu]

Tawa masih berkelindan

Abu rokok masih berjatuhan

Janjiku pulang dari dua jam lalu

Kucari jalan tikusnya

Dering ponsel di tengah jalan

Takut terdengar kendaraan

Bilang ku sudah di p'ristirahatan

Kucari jalan tikusnya


[Chorus: Hindia, Udu & Rayhan Noor]

Jalur-jalur ini bergerak terlalu lambat

Perubahan ini terjadi tanpa isyarat

Di lumbung terdalam kepala semua kucatat

Dusta-dusta kecil yang lahir untukku rehat

Hati menggugat, hati mengumpat

Namun kadang kota menjungkir t’rlalu kuat

Walaupun berat, ini cara terakhir

Untuk selamat, kucari jalan tikusnya


[Post-Chorus: Hindia]

Kucari jalan pintasnya

Kucari jalan tikusnya


[Verse 2: Rayhan Noor]

Dia gadang reputasi palsu

Diamku karena malas perkara

Semua yang tahu memilih ‘tuk membisu

Kucari jalan tikusnya

Tak berfungsi dua minggu

Ke terapi dan Ibu tak tahu

Malas mendapat semua stigmanya

Kucari jalan tikusnya


[Chorus: Hindia, Udu & Rayhan]

Jalur-jalur ini bergerak terlalu lambat

Perubahan ini terjadi tanpa isyarat

Di lumbung terdalam kеpala semua kucatat

Dusta-dusta kecil yang lahir untukku rehat

Hati mеnggugat, hati mengumpat

Namun kadang kota menjungkir t'rlalu kuat

Walaupun berat, ini cara terakhir

Untuk selamat, kucari jalan tikusnya


[Post-Chorus: Hindia]

Kucari jalan pintasnya

Kucari jalan tikusnya

(Kucari jalan tikusnya)


[Instrumental]

[Chorus: Hindia, Udu & Rayhan]

Jalur-jalur ini bergerak terlalu lambat

Perubahan ini terjadi tanpa isyarat

Di lumbung terdalam kepala semua kucatat

Dusta-dusta kecil yang lahir untukku rehat

Hati menggugat, hati mengumpat

Namun kadang kota menjungkir t'rlalu kuat

Walaupun berat, ini cara terakhir

Untuk selamat, kucari jalan tikusnya


[Outro: Hindia]

Kucari jalan pintasnya

Kucari jalan tikusnya

Kucari jalan pintasnya

Kucari jalan tikusnya

6. Tidak Ada Salju Di Sini Pt.6 (Selamat Jalan)

[Verse 1: Hindia]

Satu sendok teh pengharapan hal-hal baik

Kau minum setiap pagi, berharap harimu cantik

Jakarta kadang setuju, rejeki anak baik

Seringkali menolak, siasati dengan cerdik


[Verse 2: Hindia & Natasha Udu]

Mimpi-mimpimu yang tumbang menopang bendera

Persilakan yang datang ‘tuk pertaruhkan jiwa

Semoga tak patah hati, waras aman sentosa

Semoga tak disalahkan macam narapidana


[Pre-Chorus]

Daratan turun, juga niatmu bertahan

Air laut naik, pun niatmu pamitan

Ujung Dunia mengerti ia penuh cobaan

Jika sekarang waktunya maka


[Chorus]

Selamat jalan, selamat jalan

Selamat jalan, selamat jalan

Selamat jalan, selamat jalan

Selamat jalan, selamat jalan


[Pre-Chorus: Udu]

Daratan turun, juga niatmu bertahan

Air laut naik, pun niatmu pamitan

Ujung Dunia mengerti ia penuh cobaan

Jika sekarang waktunya maka


[Chorus]

Selamat jalan, selamat jalan

Selamat jalan, selamat jalan

Sеlamat jalan, selamat jalan

Selamat jalan, selamat jalan


[Bridge: Petra Sihombing]

Tidak ada salju di kota ini

Tidak akan maju jika sеrba anti

Selamat jalan, selamat bertahan

Selamat jalan, seakan tak ada esok hari

‘Tuk menebus hari ini


[Instrumental]


[Chorus: Hindia, Udu, Petra & Rayhan Noor]

Selamat jalan (selamat jalan), selamat jalan (selamat jalan)

Selamat jalan, selamat jalan

Selamat jalan (selamat jalan), selamat jalan (selamat jalan)

