7 Momen Terbaik Episode Terakhir Stranger Things Season 5

- Episode terakhir Stranger Things Season 5 menuai kekecewaan, tetapi tetap menyimpan momen emosional yang kuat.
- Persahabatan, pengorbanan, dan rekonsiliasi antarkarakter menjadi sorotan utama penutup cerita.
- Momen-momen ini membuat perpisahan dengan Hawkins begitu bermakna.
Setelah hampir 1 dekade menemani penonton, Stranger Things akhirnya resmi berakhir. Sayangnya, episode terakhir serial ini kurang memuaskan. Beberapa alur cerita terasa terlalu panjang, sementara yang lain justru diselesaikan dengan terburu-buru. Pertarungan terakhir melawan Vecna (Jamie Campbell Bower) dan Mind Flayer pun terasa antiklimaks karena berakhir terlalu mudah. Banyak karakter tidak mendapatkan penutup cerita yang jelas, bahkan nasib Eleven (Millie Bobby Brown) dibiarkan menggantung tanpa kepastian.
Meski secara keseluruhan mengecewakan, episode terakhir ini tetap memiliki sejumlah momen kuat yang sedikit mengobati kekecewaan penonton. Dari adegan supranatural yang menarik hingga momen emosional yang berfokus pada karakter, bagian-bagian ini membantu membuat perpisahan terasa lebih bermakna. Walau tidak cukup untuk menyelamatkan keseluruhan episode, momen-momen berikut tetap layak diingat. Ini beberapa momen terbaik dari episode terakhir Stranger Things Season 5.
1. Nancy menjadikan dirinya umpan untuk Mind Flayer

Nancy Wheeler (Natalia Dyer) memulai perjalanan hidupnya dalam Stranger Things dengan banyak kebingungan. Ia mengabaikan persahabatannya dengan Barb (Shannon Purser), terlalu fokus pada hubungannya dengan Steve (Joe Keery), dan belum benar-benar mengenal dirinya sendiri. Namun, seiring berjalannya cerita, Nancy berkembang menjadi sosok yang lebih dewasa, percaya diri, dan tangguh.
Dalam episode terakhir, kelompok yang memasuki The Abyss membutuhkan seseorang untuk tinggal dan mengalihkan perhatian Mind Flayer. Nancy dengan berani menawarkan diri dan menghadapi monster tersebut sambil menembakkan senjatanya. Adegan ini menjadi momen penting yang menegaskan pertumbuhan Nancy sebagai pejuang sejati dan semakin kuat karena ia berhasil bertahan hidup.
2. Percakapan Steve, Robin, Nancy, dan Jonathan di atap

Meski inti Stranger Things selalu tentang persahabatan, geng ini jarang benar-benar berkumpul tanpa adanya misi berbahaya. Nancy dan Jonathan (Charlie Heaton) sering tampil sebagai pasangan, sementara Steve dan Robin (Maya Hawke) dikenal sebagai sahabat dekat. Namun, keempatnya jarang berbagi momen santai bersama hingga episode terakhir.
Setelah pesta kelulusan, Steve, Nancy, Jonathan, dan Robin duduk bersama di atap gedung. Mereka mengenang masa lalu, membahas kehidupan mereka saat ini, dan merencanakan masa depan. Adegan ini terasa hangat dan menyenangkan karena memperlihatkan betapa besar perubahan yang telah mereka alami serta bagaimana pengalaman menyelamatkan dunia telah mengikat mereka selamanya.
3. Permainan D&D terakhir

Epilog episode terakhir ditutup dengan cara yang paling khas: permainan Dungeons & Dragons (D&D). Setelah kelulusan, lima anggota kelompok yang tersisa kembali bermain D&D bersama. Awalnya, permainan mereka berjalan buruk, tetapi akhirnya berjalan sukses. Mike pun membayangkan masa depan yang bahagia bagi masing-masing dari mereka, termasuk Eleven.
D&D telah menjadi bagian penting dari Stranger Things sejak awal sehingga penutup ini terasa sangat tepat. Adegannya sederhana, tetapi emosional. Ini memperlihatkan bahwa meski mereka telah menghadapi banyak hal mengerikan, persahabatan mereka tetap utuh dan penuh harapan untuk masa depan.
4. Jonathan menyelamatkan nyawa Steve

