8 Momen Upin & Ipin Berantem, Rupanya Gak Selalu Akur!

Sebagai karakter utama di serialnya, Upin dan Ipin dikenal sebagai dua bocah bersaudara yang sangat dekat dan saling menyayangi. Dalam banyak momen, keduanya nyaris tak pernah terpisahkan. Bahkan, tempat duduk mereka di kelas pun selalu bersampingan. Padahal, di dunia nyata, kebanyakan saudara kandung (terlebih yang kembar), justru cenderung menjaga jarak di luar rumah, termasuk di lingkungan sekolah, seolah tak ingin terlalu menunjukkan kedekatan satu sama lain.
Meski dalam keseharian Upin dan Ipin tampak akrab, tidak canggung sebagai saudara, serta kerap memperlihatkan kedekatan lewat interaksi dan kontak fisik, nyatanya hubungan mereka tak selalu berjalan mulus. Ada beberapa momen ketika keduanya berselisih paham dan terlibat konflik kecil. Lantas, apa sebenarnya penyebab pertengkaran di antara Upin Ipin? Untuk mengetahuinya, yuk, simak pembahasan lengkapnya lewat artikel berikut!
1. Berebut buku ABC

Anak kembar memang sering sekali dibelikan satu barang yang sama, dengan alasan penghematan biaya dan agar mereka belajar saling berbagi. Hal itu pula yang dilakukan Kak Ros di episode "Dugaan". Niat awal membelikan kedua adiknya buku ABC agar mereka dapat membacanya sembari menunggu waktu berbuka puasa. Tak disangka, akibat cuma ada satu buah buku, Upin dan Ipin pun berakhir rebutan buku tersebut karena isi bukunya memang amat menarik dengan beragam objek yang hadir sesuai alfabet. Pertengkaran kecil mereka terhenti ketika keduanya sama-sama mengantuk dan akhirnya tertidur pulas.
2. Ipin menolak berbagi makanan pada Upin

Dalam episode “Tersentuh Hati”, Ipin diceritakan baru saja tertimpa musibah hingga salah satu kakinya patah dan harus menjalani perawatan serta beristirahat di rumah. Di masa pemulihan itu, beberapa kawan datang menjenguk sambil membawa buah tangan. Salah satunya adalah Mail, yang memberi Ipin ayam goreng dalam sebuah wadah. Melihat hidangan spesial yang tampak menggugah selera tersebut, Upin pun berniat mencicipi sedikit ayam goreng milik adiknya. Sayangnya, Ipin justru menolak berbagi, bukan hanya ayam goreng, tetapi juga semua pemberian lain yang ia terima. Sikap adiknya itu akhirnya membuat Upin merasa marah dan kecewa.
3. Upin pamer dirinya bisa bebas makan saat bulan puasa

Upin mendadak alami flu setelah bermain hujan-hujanan. Karena saat itu bertepatan dengan bulan Ramadan, Upin pun terpaksa libur berpuasa. Paginya, saat hendak berangkat sekolah, Ipin dibuat kaget ketika melihat Upin bisa makan ayam goreng dengan bebas sementara yang lain masih harus menahan lapar. Alih-alih merasa tidak enak, Upin justru memanfaatkan situasi tersebut dengan menggoda sekaligus memamerkan “keistimewaan” yang ia miliki pada sang adik. Sikap itu auto membuat Ipin kesal. Lalu, pada saat berbuka, Ipin berbalik membalas kelakuan Upin dengan menyindir bahwa orang yang tidak berpuasa tak semestinya duduk bareng dengan orang yang hendak berbuka.
4. Berselisih kecil saat ingin presentasi cita-cita

Gak cuma di rumah, pertengkaran kecil antara Upin dan Ipin juga pernah terjadi di sekolah. Awalnya, keduanya sempat cekcok ringan di tempat duduk karena salah paham mengira hanya salah satu dari mereka yang dipanggil maju ke depan kelas. Padahal, Cikgu Jasmin meminta keduanya untuk presentasi bersama. Setelah berdiri di depan kelas, konflik kecil kembali muncul karena Ipin merasa Upin sudah terlalu banyak bercerita soal cita-citanya sendiri, sementara Ipin masih belum kebagian sama sekali. Beruntung, Upin langsung berhenti presentasi ketika Ipin memprotes dirinya.
5. Upin marah pada Ipin yang tak mengerti maksud permintaannya

