Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenang Era Emas Telenovela Meksiko pada 1990—2000-an

Maria la del Barrio
Maria la del Barrio (dok. Televisa/Maria la del Barrio)
Intinya sih...
  • Televisa dan PRI berkuasa di Meksiko memonopoli industri telenovela
  • Telenovela buatan Televisa cenderung Eurosentris dan digunakan sebagai alat distraksi masyarakat
  • Kesuksesan telenovela didukung oleh target pasar yang pas, seperti Amerika Serikat, Eropa Timur, dan Asia Tenggara
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama 2 dekade lamanya, tepatnya sepanjang 1990—2000-an, serial televisi asal Meksiko atau yang dikenal pula dengan istilah telenovela menginvasi stasiun TV lokal dengan begitu hebatnya. Dari pagi sampai sore, dari yang menyasar penonton dewasa sampai anak-anak, telenovela siap menenami waktu luangmu.

Menariknya, ini ternyata fenomena global layaknya gelombang Hallyu. Tak hanya di Indonesia, kesuksesan telenovela pada dekade itu juga terbaca di berbagai negara di Asia Tenggara, Amerika Utara dan Selatan, sampai Eropa Timur. Bagaimana itu bisa terjadi? Apa faktor pendukungnya dan mengapa popularitas telenovela meredup setelah 2000-an? Yuk, bahas lebih jauh sambil mengenang era emas itu.

1. Andil Televisa dan parpol berkuasa Meksiko, PRI

La Usurpadora
La Usurpadora (dok. Televisa/La Usurpadora)

Ada satu pola menarik dalam telenovela-telenovela yang berhasil mendunia, seperti Marimar, Maria Marcedes, Maria la del Barrio, Rosalinda, Esmeralda, La Usurpadora sampai Amigos x Siempre dan Carita de Angel, yakni produsennya. Televisa adalah kata kuncinya. Ia adalah sebuah perusahaan telekomunikasi yang memproduksi hampir semua serial televisi asal Meksiko yang pernah tayang di Indonesia dan banyak negara lain.

Kemampuan mereka mengekspor telenovela sebenarnya didukung oleh afiliasi kuatnya dengan partai politik berkuasa di Meksiko saat itu, Institutional Revolutionary Party (PRI). Tak cuma sepanjang dekade 1990—2000-an, PRI sudah berkuasa sejak tahun akhir 1920-an yang membuatnya punya banyak akses dan sumber daya untuk membantu Televisa memonopoli industri penyiaran Meksiko lewat kampanye dan promosi besar-besaran. Cara itu mereka pakai pula di berbagai negara yang mengimpor telenovela mereka, termasuk Indonesia.

2. Propaganda Eurosentris dan upaya mendistraksi masyarakat

Carita de Angel
Carita de Angel (dok. Televisa/Carita de Angel)

Keterlibatan PRI juga terbaca lewat pola Eurosentris telenovela-telenovela buatan Televisa. Bisa dipastikan pemeran protagonis utama dalam telenovela adalah aktor/aktris kulit putih (terlepas dari status sosial dan ekonominya). Ditambah dengan penyebutan karakter fisik tertentu yang erat dengan hegemoni kecantikan khas kulit putih, seperti kulit terang, rambut pirang, mata biru atau hijau.

Sementara itu, tokoh-tokoh pribumi dan kulit berwarna akan memerankan karakter pendukung yang profesinya stereotipikal, seperti asisten rumah tangga, pedagang asongan, pengamen, dan pekerja kerah biru. Ini tidak aneh mengingat PRI sangat erat dengan aliran politik sayap kanan yang condong konservatif dan imperialis. Tak heran bila mereka menyertakan dan mempromosikan supremasi kulit putih dan kapitalisme dalam serial produksi Televisa.

Komitmen PRI terhadap Televisa juga menarik bila ditilik dari kepentingan parpol itu untuk mempertahankan kekuasaannya, yakni meredam kritik dari masyarakat. Tepatnya dengan memproduksi konten hiburan yang bersifat sedatif dan distraktif. Poin ini sempat disenggol The Guardian dalam liputan yang ditulis Rory Carroll dan Jo Tuckman pada 2012 serta film satire La Dictadura Perfecta (2014) yang disutradarai Luis Estrada.

3. Target pasar dan momen yang pas

Esmeralda
Esmeralda (dok. Televisa/Esmeralda)

Selain sumber daya, kesuksesan telenovela-telenovela andalan Televisa didukung pula oleh momen yang pas. Mereka awalnya menyasar negara terdekat, seperti Brasil, Amerika Serikat dan banyak negara tetangga. Hasilnya cukup tampak, banyak imigran hispanik di Amerika Serikat yang melihat telenovela sebagai obat homesick yang ampuh.

Perlahan. Televisa pun menyasar pasar baru yang cukup empuk, yakni Eropa Timur yang pada 90-an mulai membuka diri setelah Perang Dingin dan butuh sumber hiburan segar. Begitu pula dengan Asia Tenggara yang ternyata melihat kemiripan konteks kultural dan moral dalam telenovela dengan nilai-nilai lokal mereka, seperti keeratan hubungan keluarga, ketimpangan sosial-ekonomi, peran gender tradisional, sampai standar kecantikannya. Tak pelak, geliat telenovela Meksiko di level global tak terbendung lagi.

Era emas itu punya tanggal kedaluwarsanya. Tepatnya pada 2000-an, intensitas penayangan telenovela Meksiko di luar negeri mulai berkurang. Ini ternyata bebarengan dengan meredupnya pengaruh PRI di negeri itu. Dimulai dengan terpilihnya capres asal National Action Party (PAN) pada Pemilu Meksiko 2000. Meredupnya PRI mungkin hanya salah satu faktor, karena kalau kamu ingat, awal era milenium juga ditandai dengan masifnya gelombang ekspor drama asal Korea Selatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Hype

See More

Generasi 14 JKT48 Resmi Diperkenalkan, Ini Fakta Menariknya!

16 Feb 2026, 12:39 WIBHype