Selamat jalan (selamat jalan), selamat jalan

[Outro: Hindia, Udu, Petra & Rayhan Noor]

Selamat jalan (oh selamat jalan), selamat jalan (selamat jalan)

Selamat jalan, selamat jalan (selamat jalan)

Selamat jalan (selamat jalan), selamat jalan

Selamat jalan

7. "Selamanya"

[Verse 1: Rayhan Noor, Hindia & Natasha Udu]

Gerbong kepalang berjalan, kau dan aku di sana

Pertemuan tak terencana, kita belajar percaya

Sesaat atau selamanya

Kadang bahagia, kadang pilu, ku bertaruh padamu


[Pre-Chorus: Rayhan Noor]

Walau sering ku mengeluh

Ruangan ini hampa tanpamu


[Chorus]

(Uu-uu) Kusimpan semua candaan kita

(Uu-uu) Dan adegan pertengkaran yang ada

(Uu-uu) Semoga kau lakukan yang sama

(Kutahu) Kami kan merindumu


[Verse 2]

Hidup berjalan, perhentian kita berbeda

Kerap saling bertanya kabar sekarang

"Kau baik saja, kan?"


[Pre-Chorus]

Walau kini tak bertemu

Semua yang baik untukmu


[Chorus]

(Uu-uu) Kusimpan semua candaan kita

(Uu-uu) Dan adegan pertengkaran yang ada

(Uu-uu) Semoga kau lakukan yang sama

(Kutahu) Kami kan merindukanmu

Selamanya


[Bridge]

Na-na-na, na-na-na-na

Na-na-na, na-na-na-na

Na-na-na, na-na-na-na

Na-na-na, na-na-na-na

Na-na-na, na-na-na-na

Na-na-na, na-na-na-na

Na-na-na, na-na-na-na


[Chorus]

(Uu-uu) Kusimpan semua candaan kita

(Uu-uu) Dan adegan pertengkaran yang ada

(Uu-uu) Semoga kau lakukan yang sama

(Kutahu) Kami kan merindukanmu

Selamanya


[Outro]

Na-na-na, na-na-na-na

Na-na-na, na-na-na-na

Na-na-na, na-na-na-na

Na-na-na, na-na-na-na

Semua yang terlewati

Semua yang tak terjadi

Dewasakah kisah ini?

8. "Ribuan Memori"

[Verse 1: Natasha Udu]

Dalam kepalamu ribuan memori

Mana yang membuatmu s'perti hari ini?

Jatuh pertamamu dari sepeda?

Penampakan hantu di rumah tua?


[Pre-Chorus: Hindia]

Serpihan berbahagia

Atau justru membuatmu merana?


[Chorus]

Jika ada ingatan yang terus menghangatkan dirimu

Jaga apinya, hadapi hari, teruslah kau begitu

Jika ada pedih yang panjang mengikat tubuhmu

Percayalah, dunia tak selamanya harus begitu


[Verse 2: Rayhan Noor]

Karyawisata, liburan pertama, kado dari Mama dan Papa

Kar'na berhasil naik kelas, walau rata-rata pas-pasan

Nekat pulang lewat jam malam, dilarang jalan-jalan sebulan

Setahun bimbingan belajar, gawat! Ujian akhir sekolah


[Pre-Chorus: Hindia]

Serpihan berbahagia

Atau justru membuatmu merana? Oh

Pertahankan atau melupa?

Pilihanmu kawan tidak mengapa

Oh tak apa-apa


[Chorus]

Jika ada ingatan yang terus menghangatkan dirimu

Jaga apinya, hadapi hari, teruslah kau begitu

Jika ada pedih yang panjang mengikat tubuhmu

Percayalah, dunia tak selamanya harus begitu


[Bridge: Rayhan Noor & Natasha Udu]

Dalam kepalamu (kepalamu) ribuan memori (memori)

Mana yang membuatmu di hari ini?