Dalam episode “Anak Bulan”, Upin awalnya meminta Ipin untuk mengajarinya cara menyelesaikan soal matematika yang dirasanya cukup sulit. Namun, alih-alih menjelaskan langkah-langkahnya, Ipin justru langsung menuliskan jawaban akhir di buku tugas Upin. Hal itu pun membuat Upin kesal karena merasa Ipin tidak memahami maksud permintaannya. Belum lagi, Upin menilai kalau tulisan tangan adiknya terlalu jelek. Sementara itu, Ipin terlihat biasa saja dan tidak menanggapi kemarahan abangnya secara berlebihan. Ia malah kembali menyinggung topik soal anak bulan. Upin yang masih terbawa emosi pun akhirnya menjawab pertanyaan adiknya dengan nada bicara yang agak ketus.
6. Saling rebutan penghapus

Banyak konflik yang terjadi di antara Upin dan Ipin disebabkan mereka sama-sama tidak mau mengalah soal kepemilikan barang. Termasuk benda sepele yang selalu ada di dalam tas sekolah, yaitu penghapus karet. Saat sedang sibuk menyiapkan keperluan sekolah dan menyadari bahwa penghapus belum dimasukkan ke tas masing-masing, keduanya pun mencari-cari hingga akhirnya menemukan satu buah penghapus di atas meja belajar. Karena melihatnya di waktu yang bersamaan dan jumlahnya hanya ada satu, Upin dan Ipin pun bertengkar memperebutkan benda kecil tersebut. Untungnya, Kak Ros datang membawa solusi dengan membagi dua penghapus karetnya agar adil sekaligus membuat adiknya berhenti bertengkar.
7. Bertengkar akibat tikar selamatan

Mengingat keesokannya sudah lebaran, Upin dan Ipin pun asyik bermain kembang api di halaman rumah. Namun, mendadak Kak Ros memanggil mereka berdua naik ke rumah. Rupanya, Upin dan Ipin ditugaskan menggelar tikar karena Opah akan mengadakan takbiran di rumah. Masalah muncul ketika keduanya tidak memahami cara menggelar karpet tersebut, sehingga karpetnya terus-terusan terlipat dan sulit dirapikan. Situasi itu memicu adu mulut kecil, di mana Upin mulai marah karena menganggap Ipin tidak becus, sementara Ipin merasa sang abang terlalu ketus saat memberi perintah.
8. Berantem karena pemutih sepatu

Pada episode "Belajar Lagi..?", ada momen ketika Upin memperlihatkan sepatu putih lamanya yang sudah usang pada Kak Ros, seakan memberi kode ingin dibelikan sepatu baru. Sang kakak yang mengamati bahwa sepatu adiknya masih layak pakai, memutuskan mengajari mereka cara memutihkan sepatu agar kembali terlihat bersih dan baru. Di sinilah permasalahan muncul, usai dibiarkan memutihkan sepatu mereka sendiri, tak lama ada kejadian ketika Ipin tak sengaja mengenai punggung tangan Upin dengan pemutih sepatu. Berakhir Upin balik melawan dan pertengkaran pun terus berlanjut dengan Ipin yang nekat menyiram Upin dengan cairan pemutih itu.
Bisa dilihat bahwa di balik betapa dekat dan akrabnya hubungan Upin dan Ipin sebagai saudara kakak beradik yang hanya berbeda waktu lahir lima menit, tetap ada konflik kecil yang muncul di antara mereka. Hal itu terasa wajar, mengingat usia keduanya yang masih anak-anak dan sama-sama punya ego serta keinginan sendiri. Meski begitu, pertengkaran mereka jarang berlarut-larut, karena Upin dan Ipin masih mampu menurunkan emosi dan menyelesaikan masalah dengan kepala yang relatif dingin. Di beberapa momen, peran orang dewasa seperti Kak Ros atau Opah juga kerap hadir sebagai penengah.


















