Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
cuplikan adegan dalam film Sinners
cuplikan adegan dalam film Sinners (dok. Proximity Media/Sinners)

Intinya sih...

  • Film musikal Wicked: For Good gak masuk nominasi Oscar, termasuk pemeran utamanya, Cynthia Erivo dan Ariana Grande.

  • Nominasi Film Terbaik Oscar 2026 didominasi film olahraga dan horor, serta film internasional yang jarang mendapat nominasi.

  • Paul Mescal gagal masuk nominasi Aktor Pendukung Terbaik, sementara Jessie Buckley masih menjadi favorit untuk memenangkan penghargaan Aktris Terbaik.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Nominasi Academy Award ke-98 dalam rangka menghargai film-film terbaik tahun 2025 pada upacara penghargaan Oscar yang diselenggarakan pada tahun 2026, rupanya sudah diumumkan, nih. Yap, meskipun banyak di antara nominasinya gampang banget diprediksi, Oscar nyatanya selalu ngasih kejutan gak terduga.

Jika kamu mengikuti film-film terbaik tahun 2025, kamu pasti tahu, sih, seberapa baik kinerja film-film tersebut. Kamu pastinya mengharapkan film-film terbaik dan menjadi favoritmu masuk dalam nominasi Oscar. Atau aktor terbaik versi kamu yang masuk dalam kategori nominasi Oscar ini.

Seperti yang mungkin kamu tahu, nominasi Oscar itu sangat ketat. Jadi, di artikel kali ini kita akan membahas tentang pengabaian dan kejutan terbesar di antara nominasi Oscar. Nah, acara Oscar sendiri akan ditayangkan pada hari Minggu, (15/03/2026). Gak sabar, kan, siapa saja yang akan memenangkannya? Tapi sebelum itu, kita bahas dulu, yuk, apa saja nominasi Oscar yang bikin kamu gak habis pikir.

1. Film musikal yang dianggap terbaik justru gak masuk nominasi Oscar, bisa tebak?

cuplikan adegan dalam film The Testament of Ann Lee (dok. Annapurna Pictures/The Testament of Ann Lee)

Kamu pasti menebak kalau Wicked: For Good gak akan sesukses film pendahulunya yang lebih diterima dengan baik di Oscar (Wicked). Namun, Wicked: For Good lebih unggul secara pendapatan ketimbang film lain di tahun 2025. Sayangnya, Wicked: For Good gak masuk nominasi Oscar, lho. Ayo, kamu kaget gak. Apa sudah bisa nebak?

Cynthia Erivo dan Ariana Grande sendiri gak masuk nominasi Oscar 2026, nih. Tapi yang lebih ngenes lagi, Wicked: For Good diabaikan dalam kategori nominasi seperti Desain Kostum Terbaik. Para juri Oscar lebih menyukai kostum alien CGI dari film Avatar: Fire and Ash. Setidaknya nominasi internasional, seperti film Kokuho dari Jepang dan The Ugly Stepsister dari Norwegia, yang masuk nominasi Oscar untuk kategori Tata Rias dan Tata Rambut Terbaik. Dan ini di luar dugaan banyak pengamat film.

Di sisi lain, film The Testament of Ann Lee yang juga gak masuk nominasi memang sudah diprediksi, mengingat film ini gak masuk dalam daftar nominasi mana pun. Namun, banyak yang berpendapat kalau pemeran utamanya, yakni Amanda Seyfried, bisa masuk nominasi Oscar. Sayangnya, Amanda Seyfried ternyata gak masuk nominasi. Hal ini pun membuat para penggemar The Testament of Ann Lee kecewa.

Searchlight Pictures—distributor film yang berhasil memasukkan satu filmnya ke nominasi Film Terbaik dalam delapan upacara penghargaan Oscar terakhir sebelum Oscar 2026 ini ternyata gagal menerima satu pun nominasi Oscar untuk The Testament of Ann Lee, yang dianggap sebagai film terbaik dari segi artistiknya.

2. Nominasi Film Terbaik Oscar bergenre olahraga dan horor

cuplikan adegan dalam film F1 (dok. Apple Studios/F1)

Sebagian besar nominasi Oscar 2026 untuk Film Terbaik agaknya mudah diprediksi. Sinners, One Battle After Another, Marty Supreme, Hamnet, Frankenstein, dan Sentimental Value masuk dalam nominasi Film Terbaik. Di sisi lain, The Secret Agent digadang-gadang akan mengikuti jejak nominasi film Brasil tahun lalu, yakni I'm Still Here, setelah kesuksesan serupanya di Golden Globes. Kemudian ada Train Dreams yang merupakan film Sundance yang berpotensi sukses tahun ini, dan Bugonia yang termasuk di antara film-film karya Yorgos Lanthimos yang lebih gampang masuk nominasi Academy Award.

Namun, film It Was Just an Accident karya sutradara Iran, Jafar Panahi, justru dinominasikan untuk Skenario Asli Terbaik, tapi gak masuk nominasi Sutradara Terbaik. Nah, untuk film blockbuster-nya, Weapons menjadi film horor yang diprediksi akan memenangkan penghargaan Aktris Pendukung Terbaik untuk Amy Madigan. Namun, para juri Oscar 2026 justru menominasikan film F1 untuk Film Terbaik. F1 juga dinominasikan untuk Efek Visual Terbaik, Penyuntingan Film Terbaik, dan Tata Suara Terbaik.

