Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penjelasan Ending Hamnet dan Mitos Orpheus Menurut Sutradara

Penjelasan Ending Hamnet dan Mitos Orpheus Menurut Sutradara
Hamnet (dok. Focus Features/Hamnet)
Intinya Sih
  • Film Hamnet menggambarkan hubungan emosional William Shakespeare dan istrinya Agnes, dengan kisah yang terinspirasi dari tragedi kematian putra mereka serta simbolisme mitologi Yunani Orpheus dan Eurydice.
  • Unsur supernatural muncul melalui karakter Agnes yang dianggap penyihir dan penglihatan spiritualnya, menambah ambiguitas antara realitas dan emosi dalam tema kehidupan serta kematian.
  • Sutradara Chloé Zhao menjelaskan bahwa ending film melambangkan proses pelepasan duka, di mana adegan teater menjadi simbol kebersamaan dan penerimaan atas kepergian Hamnet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernah bertanya-tanya dari mana asal kalimat legendaris "To be or not to be"? Pertanyaan eksistensial itu menjadi dasar emosional dari film Hamnet. Tayang di Indonesia sejak 27 Februari 2026, film ini menghadirkan kisah yang menyentuh tentang keluarga William Shakespeare dan tragedi yang mengubah hidup mereka selamanya.

Diadaptasi dari novel Maggie O'Farrell, Hamnet menyoroti hubungan William Shakespeare dengan istrinya Agnes serta kematian putra mereka yang menjadi luka besar dalam keluarga tersebut. Menonton film ini membuat saya menerka-nerka maknanya. Sebab, akhir filmnya penuh dengan simbolisme, mulai dari mitologi Yunani hingga unsur spiritual yang membuat ceritanya terasa lebih dalam. Buat kamu yang penasaran, ini penjelasan ending-nya.

Awas, artikel ini mengandung spoiler Hamnet!

1. Mitos Orpheus di film Hamnet

Hamnet, Golden Globes 2026.jpg
Hamnet (dok. Focus Features/Hamnet)

Salah satu tema penting dalam Hamnet sebenarnya sudah diperkenalkan sejak awal film ketika William pertama kali mencoba merayu Agnes. Saat Agnes memintanya membuktikan bahwa ia seorang pendongeng, William menceritakan kisah "Orpheus dan Eurydice." Momen itu terlihat romantis, tetapi sebenarnya menjadi foreshadowing bagi salah satu adegan paling emosional di akhir film.

Dalam klimaks cerita, William memerankan hantu ayah Hamlet di atas panggung saat pementasan drama Hamlet. Lewat peran tersebut, ia seolah menggunakan panggung teater untuk mengucapkan selamat tinggal kepada "putranya," sesuatu yang tidak sempat ia lakukan kepada Hamnet saat masih hidup. Saat itulah Agnes akhirnya memahami arti sebenarnya dari drama yang ditulis suaminya.

Ketika William berjalan meninggalkan panggung, Agnes memohon dengan lembut agar ia menoleh dan melihatnya. Momen ini jelas mengingatkan pada mitos Orpheus dan Eurydice. Dalam mitologi Yunani, tragedi terjadi ketika Orpheus menoleh ke belakang untuk melihat Eurydice dan akhirnya kehilangan kekasihnya selamanya. Namun dalam Hamnet, sutradara Chloé Zhao justru membalik makna tersebut.

Jika dalam mitos Orpheus menoleh karena keraguan, William menoleh karena Agnes memintanya melakukannya. Ia tidak menoleh karena takut kehilangan, melainkan karena diyakinkan bahwa orang yang ia cintai masih berada di sisinya. Dengan cara ini, Zhao memberikan peran aktif kepada Agnes dalam cerita, menjadikannya sosok yang membantu suaminya dalam menghadapi kesedihan.

2. Maksud unsur gaib dalam film Hamnet, benarkah Agnes penyihir?

Biodata dan Profil Singkat Jessie Buckley.jpg
Hamnet (dok. Focus Features/Hamnet)

Salah satu elemen paling menarik dalam Hamnet adalah sentuhan supernarutal yang terasa samar sepanjang film. Di desa tempat mereka tinggal, Agnes sering dituduh sebagai penyihir hutan seperti ibunya. Agnes sendiri tidak pernah mengaku sebagai penyihir, tetapi hubungannya dengan alam memang berbeda dari orang lain.

Salah satu hal yang paling mencolok adalah keyakinan Agnes bahwa ia hanya akan memiliki dua anak hingga akhir hidupnya. Setelah kematian Hamnet, ramalan tersebut terasa seperti menjadi kenyataan. Beberapa penglihatannya tentang William dan Hamnet juga terasa seperti petunjuk tentang masa depan. Ia pernah melihat potensi besar dalam diri William untuk menjelajahi dunia baru.

Menariknya, Hamnet sendiri juga terlihat memiliki sentuhan supernatural. Saat saudara kembarnya, Judith, jatuh sakit, ia berdoa agar Sang Maut menjemput dirinya saja. Ketika ia akhirnya jatuh sakit dan meninggal, Hamnet percaya bahwa ia benar-benar telah menukar takdir dengan saudara perempuannya. Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling menyedihkan dalam film.

Film tidak pernah memberikan jawaban pasti apakah unsur gaib itu benar-benar nyata atau hanya interpretasi emosional karakter. Namun, ambiguitas tersebut justru menambah kedalaman tema tentang kehidupan dan kematian.

3. Penjelasan ending Hamnet menurut Chloé Zhao

Biodata dan Profil Jessie Buckley, Pemeran Istri Shakespeare di Hamnet.jpg
Hamnet (dok. Focus Features/Hamnet)

Dalam wawancaranya dengan IndieWire pada 5 Januari 2026, Chloé Zhao menjelaskan bahwa adegan akhir Hamnet terinspirasi dari tradisi bercerita kuno. Menurutnya, dalam banyak tradisi masyarakat adat, orang berkumpul di sekitar api unggun sementara seorang pencerita atau dukun menyampaikan kisah kepada semua orang yang hadir.

Konsep kebersamaan inilah yang ingin ia hadirkan dalam adegan klimaks di Hamnet. Zhao menjelaskan bahwa karakter Hamlet dalam pertunjukan tersebut menjadi simbol bagi Hamnet sendiri. Dalam adegan itu, Hamlet terlihat seperti terjebak di antara hidup dan mati.

"Dia (Hamlet/Hamnet) sangat kesakitan, tetapi dia tidak bisa melepaskan diri karena kekosongan itu sangat menakutkan," ujar Zhao.

Menurutnya, kondisi Hamlet mencerminkan Hamnet yang terjebak karena ibunya belum mampu merelakannya pergi. Sampai akhirnya, Agnes mengulurkan tangannya kepada Hamlet di atas panggung. Tindakan tersebut bukan berarti ia benar-benar menyentuh putranya, melainkan simbol bahwa ia akhirnya mengikhlaskan Hamnet.

"Dia mengulurkan tangan untuk mengatakan, 'Aku memberi kekuatan untuk melepaskanmu,'" jelas Zhao.

Ketika para penonton di teater ikut mengulurkan tangan mereka, adegan tersebut berubah menjadi momen kebersamaan yang emosional. Dalam interpretasi Zhao, saat semua orang menyentuh Hamlet, momen itu menciptakan kedamaian. Ketakutan akan kematian perlahan berubah menjadi penerimaan.

Setelah adegan itu, Hamlet akhirnya bisa melepaskan dirinya. Dan pada saat bersamaan, Agnes juga akhirnya mampu merelakan Hamnet pergi ke dunia lain.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Latest in Hype

See More