5 Momen Terbaik Shoto Todoroki dalam My Hero Academia, Epik!

- Shoto berkembang dari sosok dingin menjadi pahlawan dewasa yang mampu bekerja sama dan berdamai dengan masa lalunya.
- Konflik keluarga Todoroki, terutama dengan Dabi dan ibunya, membentuk momen-momen paling emosional dalam perjalanan Shoto.
- Kekuatannya menjadi simbol penerimaan diri, dari menolak api hingga menggunakannya untuk melindungi masyarakat.
Shoto Todoroki merupakan salah satu karakter utama dalam seri My Hero Academia. Shoto sebenarnya merupakan anak dari Endeavour, seorang pahlawan terkenal. Meski begitu, Shoto tidak pernah bangga atas ayahnya karena keluarga Todoroki ternyata merupakan keluarga yang disfungsional.
Sepanjang seri berlangsung, Shoto sudah membuktikan bahwa dirinya merupakan salah satu karakter terbaik. Dari momen epik hingga emosional, berikut lima momen terbaik Shoto Todoroki dalam seri My Hero Academia. Yuk, simak ulasan berikut!
5. Shoto bekerja sama dengan Inasa Yoarashi untuk mengalahkan Gang Orca

Kadang, musuh terbesar para pahlawan bukanlah para penjahat, melainkan ego mereka sendiri. Persaingan di antara para pahlawan sering membuat mereka lupa tentang siapa musuh mereka yang sebenarnya. Hal ini terjadi pada Shoto dan Inasa Yoarashi dalam Ujian Lisensi Pahlawan Sementara.
Inasa sendiri merupakan salah satu murid terkuat di SMA Shiketsu. Pada awalnya, Inasa sangat mengagumi Shoto. Namun, karena sifat dingin Shoto, Inasa malah berbalik membenci Shoto.
Celakanya, mereka ditempatkan dalam satu tim pada Ujian Lisensi Pahlawan Sementara. Saat itu, mereka harus menghadapi Gang Orca yang berperan sebagai penjahat. Alih-alih bekerja sama, Shoto malah berkelahi dengan Inasa.
Tentunya, hal tersebut memungkinkan Gang Orca untuk mengalahkan mereka berdua dengan mudah. Namun, Shoto akhirnya sadar bahwa musuhnya bukanlah Inasa, melainkan Gang Orca. Dengan dewasa, Shoto melupakan perselisihannya dengan Inasa dan mulai bekerja sama untuk mengalahkan Gang Orca.
4. Shoto kembali menemui ibunya setelah beberapa tahun

Sejak diperkenalkan, Shoto memang sudah dikenal sebagai sosok yang dingin. Meski begitu, Shoto sebenarnya memiliki sisi hangat dalam kepribadiannya. Hal ini dibuktikan ketika Shoto mengunjungi ibunya, Rei Todoroki, setelah Festival Olahraga Yuei.
Shoto sebenarnya memiliki trauma yang mendalam terhadap ibunya. Saat ia masih kecil, Rei pernah menyiram Shoto dengan air panas. Hal tersebut Rei lakukan secara spontan karena wajah Shoto mengingatkan Rei pada Endeavour.
Meski begitu, Shoto justru lebih bersimpati pada ibunya ketimbang ayahnya. Sebagai sesama korban Endeavour, Shoto sangat memahami penderitaan Rei. Ketika Shoto memutuskan untuk mengunjungi Rei, hal tersebut menjadi momen hangat karena menunjukkan bahwa Shoto mulai berdamai dengan keluarganya.
3. Shoto menggunakan apinya untuk pertama kalinya