[Instrumental]


[Chorus]

Jika ada ingatan yang terus menghangatkan dirimu

Jaga apinya, hadapi hari, teruslah kau begitu

Jika ada pedih yang panjang mengikat tubuhmu

Percayalah, dunia tak selamanya harus begitu

Jika ada yang kau pelajari dari masa lalumu

Jaga apinya, hadapi hari, teruslah kau begitu

Jika ada yang buatmu tak mau buka lembaran baru

Percayalah, dunia tak selamanya harus begitu


[Outro]

Harus begitu

(Percayalah dunia tak selamanya) harus begitu

Harus begitu

9. "Andai Saja"

[Verse 1: Hindia]

Andai saja kita mengerti

Saat bertemu pertama kali

Berkali kita kan bergantian untuk menyakiti

Untuk memaafkan


[Pre-Chorus: Rayhan Noor]

Oh, betapa mudahnya ini semua

Kan berjalan


[Chorus: Rayhan Noor]

Terlalu banyak hal yang ingin kuubah

Takkan kubiarkan kita diam terlalu lama

Ada ruang kosong yang ingin kuberi makna

Namun tak pernah berani kusampaikan


[Verse 2: Hindia & Rayhan Noor]

Andai saja kita kembali

Bertemu untuk pertama kali, oh

Bisakah kita memulai lagi

Berpapasan dengan seribu lebih kemungkinan, ho oh


[Chorus: Rayhan Noor]

Terlalu banyak hal yang ingin kuubah

Takkan kubiarkan kita diam terlalu lama

Ada ruang kosong yang ingin kuberi makna

Namun tak pernah berani kusampaikan


[Bridge: Natasha Udu]

Terjebak dalam kata mungkin

Berharap ‘tuk bisa saling mengerti

Terjebak dalam kata mungkin

Berharap ‘tuk bisa saling mengerti


[Chorus: Rayhan Noor]

Terlalu banyak hal yang ingin kuubah

Takkan kubiarkan kita diam terlalu lama

Ada ruang kosong yang ingin kuberi makna

Namun tak pernah berani


[Outro: Rayhan Noor]

Terlalu banyak hal yang ingin kuubah

Takkan kubiarkan kita diam terlalu lama

Ada ruang kosong yang ingin kuberi makna

Namun tak pernah berani kusampaikan

Kusampaikan

10. "Tak Ada Waktu Tepat Untuk Berita Buruk"

[Hook]

Uuu, uuu

Uuu, uuu

Uuu, uuu

Uuu, uu


[Verse 1: Rayhan Noor]

Setengah sembilan pagi

Semua pesan sudah kubaca

Tak ada kerjaan yang tertunda

Tinggal cari kafein (Es kopi susu atas nama Kak Natasha)


[Verse 2: Hindia]

Sudah setengah hari

Terbayang kegiatan malam nanti, aku

Tak sabar untuk cepat pergi (Pergi)


[Pre-Chorus]

Tidak ada ancang, tak sempat pikir matang

Rencana tak terancang, jantung berdebar


[Chorus]

Takkan ada

Waktu yang tepat

Untuk berita buruk, beri tahu dirimu

Takkan ada yang bisa kau lakukan


[Hook]

Uuu, uuu

Uuu, uu


[Verse 3: Natasha Udu]

Setelah masalah terakhir

Kukira ku akan siap hadapi cobaan

Namun ku tetap terjungkir

Mau tak mau harus kutelan


[Pre-Chorus]

Tidak ada ancang, tak sempat pikir matang

Rencana tak terancang, jantung berdebar


[Chorus]

Takkan ada

Waktu yang tepat

Untuk berita buruk, beri tahu dirimu

Takkan ada yang bisa kau lakukan

Takkan ada

Waktu yang tepat

Untuk berita buruk, beri tahu dirimu

Takkan ada yang bisa kau lakukan


[Hook]

Uuu, uuu

Uuu, uuu

Uuu, uuu

Uuu, uu

[Bridge]

Mau tak mau harus kutelan

Mau tak mau harus kutelan


[Instrumental]


[Chorus]

Takkan ada

Waktu yang tеpat

Untuk berita buruk, beri tahu dirimu

Takkan ada yang bisa kau lakukan

Takkan ada (Takkan ada)

Waktu yang tepat (Waktu yang tеpat)

Untuk berita buruk, beri tahu dirimu

Takkan ada yang bisa kau lakukan


[Outro]

Uuu, uuu

Uuu, uuu

Uuu, uuu

Uuu, uu

11. "Sofa"

[Verse 1: Natasha Udu]

Apa kenang

Yang terakhir kau ingat

Kusam

Ku di sini saksikan segalanya


[Pre-Chorus: Natasha Udu]

Obrolan jam tiga pagi, abu rokok, remah makanan

Berantakan

Andai ku bisa bicara, banyak yang ingin kusampaikan


[Chorus]

