5 MV JKT48 dengan Latar Jepang, Terbaru Ada Andai 'Ku Bukan Idola

- "So Long!" menjadi MV single pertama JKT48 yang syuting di Hokaido, dirilis untuk kelulusan Jessica Veranda.
- Single "Indahnya Senyum Manismu dst." menampilkan Shani Indira sebagai center dan syuting di Kanda University of International Studies, Chiba.
- Single "Flying High" mengeksplorasi lokasi unik di Jepang dengan 9 member senbatsu dan Zee sebagai center.
JKT48 adalah grup idola Indonesia yang lahir dari AKB48 Group yang semula hanya terdiri dari beberapa grup yang berbasis di Jepang. Selama belasan tahun, JKT48 sudah merilis puluhan MV single dan mengekplorasi berbagai lokasi indah di Indonesia.
Beberapa MV sinlge JKT48 juga ada yang menjalani proses syuting di Jepang. Tentunya, hal tersebut memberikan nilai tambah karena menghadirkan nuansa baru yang jarang ditemui pada MV single lainnya. Yuk, cari tahu ada MV single JKT48 apa saja yang memilih Jepang sebagai latar syutingnya!
1. So Long!

"So Long!" menjadi MV single JKT48 pertama yang melakukan proses syuting di Jepang, tepatnya di Hokaido. "So Long!" juga merupakan single pertama JKT48 yang dirilis khusus untuk kelulusan membernya, yaitu Jessica Veranda.
Hingga kini, "So Long!" masih memiliki ruang tersendiri di hati penggemar karena MV dan makna lagunya yang sangat memorable. Lagu ini terakhir kali dibawakan oleh JKT48 pada konser "The First Snow" pada Desember 2025.
2. Indahnya Senyum Manismu dst.

"Kesimpulan yang Sedikit Membuatku Malu Setelah Beberapa Hari Berpikir Akan Berubah Seperti Apakah Hubungan Kita Jika di Jalan Penuh Pohon Rindang Kukatakan Indahnya Senyum Manismu dalam Mimpiku" adalah judul single ke-17 JKT48. Karena sangat panjang, judul single yang dirilis pada tahun 2017 ini kemudian disingkat menjadi "Indahnya Senyum Manismu dst."
Single yang pertama kali menampilkan Shani Indira sebagai center ini dirilis tiga bulan setelah "So Long!" dan kembali membawa para senbatsunya menjalani syuting di Jepang. MV single ini memilih Kanda University of International Studies di Chiba sebagai lokasi syuting utama.
3. Flying High
Lima tahun berlalu sejak perilisan single "So Long!" dan "Indahnya Senyum Manismu dst.," JKT48 kembali merilis single dengan MV yang mengeksplorasi sejumlah lokasi unik di Jepang. Single bertajuk "Flying High" ini menampilkan teamLab Planets TOKYO, Tokyo International Forum, dan Cafe Crepe Laforet Harajuku sebagai latar syutingnya.
Senbatsu single "Flying High" hanya berjumlah 9 member dan mendapuk Zee sebagai center untuk pertama kalinya. "Flying High" menjadi single yang unik bagi JKT48 karena liriknya menggunakan bahasa Inggris secara penuh dan kostumnya disesuaikan dengan kepribadian para senbatsunya, berbeda jauh dari isshou atau seifuku JKT48 biasanya.
4. Magic Hour
"Magic Hour" memilih British Hills, sebuah hotel di Jepang dengan arsitektur bergaya Inggris, sebagai lokasi syuting MV sekaligus short movie-nya. Penggemar kala itu cukup kaget karena JKT48 mendadak merilis teaser untuk single baru tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Tak disangka, lagu serta MV ini justru diterima sangat baik oleh penggemar maupun masyarakat luas. Lirik lagu, kostum, serta latar MV single yang dicenteri oleh Marsha dan Zee ini benar-benar menjadi perpaduan yang sempurna.
5. Andai 'Ku Bukan Idola
Single "Andai 'Ku Bukan Idola" yang baru dirilis pada 4 Februari 2026 ini segera mencuri perhatian penggemar 48 group. Bagaimana tidak, JKT48 berkesempatan untuk melangsungkan proses syuting di Teater AKB48, bahkan menggunakan panggung bersejarah di dalamnya.
Selain di Teater AKB48, MV single ini juga kembali memanfaatkan arsitektur indah di Kanda University of International Studies sebagai lokasi syuting untuk scene profesi. Perilisan single ini menjadi awal yang baik untuk era JKT48 FIGHT! yang dimulai sejak awal tahun 2026.
Jepang menjadi negara yang spesial bagi seluruh member 48 group. Setelah merilis 5 single ini, apakah kedepannya JKT48 akan kembali mengeksplorasi Jepang sebagai lokasi syuting MV single mereka?


