Dalam Festival Olahraga Yuei, Shoto sempat bertarung dengan Izuku Midoriya alias Deku sebelum menghadapi Katsuki Bakugo. Di sini, Deku sebenarnya bisa saja memenangkan pertarungan. Pasalnya, Shoto hanya menggunakan esnya dan hal tersebut terbukti tidak cukup kuat untuk melawan One For All milik Deku.
Shoto menolak menggunakan apinya karena kebenciannya terhadap Endeavour. Shoto tidak mau menggunakan kekuatan yang diwariskan oleh ayahnya. Shoto juga menolak untuk dikenal sebagai pahlawan dengan kekuatan api seperti ayahnya.
Untungnya, Deku sangat mengerti trauma yang dialami oleh Shoto. Sepanjang pertarungan, Deku terus memprovokasi Shoto untuk menggunakan api. Dengan begitu, Shoto mau berdamai dengan kekuatannya sendiri.
Ketika Deku berhasil membuat Shoto semakin terpojok, Shoto akhirnya menggunakan kekuatan api untuk pertama kalinya. Meski sedikit tidak terkendali, kekuatan api Shoto terbukti tidak kalah kuat dengan kekuatan esnya. Sementara Deku harus mengorbankan kemenangannya, misi Deku untuk menyelamatkan Shoto berhasil.
2. Shoto mengalahkan Dabi

Dari semua pertarungan dalam perang terakhir, pertarungan antara Shoto dan Dabi jadi salah satu yang paling epik dan emosional. Pertarungan antara Shoto dan Dabi bukan lagi pertarungan antara pahlawan melawan penjahat. Namun, pertarungan ini sudah murni menjadi konflik internal keluarga Todoroki.
Dalam pertarungan tersebut, tujuan Dabi hanyalah untuk balas dendam pada keluarganya. Dengan apinya yang lebih panas dari api Endeavour, Dabi membakar tubuhnya sendiri dan siap meledak bersama keluarganya. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Endeavour, selain memeluk putra pertamanya sambil berharap ledakan Dabi tidak akan mengenai keluarganya.
Namun, situasi berubah ketika Shoto yang mengambil alih pertarungan. Shoto berhasil menggagalkan serangan bunuh diri Dabi dengan membekukan kakaknya tersebut. Meski hal itu tidak menyelamatkan Dabi dari apinya, Shoto berhasil menyelamatkan keluarga mereka.
1. Shoto menanyakan makanan favorit Dabi

Setelah perang berakhir, Dabi ditahan dalam kondisi yang mengenaskan. Akibat apinya sendiri, Dabi sekarang bahkan tidak bisa hidup tanpa alat bantu. Jangankan beraktivitas, Dabi bahkan kesulitan untuk berbicara.
Sebelum seri berakhir, keluarga Todoroki sempat mengunjungi penjahat bernama asli Toya Todoroki tersebut. Di sini, Endeavour mengatakan bahwa dirinya sudah berhenti menjadi pahlawan dan akan mengunjungi Toya setiap hari. Untuk pertama kalinya, Endeavour juga mengakui bahwa api Toya selalu lebih panas dari api miliknya.
Meski begitu, Toya tetap menolak untuk memaafkan ayahnya. Menurutnya, meminta maaf setelah semua hal yang terjadi pada keluarga Todoroki tidak akan mengubah apa-apa. Bahkan, Toya juga menghina ayahnya dengan mengatakan bahwa Endeavour hanyalah seorang pengecut.
Ketika Dabi sudah mencapai batasnya, sesi pertemuan terpaksa harus diakhiri. Namun, sebelum keluarga Todoroki meninggalkan Dabi, Shoto sempat menanyakan hal kecil yang sangat menyentuh hati Dabi. Di sini, Shoto menanyakan apa makanan favorit kakaknya.
Dabi menjawab soba dan Shoto tersenyum setelah mengetahui bahwa makanan favorit mereka ternyata sama. Hal ini menunjukkan bahwa Shoto tidak pernah membenci kakaknya atau menganggap Dabi sebagai penjahat. Sebagai seorang adik, Shoto justru ingin lebih dekat dan mengenal kakaknya.
Dari bekerja sama dengan rivalnya hingga menanyakan pertanyaan kecil pada kakaknya, Shoto telah memperlihatkan perkembangan karakter yang luar biasa. Memulai seri sebagai orang yang dingin, Shoto berubah menjadi salah satu karakter paling dewasa dalam seri. Jadi, bagaimana menurutmu? Dari kelima momen Shoto Todoroki dalam My Hero Academia di atas, mana yang paling kamu suka?


