Semua cerita yang engkau lalui

Drama dan tawa

Rebahlah, kau tahu ku selalu di sini

Ku bersamamu, dirimu malam ini


[Verse 2: Rayhan Noor]

Di sini satu per satu beban terurai

Tak seburuk yang kau bayangkan

Pergulatan batinmu, keruhnya kepalamu

Selesai dengan besar hatimu


[Pre-Chorus: Natasha Udu & Rayhan Noor]

Obrolan jam tiga pagi (Jam tiga pagi), abu rokok, remah makanan (Remah makanan)

Berantakan (Berantakan)

Andai ku bisa bicara banyak yang ingin kusampaikan (Kusampaikan)

Biarku perlihatkanmu


[Chorus]

Semua cerita yang engkau lalui

Drama dan tawa (Drama dan tawa)

Rebahlah, kau tahu ku selalu di sini (Ku selalu di sini)

Ku bersamamu, dirimu malam ini


[Bridge: Hindia & Natasha Udu]

Helai rambutmu di sela lipatanku

Ada yang memutih

Busaku (Busaku, busaku) menipis, semoga masih nyaman

‘Tuk kau bersandar


[Chorus]

Semua cerita yang еngkau lalui

Drama dan tawa

Rebahlah (Rebahlah), kau tahu ku selalu di sini

Ku bеrsamamu, dirimu malam ini


[Outro]

Semua (Semua) cerita yang engkau lalui (Yang engkau lalui)

Drama dan tawa (Tawa)

Rebahlah, kau tahu ku selalu di sini

Ku bersamamu

12. "Apa Ada Asmara"

[Verse 1]

Asmara jadi alasan

Datang ke kota

Gairah menanti rindunya

Seorang lelaki, rayu aku lagi


[Pre-Chorus]

Perasaan

Yang membawaku

Pergi jauh

Penuhi hasrat


[Verse 2]

Merana mencari harapan

Apa ada cinta datang ke kota

Gairah menanti rindunya

Seorang lelaki, rayu aku lagi


[Pre-Chorus]

Bayangkanlah

Romansa malam

Bawah cahaya

Mata bertemu dan


[Chorus]

Huu uu

Huu uu uuh

Huu uu

Huu uu uuuh


[Bridge]

Suara bercinta

Di pusat kota adakah

Dirimu penuhiku

Dengan asmara

Hanyut

Karena khayalan tentang

Dirimu dan cinta

Selamatkan aku, Jakarta

Haa


[Verse 3]

Asmara

Gairah

Asmara


[Outro]

Aaaaaaaaa

Aaaaaaaaa

Aaaaaaaaa

Aaaaaaaaa

Aaaaaaaaa

Aaaaaaaaa

Aaaaaaaaa

13. "Cameo"

[Verse 1: Tristan Juliano]

Kafe ini dulu belum ada

Gelas plastik menumpuk bagai dosa

Seakan kita semua kekurangan kafein

Makin banyak tempat tatap muka

Kurang lebih sama

Orang asing lalu-lalang hingga petang


[Pre-Chorus: Tristan]

Berapa banyak (yang)

Yang kukenal? (hoo)

Berapa banyak (yang)

Temanku kenal? (hoo)

(Indahnya gibah)


[Chorus: Tristan]

Bertukar nama di ibu kota (di ibu kota)

Bertukar kisah dalam kepala (dalam kepala)

Ku figuran dalam c’rita lain

Ku bajingan dalam c’rita lain


[Verse 2: Tristan]

Berapa banyak aku bikin salah?

Berapa banyak yang bahaya?

Berapa sering aku disumpahkan celaka?


[Pre-Chorus: Tristan]

Berapa banyak (yang)

Aku tuduh?

(Karena kabar burung)

Berapa banyak (yang)

Tak pernah benar?

