Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
The Housemaid 3.jpg
The Housemaid (dok. Lionsgate/The Housemaid)

Intinya sih...

  • Enzo memiliki peran lebih aktif dalam novel daripada dalam film, membuat versi film terasa lebih ringkas.

  • Hubungan romantis antara Nina dan Enzo lebih jelas dalam novel, sementara film memangkas relasi ini untuk fokus pada konflik utama.

  • Karakter Evelyn Winchester muncul lebih sering dalam film daripada dalam novel, memperkuat tema trauma antar-generasi dalam keluarga Winchester.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

The Housemaid resmi tayang di bioskop Indonesia sejak 31 Desember 2025. Film thriller-erotis yang dibintangi Sydney Sweeney dan Amanda Seyfried ini merupakan adaptasi dari novel laris berjudul sama karya Freida McFadden. Disutradarai Paul Feig dengan naskah adaptasi oleh Rebecca Sonnenshine, versi film The Housemaid melakukan sejumlah perubahan signifikan.

Beberapa di antaranya membuat cerita lebih sadis jika dibandingkan versi novel, meski benang merah kisahnya tetap sama. The Housemaid sendiri mengisahkan perempuan dengan masa lalu kelam, Millie, yang mencoba memulai hidup baru sebagai ART keluarga kaya yang menyimpan rahasia. Berikut tujuh perbedaan utama antara The Housemaid versi film dan novelnya.

Awas, artikel ini mengandung spoiler film The Housemaid!

1. Enzo bekerja sama dengan Millie dalam buku

The Housemaid (dok. Lionsgate/The Housemaid)

Dalam film, Enzo (Michele Morrone) hanya berperan sebagai tukang kebun keluarga Winchester yang samar-samar memperingatkan Millie soal sisi gelap Andrew (Brandon Sklenar). Perannya cenderung pasif dan lebih banyak mengamati. Sebaliknya di novel, Enzo jauh lebih aktif.

Ia tak cuma menyadari bahaya Andrew, tetapi juga benar-benar berusaha membantu Millie. Enzo bahkan mengatur wawancara Millie untuk pekerjaan baru setelah semua kejadian mengerikan berakhir. Perubahan ini membuat versi film terasa lebih ringkas, tapi mengurangi peran Enzo sebagai sekutu Millie.

2. Nina dan Enzo berhubungan di dalam buku

Film hanya mengisyaratkan adanya hubungan romantis antara Nina (Amanda Seyfried) dan Enzo. Namun di novel, hubungan keduanya jauh lebih jelas dan menjadi bagian penting dari cerita. Mereka bahkan menjalin hubungan seksual, dan Enzo lah yang meyakinkan Nina untuk kembali menjemput Millie, bukan Cecilia.

Dalam film, relasi ini dipangkas agar fokus tetap pada dinamika Millie–Nina–Andrew. Dampaknya, Enzo terasa lebih minor, sementara cerita menjadi lebih terpusat pada konflik utama tanpa komplikasi orang keempat.

3. Evelyn Winchester lebih sering muncul dalam film

The Housemaid (dok. Lionsgate/The Housemaid)

Karakter Evelyn, ibu Andrew, mendapat porsi jauh lebih besar di versi film. Diperankan Elizabeth Perkins, Evelyn hadir langsung dalam timeline utama sebagai sosok perfeksionis yang sering merendahkan Nina dan membela putranya.

Di novel, Evelyn lebih seperti bayangan masa lalu Andrew. Ia hanya muncul dalam kilas balik dan pemakaman. Film memilih menampilkan Evelyn secara aktif, bahkan memberi adegan penutup yang mengisyaratkan kecurigaannya terhadap Nina dan Millie. Perubahan ini memperkuat tema trauma antar-generasi dalam keluarga Winchester.

4. Tuduhan pencurian: toko vs mobil

The Housemaid (dok. Lionsgate/The Housemaid)

Dalam novel, Nina secara anonim melaporkan Millie sebagai pencuri di toko bahan makanan, membuat Millie diikuti dan dipermalukan. Adegan ini relatif sederhana, tetapi efektif secara psikologis. Film meningkatkan tensinya.

Nina meminjamkan mobilnya kepada Millie, lalu melaporkannya sebagai kendaraan curian. Akibatnya, Millie ditangkap polisi. Versi ini jauh lebih dramatis, memperdalam rasa isolasi Millie, sekaligus membuka jalan bagi Andrew untuk tampil sebagai "penyelamat" bagi Millie.

5. Cara Millie disiksa berbeda dari buku

The Housemaid (dok. Lionsgate/The Housemaid)

Dalam novel, Millie dikurung di loteng karena membaca buku yang dilarang Andrew. Hukumannya kejam, tetapi masih relatif implisit. Film memilih jalur yang lebih sadis.

Setelah Millie menjatuhkan piring porselen milik keluarga Winchester, Andrew memaksanya untuk melukai perutnya sendiri dengan pecahan piring tersebut. Adegan ini jauh lebih mengerikan secara visual.

6. Hukuman untuk Andrew juga berbeda

Baik novel maupun film sama-sama menampilkan penyiksaan Andrew, termasuk adegan mencabut gigi dengan tang. Namun, detailnya berbeda.

Di novel, Andrew dipermalukan dengan hukuman simbolik menggunakan buku-buku. Sementara itu, film menggantinya dengan kehancuran benda-benda berharga keluarga dan ancaman dibakar hidup-hidup. Perubahan ini membuat versi film terasa lebih ekstrem.

7. Ending film yang berbeda dari versi buku

The Housemaid (dok. Lionsgate/The Housemaid)

Novel The Housemaid berakhir sunyi dan dingin. Andrew dibiarkan terkunci di loteng hingga mati dalam kondisi dehidrasi. Saat Nina datang membantu, semuanya sudah selesai. Kematian Andrew terasa sebagai pembunuhan berencana yang penuh perhitungan.

Film memilih klimaks yang lebih brutal dan intens. Andrew berhasil kabur dan menyerang Nina serta Millie. Nina memancingnya ke dekat pagar tangga, lalu Millie mendorongnya hingga tewas. Kematian ini terasa seperti tindakan membela diri alih-alih eksekusi dingin.

Perbedaan juga muncul pada sosok polisi yang mencurigai kematian Andrew. Dalam novel, dikisahkan kalau ayah Kathleen (mantan Andrew) adalah detektif yang ingin menjatuhkan Andrew. Di film, peran itu diubah menjadi saudara perempuan Kathleen yang akhirnya memilih menutup kasus. Perubahan ini menekankan tema solidaritas antarperempuan sebagai penutup cerita.

Editorial Team