Lyodra: Lagu Pop Ballad Banyak Disukai Orang Indonesia Karena Relate

Jakarta, IDN Times - Di tengah derasnya arus musik dan tren viral yang silih berganti, lagu-lagu pop ballad tetap memiliki tempat istimewa di hati pendengar Indonesia. Saat menelusuri tren musik di Spotify Indonesia, lagu-lagu pop ballad masih terus merajai chart.
Contohnya, lagu “Jangan Paksa Rindu (Beda)” dari Ifan Seventeen yang terus merangkak naik hingga menempati posisi #1 Top Spotify Indonesia per Senin (27/4/2026). Sementara itu, “Bahagia Lagi” dari Piche Kota juga ikut masuk lima besar.
Gak sampai di situ saja, daya tahan pop ballad di platform streaming tersebut juga terpantau sangat kuat. Per Selasa (28/4/2026), lagu “Tak Segampang Itu” dari Anggi Marito bahkan telah menembus 731 juta streams. Ada juga Lyodra dengan “Pesan Terakhir” yang telah mencapai 639 juta streams. Gokil.
Nah, sebagai salah satu penyanyi dengan lagu pop ballad yang memiliki jumlah streams yang fantastis, Lyodra pun membagikan pandangannya terkait alasan mengapa genre tersebut mudah diterima dan menjadi favorit orang Indonesia.
Table of Content
1. Alasan lagu pop-ballad banyak disukai orang Indonesia, Lyodra: Ada storytelling dan banyak yang merasa relate

Sebagai penyanyi yang cukup konsisten merilis lagu-lagu pop ballad, Lyodra Ginting turut membagikan pandangannya soal mengapa genre tersebut lebih mudah diterima dan banyak disukai oleh orang Indonesia. Dalam media visit di kantor IDN, Senin (27/4/2026), Lyodra menilai bahwa pendengar Indonesia memang cenderung menyukai lagu pop-ballad karena mengandung unsur storytelling yang kuat.
“Karena kita orang-orang Indonesia suka story ya, storytelling gitu itu tuh masuk banget di kita,” kata Lyodra.
Menurutnya, lagu-lagu pop ballad juga terasa lebih relatable karena banyak pendengar merasa pernah mengalami hal yang sama. Dari situ, ia menilai bahwa lagu bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang bagi pendengar untuk mengekspresikan perasaan yang sulit diungkapkan secara langsung.
“Lagu-lagu pop ballad juga lebih banyak yang relate ya. Kayak ‘Iya aku juga pernah ngerasain gitu.’ Dan lain-lain gitu, mereka suka, ‘Ternyata aku gak sendiri ya. Walaupun kalau misalnya diomongin susah, tapi lewat lagu ini bisa mengungkapkan perasaan aku yang sebenarnya.’ The power of lagu tuh gitu,” lanjutnya.
2. Lyodra merasa nyaman bernyanyi di genre pop-ballad

Sambil tersenyum, Lyodra menceritakan bahwa ia memang menikmati dan merasa nyaman dengan genre pop ballad yang selama ini telah membentuk imej-nya. Menurutnya, genre tersebut juga sesuai dengan karakter musikalnya, sehingga ia masih ingin terus berkarya di ranah pop ballad.
“Lebih ke karakter aku kali ya. Jadi memang aku suka di genre ini dan untuk sekarang aku masih pengin main di sini,” ungkap penyanyi kelahiran Medan tersebut.
Setelah sukses dengan karya-karya pop ballad sebelumnya, Lyodra pun siap membuat pendengarnya menjadi galau berjemaah lagi lewat lagu terbarunya berjudul “Pura-Pura” yang akan dirilis pada 30 April 2026. Ia menjanjikan, lagu ini akan menghadirkan rasa perih bagi pendengar, apalagi karena diciptakan oleh Andmesh Kamaleng yang juga dikenal kuat di genre pop ballad.
Menariknya, walaupun karya-karya pop ballad sebelumnya mendapat sambutan besar, Lyodra mengaku tidak merasa terbebani. Sebaliknya, ia justru semakin bersemangat untuk terus merilis karya-karya baru, lho.
“Terbebani sih gak, justru malah semangat. Apalagi nih? Jadi kayak kemarin baru rilis Teganya Kau, terus kemarin-kemarin juga baru rilis Bodohnya Aku dan sekarang kayak ada di “Pura-Pura” aja. Cepet juga sih. Next-nya apalagi ya? Ngerjain apalagi ya?“ ungkapnya.
3. Gak bosan nyanyiin lagu yang sama terus pas manggung

Sebagai penyanyi dengan jadwal manggung yang cukup padat, Lyodra memang kerap membawakan lagu-lagu yang sama di berbagai kesempatan. Namun, ia mengaku hal tersebut tidak membuatnya cepat merasa bosan.
“Ada momennya. Cuma gak apa-apa lah. Tapi gak sebosan itu sih,” kata Lyodra dengan santai.
Menurutnya, setiap penampilan tetap terasa berbeda karena lokasi, audiens, hingga jenis acaranya selalu berubah. Mulai dari festival, acara gathering, hingga penampilan di pernikahan, semuanya memberikan suasana yang unik. Karena itu, ia tetap menikmati setiap kesempatan tampil dan memilih untuk mensyukurinya.
“Sebenarnya, walaupun mungkin udah dibawa entah ke berapa kali, cuma mungkin karena tempatnya beda-beda, audiensnya beda-beda dan panggungnya beda-beda, jadi gak akan kerasa bosan banget sih. Jadi beda-beda semua. Bersyukur aja.”













![[QUIZ] Lagu Tim JKT48 Mana yang Paling Gambarkanmu, Passion, Love atau Dream?](https://image.idntimes.com/post/20260427/upload_d2d5b0fe18b0572421c5f61b721b5a91_f475230f-5a3c-46db-8023-8cd120acd863.jpg)



