press conference pertunjukan musikal Senja Teduh Pelita, Rabu (3/6/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Meskipun menawarkan format yang unik, Nuya mengakui tidak semua karya musisi bisa dengan mudah diadaptasi menjadi sebuah musikal. Selain memiliki katalog lagu yang kuat, keberadaan fanbase yang loyal juga menjadi salah satu faktor utama yang mereka pertimbangkan. Hal ini pula yang mereka lihat dari Maliq & D’Essentials. Menurutnya, meski telah berkarier selama lebih dari dua dekade, basis penggemar grup musik tersebut tetap berkembang, bahkan mampu menjangkau generasi yang lebih muda.
“Selain musiknya kualitasnya bagus, lagu-lagunya menarik dan bervariasi yang berpotensi membentuk peristiwa-peristiwa yang dibutuhkan cerita, tapi memang di salah satunya juga karena Maliq itu fans-nya semakin lama semakin banyak dan sangat setia.”
Menurut Nuya, dalam hal ini fanbase pun tidak hanya dapat membantu mendatangkan penonton pada masa awal penjualan tiket. Lebih dari itu, mereka juga berperan memperkenalkan dunia musikal kepada audiens baru yang sebelumnya mungkin hanya datang sebagai penikmat musik.
“Dan aku rasa, fans-fans Maliq ini juga lah yang akan meng-influence untuk penikmat musikal baru yang berasal dari penikmat musik generasi baru juga.”
Pada akhirnya, bisa dikatakan bahwa kesuksesan pertunjukan musikal adaptasi lagu lahir dari kombinasi berbagai faktor, termasuk katalog lagu yang kuat, fanbase yang loyal, serta kemampuan menghadirkan pengalaman yang berbeda dari hiburan musik pada umumnya. Di tengah banyaknya pilihan konser, pertunjukan musikal pun menawarkan sesuatu yang tidak hanya dapat didengar saja, tetapi juga dapat dirasakan dan diikuti sebagai sebuah cerita.