Di sisi lain, bisa dibilang, ada tiga film internasional atau tiga film horor yang dinominasikan sebagai Film Terbaik Oscar 2026. Namun, hal ini dianggap janggal mengingat Oscar jarang banget ngasih lebih dari dua nominasi Film Terbaik untuk film horor.

3. Distributor film Neon mendominasi nominasi Oscar untuk kancah internasional, tapi film Neon yang paling populer justru gak masuk nominasi Oscar

cuplikan adegan dalam film No Other Choice (dok. CJ Entertainment/No Other Choice)

Dalam pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk distributor, Neon dianugerahi empat dari lima nominasi Oscar film Fitur Internasional Terbaik: Sentimental Value dari Norwegia, The Secret Agent dari Brasil, produksi bersama Prancis-Iran It Was Just an Accident, dan Sirāt dari Spanyol. Satu-satunya nominasi yang bukan dari Neon adalah film The Voice of Hind Rajab dari Tunisia, didistribusikan sendiri oleh perusahaan produksi WILLA tentang film dokumenter konflik Gaza yang memilukan itu.

Mengingat strategi Neon untuk menguasai hampir setiap pemenang penghargaan di festival internasional tahun 2025, kesuksesan Oscar untuk Neon juga bukan hal yang mengejutkan, sih. Nah, yang mengejutkan justru kenapa film internasional Neon yang paling populer gak masuk nominasi Oscar.

Film Korea Selatan yang dipilih sebagai perwakilan dari Korea Selatan untuk nominasi Oscar, sekaligus komedi gelap karya Park Chan-wook berjudul No Other Choice, pernah memenangkan penghargaan di Festival Film Internasional Toronto. Namun sayangnya, Academy Award gak menyukai karya Park ini. Film neo-noir-nya yang berjudul Decision to Leave (2022) juga gak masuk nominasi Oscar 2023.

4. Paul Mescal gagal mengalahkan Delroy Lindo di Oscar

cuplikan adegan dalam film Hamnet yang diperankan Paul Mescal (dok. Hera Pictures/Hamnet)

Jessie Buckley masih menjadi favorit untuk memenangkan penghargaan Aktris Terbaik karena aktingnya yang mengharukan sebagai Agnes Shakespeare dalam film Hamnet. Film yang menerima delapan nominasi Oscar 2026. Namun, lawan mainnya, Paul Mescal, justru gak masuk nominasi Aktor Pendukung Terbaik yang diharapkan untuk perannya sebagai William Shakespeare. Nama aktor Stellan Skarsgård dalam film Sentimental Value dan Jacob Elordi dalam film Frankenstein justru masuk nominasi sebagai Aktor Pendukung Terbaik. Kenapa, ya, Paul Mescal malah diabaikan dalam Academy Award?

Paul Mescal sendiri pernah dinominasikan di tiga ajang penghargaan besar sebelumnya. Namun, di ajang Oscar, aktor dari film Sinners, Delroy Lindo, berhasil masuk nominasi Oscar untuk Aktor Pendukung Terbaik dan mengalahkan Paul Mescal, yang justru gak masuk nominasi.

Ini bukan pertama kalinya Oscar lebih memilih aktor lama ketimbang aktor baru. Misalnya Judi Dench yang masuk nominasi Oscar dan mengalahkan Caitríona Balfe untuk film Belfast, atau Judd Hirsch mengalahkan Paul Dano untuk film The Fabelmans. Nominasi Delroy Lindo yang cukup mengejutkan ini mungkin sebagai sebuah penebusan karena Oscar pernah mengabaikannya dalam film Da 5 Bloods (2020).

5. Sinners memecahkan rekor nominasi Oscar, sementara One Battle After Another punya kegagalan besar di Oscar

cuplikan adegan dalam film Sinners (dok. Proximity Media/Sinners)

Film Sinners masuk 16 nominasi Oscar 2026, melampaui rekor 14 nominasi yang sebelumnya dipegang oleh film All About Eve, Titanic, dan La La Land. Drama vampir karya Ryan Coogler yang menggabungkan berbagai genre ini dinominasikan di hampir setiap kategori yang memenuhi syarat. Misalnya, efek yang digunakan untuk menggandakan Michael B. Jordan diakui memang keren, tapi yang bikin kaget adalah bahwa efek tersebut menerima nominasi ketimbang dengan CGI yang lebih baik, di misalnya, film Superman.

Film One Battle After Another, yang dianggap sebagai film favorit untuk memenangkan Film Terbaik, hampir menyamai jumlah tersebut dengan 13 nominasi. Film komedi aksi politik karya Paul Thomas Anderson ini hanya gagal masuk nominasi di empat kategori yang memenuhi syarat, tiga di antaranya bisa dibilang gak mengejutkan, seperti kategori Kostum Terbaik, karena film ini sebenarnya gak punya efek visual yang menonjol.

Ada pula aktris Chase Infiniti yang berperan sebagai Willa Ferguson dalam film One Battle after Another. Nah, namanya disebut-sebut akan muncul dalam nominasi Oscar. Namun, ia justru gak masuk nominasi.

Oscar memang kadang ngasig kejutan gak terduga bagi sineas film maupun pengamat film. Nah, inilah kenapa beberapa prediksi meleset jauh dan gak akurat dari beberapa ekspektasi pengamat film. Yap, mungkin termasuk prediksi kamu juga, nih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team