potret Nadin Amizah (dok. Sorai)
Di balik album Laika, Yang Ditinggalkan, Nadin Amizah mengaku melewati proses penggarapan yang cukup berat. Tidak hanya dirinya, orang-orang yang terlibat dalam pengerjaan album ini juga sempat kehabisan energi hingga merasa seperti zombie. Menurut Nadin, hal tersebut terjadi karena album ini mengangkat cerita yang sangat personal bagi mereka, terutama tentang fatherlessnes.
“Saat ini dikerjakan, rasanya drain out of energy dan itu bukan cuma aku. Jadi kita ngerjainnya sempat ada di fase di mana kita ngerasa udah kayak zombie,” lanjutnya.
Nadin tak menampik setelah akhirnya album ini akhirnya resmi dirilis pada 28 Agustus 2026, ia langsung merasa lega. Namun di sisi lain, beberapa orang lainnya masih harus berjuang pulih.
“Habis rilis rasanya aku udah jauh lebih lega. Tapi temen-temenku yang lain masih belum recover,” lanjutnya.
Bukan cuma soal fatherlessness, Nadin Amizah juga membagikan cerita di balik salah satu lagu dalam album Laika, Yang Ditinggalkan yang juga menguras emosinya karena terinspirasi dari banjir besar yang melanda Jakarta pada 2020 lalu. Menurut cerita Nadin, saat itu, rumahnya yang berada di sekitar Banjir Kanal Timur (BKT) turut terdampak. Di tengah situasi itu, ia mendengar kabar tentang jenazah tanpa identitas yang ditemukan di sekitar BKT dan tidak ada orang yang datang mencarinya.
Kisah tersebut membuat Nadin membayangkan betapa menyedihkannya jika seseorang meninggal dunia tanpa ada yang mengetahui identitasnya, bahkan tidak ada satu pun orang yang datang untuk mencari keberadaannya.
“Tidak ada yang tahu itu siapa, tidak ada yang mencari juga, tidak ada yang tahu namanya. Jadi kayak aku merasa, ‘Ya Allah, sesepi apa hidup kamu,” lanjut Nadin Amizah dengan nada emosional.
Perasaan sepi dan pilu yang muncul setelah mengetahui kabar itulah yang kemudian dituangkan Nadin ke dalam lagu “Ditemukan Sebuah Bangkai”.