(Salah dikejar)


[Chorus: Tristan]

Bertukar nama di ibu kota (di ibu kota)

Bertukar kisah dalam kepala (dalam kepala)

Ku figuran dalam c’rita lain

Ku bajingan dalam c’rita lain


[Bridge: Wisnu Ikhsantama]

Tembok-tembok berbicara

Waspada bertukar cerita

Gelas-gelas bеrbicara

Waspada kau bersulang dengan siapa


[Outro: Tristan]

Bertukar nama di ibu kota (di ibu kota)

Bеrtukar kisah dalam kepala (dalam kepala)

Ku figuran dalam c’rita lain

Ku bajingan dalam c’rita lain

14. "Polusi Cahaya"

[Intro: Hindia & Natasha Udu]

Mencari duduk perkara, tajam polusi cahaya

Pendar megah tanpa makna, penjara termewah di dunia

Mencari duduk perkara, tajam polusi cahaya

Pendar megah tanpa makna, penjara termewah di dunia


[Verse 1: Hindia]

Jalan ini tak seindah

Yang kuingat awal mula

Tangga ini tak berujung menggunung

Kian tinggi makin gaung

Aku belum beranjak jauh

Aku mungkin kalah bertaruh


[Pre-Chorus: Hindia]

Mabuk pemasaran di pusat kota

Mati penasaran di ujung dunia


[Chorus: Hindia & Natasha Udu]

Terlalu banyak langkah yang tidak ke mana

Hilang arah

Terlalu sering ku mengiyakan dunia

Mati rasa

Terlalu susah untuk menerima fakta

Bahwa aku belum jadi siapa-siapa

Besar andil untuk polusi cahaya

Sampah di penjara termewah dunia


[Verse 2: Natasha Udu]

Hati ini tak seikhlas

Lagu dan tulisan Hindia

Mual motivasi berujung kembung

Dipaksa jadi petarung


[Pre-Chorus: Natasha Udu]

Mabuk pemasaran di pusat kota

Mati penasaran di ujung dunia


[Chorus: Hindia & Natasha Udu]

Terlalu banyak langkah yang tidak ke mana

Hilang arah

Terlalu sering ku mengiyakan dunia

Mati rasa

Terlalu susah untuk menerima fakta

Bahwa aku belum jadi siapa-siapa

Besar andil untuk polusi cahaya

Sampah di penjara termewah dunia


[Instrumental]


[Outro: Hindia & Natasha Udu]

Mencari duduk perkara, tajam polusi cahaya

Pendar megah tanpa makna, penjara termewah di dunia

Mencari duduk perkara, tajam polusi cahaya

Pendar megah tanpa makna, penjara termewah di dunia

Mencari duduk perkara, tajam polusi cahaya

Pendar megah tanpa makna, penjara termewah di dunia

15. "Menit Tambahan"

[Verse 1]

Atur napas lebih dalam

Paruh kedua dimulai sudah

Lapangan yang berubah

Kembali ke titik nol lagi


[Pre-Chorus]

Cari celah, jangan kalah

Tegak hadapi kehidupan


[Chorus]

Bersilang suara di kepala

Tentang waktu yang tersisa

Berapa menit tambahan yang kau miliki

Sebelum peluit panjang jangan berhenti


[Verse 2]

Ini mungkin lebih berat

Kemarin aku hampir tak kuat

Krisis jati diri, patah hati dan pandemi

Semua bisa terjadi lagi


[Pre-Chorus]

Beri paham pikirmu

Selalu ada kesempatan kedua

Beri paham dirimu

Ada ruang 'tuk lembaran kedua


[Chorus]

Bersilang suara di kepala

Tentang waktu yang tersisa

Berapa menit tambahan yang kau miliki

Sebelum peluit panjang jangan berhenti


[Instrumental]


[Bridge]

Melangkah, melangkah merelakan

Waktu yang berlalu

Melangkah, melangkah merayakan

Waktu yang 'kan datang


[Chorus]

Bersilang suara di kepala

Tentang waktu yang tersisa

Berapa menit tambahan yang kau miliki

Sebelum peluit panjang jangan berhenti


[Outro]

Bersilang suara di kepala (Bersilang suara di kepala)

Tentang waktu yang tersisa (Tentang waktu yang tersisa)

Berapa menit tambahan yang kau miliki

Sebelum peluit panjang jangan oh jangan

Oh jangan berhenti

Semua lirik lagu terpopuler Lomba Sihir ini menjadi bukti kalau sebuah lagu tidak harus memiliki lirik ekstra puitis yang penuh kiasan agar enak didengarkan. Kadang kala, lirik sederhana dengan kata-kata yang jujur justru menjadi daya tarik tersendiri yang sukses menggaet banyak pendengar tak terduga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Hype

See More

8 Potret Lyodra Ikut Safari Laut di Tromsø, Norwegia

07 Jan 2026, 22:28 WIBHype