Penjelasan Ending Anaconda (2025), Nyambung dengan Film 90an?

- Anaconda (2025) adalah "spiritual sequel" yang terhubung dengan Anaconda (1997)
- Film ini menampilkan obsesi masa kecil, persahabatan, dan ending manis yang menggugah emosi
- Kemunculan Jennifer Lopez di akhir film menunjukkan potensi sekuel yang disiapkan dengan sengaja
Anaconda (2025) bukanlah reboot atau remake langsung dari film kultus tahun 1997, melainkan "spritual sequel" yang sadar diri dan sengaja dibuat konyol dari film aslinya. Alih-alih mengulang formula lama, film ini mengikuti dua sahabat masa kecil yang tumbuh besar dengan obsesi terhadap Anaconda dan memutuskan untuk pergi ke Amerika Selatan demi membuat film versi mereka sendiri.
Meski dibalut dengan humor meta, petualangan absurd, dan selingan twist kecil, film ini justru menutup ceritanya dengan akhir yang surprisingly manis. Bahkan, Anaconda (2025) menemukan cara cerdik untuk mengaitkan dirinya langsung dengan film tahun 1997 lewat kemunculan bintang-bintang lamanya. Jadi, apa sebenarnya makna ending film ini?
Artikel ini mengandung spoiler!
1. Apakah Anaconda (2025) terhubung dengan Anaconda (1997)?

Anaconda (2025) sendiri berlatar di dunia di mana film Anaconda (1997) benar-benar dibuat dan menjadi inspirasi hidup bagi Griff (Paul Rudd) dan Doug (Jack Black). Obsesi itulah yang mendorong mereka untuk membuat versi "indie" dari kisah ular raksasa di Amazon.
Di tengah perjalanan, mereka bahkan bertemu dengan kru produksi yang sedang mengerjakan pembuatan ulang waralaba Anaconda. Seperti nasib buruk yang berulang, kru tersebut diserang ular raksasa dan sebagian besar tewas. Dari tragedi itu, satu penyintas muncul: Ice Cube.
Ice Cube membantu para tokoh utama dan mengungkap bahwa dua bintang film asli lainnya, Jennifer Lopez dan Eric Stoltz, juga terlibat dalam insiden tersebut. Ia kemudian pergi sendirian untuk mencoba menyelamatkan mereka. Di akhir film, montase memastikan bahwa Ice Cube selamat. Nasib Eric Stoltz dibiarkan ambigu, tetapi satu hal dipastikan: Jennifer Lopez juga berhasil bertahan hidup.
Puncaknya ada di adegan penutup. J.Lo mendatangi Doug dan bertanya apakah ia sutradara di balik film Anaconda ilegal yang viral dan meraih penghargaan. Alih-alih marah, ia justru terkesan dan merekrut Doug untuk menyutradarai proyek film berikutnya. Doug pingsan karena kaget, menutup film dengan punchline yang hangat sekaligus absurd.
2. Makna sebenarnya dari ending Anaconda (2025)

Di balik segala kekonyolan, Anaconda (2025) adalah film tentang persahabatan. Hubungan antara Griff dan teman-teman masa kecilnya menjadi inti emosional cerita. Griff memang sempat mengejar mimpi Hollywood dan "berhasil" di permukaan. Namun, film ini perlahan membongkar bahwa ambisi itu membuatnya kehilangan koneksi dengan orang-orang yang dulu paling berarti.
Doug, Kenny, dan Claire mewakili mimpi yang terhambat, rasa tertinggal, dan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Sepanjang film, Griff dipaksa mengakui kegagalannya sebagai teman, bukan sebagai seniman. Klimaks emosionalnya bukan saat ular dikalahkan, melainkan ketika Griff dan Doug akhirnya mengakui persahabatan mereka yang retak.
Semua itu berujung pada hadiah simbolis: Griff mendapatkan kembali perannya di serial drama polisi Los Angeles, dan Doug didatangi oleh J.Lo. Pesan akhirnya jelas, bahwa monster terbesar bukan ular raksasa di Amazon. Anaconda adalah metafora untuk rasa sesal yang merayap perlahan ke dalam sanubari ketika mimpi-mimpi kita tidak terwujud di usia tua.
3. Potensi sekuel Anaconda (2025) di masa depan

Kemunculan Jennifer Lopez di akhir film jelas bukan sekadar lelucon. Cameo tersebut sengaja disiapkan sebagai pintu menuju sekuel. Sutradara Tom Gormican bahkan menyebutnya sebagai "sistem sekuel."
Dalam wawancara dengan ScreenRant, Gormican menegaskan bahwa Anaconda (2025) dibuat sebagai surat cinta untuk film aslinya, bukan parodi sinis. Ketika ia menyampaikan niat itu kepada Jennifer Lopez, sang aktris langsung setuju bergabung setelah memastikan film ini tidak bermaksud mengolok-olok Anaconda (1997).
"Dia (J.Lo) berkata, 'Kalau begitu aku setuju,' lalu masuk. Dia memiliki aura yang luar biasa. Dan kurasa Jack (Black) dan aku sama-sama berpikir, 'Ya Tuhan, sungguh luar biasa dia ada di sini'," ucapnya.
Gormican juga mengaku sangat ingin membuat sekuel. Namun dengan satu syarat: film ini harus cukup ditonton agar sekuelnya layak secara komersial. Dengan fondasi meta, humor, dan karakter yang sudah diperkenalkan, potensi cerita lanjutan terbuka lebar, baik dengan Doug sebagai sutradara baru maupun reuni lebih besar dengan wajah-wajah lama.



