Kisah cinta segitiga antara Nancy, Jonathan, dan Steve berlangsung terlalu lama serta terasa tidak perlu. Hubungan Jonathan dan Nancy pun berakhir tanpa penyelesaian yang memuaskan. Namun, satu hal positif yang muncul dari dinamika ini ialah terbangunnya persahabatan tak terduga antara Jonathan dan Steve.
Meski kematian Steve sempat terasa mungkin terjadi, ia kembali berada dalam bahaya ketika terjatuh dari menara radio di Upside Down. Momen tersebut menjadi emosional saat Jonathan, yang selama bertahun-tahun memiliki hubungan rumit dengan Steve, datang untuk menyelamatkan. Adegan ini menandai rekonsiliasi mereka dan menunjukkan bahwa pada akhirnya mereka berhasil berdamai dan menjadi teman sejati.
5. Dustin memberi penghormatan kepada Eddie saat wisuda

Dustin (Gaten Matarazzo) merupakan sosok yang paling terpukul atas kematian Eddie (Joseph Quinn). Sepanjang musim terakhir, ia bergulat dengan rasa kehilangan dan cenderung menarik diri dari orang-orang di sekitarnya. Perlahan, Dustin kembali membuka diri, menerima kehadiran Steve, dan berhenti menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Eddie. Dalam episode terakhir, hubungan Dustin dan Steve terasa lebih dekat dari sebelumnya sekaligus ditutup dengan penghormatan tulus Dustin untuk sahabatnya yang telah tiada.
Dalam acara wisuda, Dustin menyampaikan pidato yang berakhir dengan tindakan ikonik. Ia merobek jubah wisudanya untuk memperlihatkan kaus Hellfire Club, lalu mengacungkan jari tengah ke arah kepala sekolah, persis seperti yang pernah diimpikan Eddie. Momen ini menjadi penghormatan yang sempurna. Ini bukan tindakan nekat seperti sebelumnya, melainkan ungkapan cinta dan rasa hormat yang tulus terhadap warisan Eddie.
6. Lucas dan Max berbagi momen manis menjelang wisuda

Perjalanan Lucas (Caleb McLaughlin) dan Max (Sadie Sink) dalam Stranger Things penuh dengan luka serta tantangan. Setelah kematian Billy (Dacre Montgomery), Max menjauh karena rasa bersalah dan teror Vecna, sementara Lucas berjuang keras untuk menyelamatkannya. Max sempat koma selama 18 bulan, tetapi Lucas tak pernah berhenti mengunjunginya. Hingga akhirnya, sentuhan dan kehadiran Lucas membantu Max siuman.
Dalam epilog, keduanya berbagi momen hangat pada pagi hari wisuda. Lucas datang mengenakan jubah wisuda, sementara Max sedang bermain skateboard. Mereka berbincang dengan lembut sebelum berbagi ciuman singkat. Setelah semua penderitaan yang mereka lalui, melihat Lucas dan Max melangkah ke masa depan bersama sebagai pasangan yang lebih kuat terasa sangat memuaskan.
7. Will dan Eleven menggabungkan kekuatan untuk melawan Vecna

Meski pertarungan terakhir Stranger Things tidak sepenuhnya memenuhi ekspektasi, ada satu momen yang benar-benar berkesan. Dalam adegan klimaks, Eleven hampir berhasil mengalahkan Vecna dengan kekuatannya sendiri. Namun, saat keadaan berbalik dan Vecna mulai unggul, Will turun tangan untuk membantu El. Momen ini menegaskan bahwa meski Vecna dan Mind Flayer terlihat tak terkalahkan, El dan Will memiliki kekuatan yang mampu melawan mereka.
Perkembangan Will dalam memahami dan memanfaatkan kekuatan kolektif menjadi salah satu bagian terbaik musim terakhir. Karena itu, keterlibatannya dalam pertarungan akhir terasa sangat bermakna. Selama ini, Eleven sering harus menghadapi bahaya sendirian. Itu sebabnya, kehadiran Will sebagai sosok sahabat menjadi momen emosional yang menegaskan pentingnya kebersamaan dalam perjuangan mereka.
Meski episode terakhir Stranger Things Season 5 menuai beragam tanggapan, momen-momen terbaiknya tetap berhasil menghadirkan emosi yang kuat dan berkesan. Dari pengorbanan, persahabatan, hingga ikatan keluarga yang diuji di tengah pertempuran terakhir, adegan-adegan ini mengingatkan penonton pada inti cerita Stranger Things sejak awal. Pada akhirnya, momen-momen inilah yang membuat perpisahan dengan dunia Hawkins terasa lebih hangat dan bermakna meski akhir ceritanya tidak sepenuhnya sempurna.



















