Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perjuangan Voice of Baceprot di Musik Metal, Awalnya Punya 15 Anggota
potret Voice of Baceprot di Senayan City, Jumat (2/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • Voice of Baceprot menghadapi penolakan orangtua dan lingkungan pada awal karier karena mereka perempuan desa yang memainkan musik metal.

  • VoB awalnya memiliki sekitar 15 anggota, lalu menyusut menjadi tujuh hingga akhirnya Marsya, Widi, dan Sitti bertahan sebagai tiga personel.

  • Rasa ingin tahu terhadap perjalanan band serta musik sebagai ruang berekspresi membuat ketiganya terus menulis dan menyuarakan keresahan melalui karya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Di balik perjalanan musik mereka yang menginspirasi, Voice of Baceprot (VoB) ternyata melewati jalan yang gak selalu mulus. Sebelum dikenal sebagai band metal asal Garut, Jawa Barat yang berhasil tampil di berbagai panggung dunia, VoB sempat menghadapi penolakan dari keluarga hingga lingkungan sekitar, lho.

Pengalaman tersebut diungkap langsung oleh Marsya, Widi, dan Sitti dalam press conference yang berlangsung di Senayan City, Jumat (2/10/2026). Bahkan, berbagai dinamika yang mereka hadapi dihadapi di awal karier tersebut membuat VoB, yang awalnya beranggotakan sekitar 15 orang perlahan menyusut hingga akhirnya hanya bertahan dengan tiga personel.

1. VoB hadapi penolakan dari orangtua dan lingkungan di awal karier

potret Voice of Baceprot di Senayan City, Jumat (2/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Voice of Baceprot (VoB) mengenang kembali perjalanan awal karier mereka yang ternyata gak semulus seperti apa yang terlihat sekarang. Dengan mata berkaca-kaca, Marsya, vokalis sekaligus gitaris VoB mengungkapkan bahwa mereka sempat menghadapi penolakan dari orangtua hingga lingkungan sekitar.

Menurutnya, sebagai perempuan yang tinggal di desa dan memilih bermusik, keputusan mereka saat itu bukan hal yang mudah diterima. Apalagi, VoB memilih musik metal yang identik dengan suara keras, sehingga dinilai tak sesuai dengan penampilan mereka.

“Di awal kami pernah tidak dapat izin orangtua karena saat itu untuk perempuan, apalagi yang tinggal di desa, yang suka musik itu belum banyak, bahkan saat itu belum ada. Lalu selain itu juga sempat ditentang oleh lingkungan, terlebih musik yang kami bawakan termasuk musik keras dan dianggap tidak cocok dengan penampilan kami yang seperti ini,” kata Marsya.

2. Marsya ungkap awalnya VoB punya 15 personel

potret Voice of Baceprot di Senayan City, Jumat (2/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Penolakan dari orangtua hingga lingkungan itu pun memunculkan dinamika tersendiri yang membuat VoB terus kehilangan anggotanya. Menurut Marsya, pada awal terbentuknya, VoB memiliki 15 anggota. Namun, jumlah tersebut terus berkurang menjadi tujuh sebelum akhirnya hanya menyisakan tiga personel yang bertahan hingga kini.

“Jadi saat terbentuk itu VoB ber-15 orang, lalu akhirnya terkikis jadi 7, tapi akhirnya kami bertiga tetap teguh untuk melanjutkan VoB terus sampai hari ini,” lanjut vokalis sekaligus gitaris VoB tersebut.

3. Rasa ingin tahu dan pandangan soal musik sebagai wadah berekspresi menjadi salah satu hal yang membuat Marsya cs bertahan

potret Voice of Baceprot di Senayan City, Jumat (2/10/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam press conference tersebut, Marsya juga secara terbuka mengungkap alasan yang membuat dirinya, Widi, dan Sitti terus mempertahankan VoB. Nah, salah satunya berangkat dari rasa penasaran mereka untuk melihat sejauh mana perjalanan band tersebut dapat berkembang.

“Awalnya didorong rasa ingin tahu aja, karena kami selalu kayak bertanya-tanya, memang apa sih yang akan terjadi kalau kami teruskan band ini.”

Di samping itu, bagi mereka bertiga, musik juga menjadi ruang untuk mengekspresikan diri. Melalui lirik dan musik yang mereka ciptakan bersama, Marsya, Widi, dan Sitti merasa dapat menuangkan berbagai keresahan mereka.

“Kami bertiga menganggap bahwa musik telah jadi media yang bisa dibilang sangat berjasa dalam mewadahi ekspresi diri kami masing-masing. Jadi, kami bisa jadi diri sendiri lewat musik dan menuliskan apa yang jadi keresahan kami bertiga lewat lirik dan musik yang kami ciptakan bersama,” ungkap Marsya.

Pada akhirnya, musik tidak hanya menjadi jalan bagi VoB untuk terus bertahan, tetapi juga menjadi ruang bagi ketiga personelnya untuk menemukan, mengenali, dan menyuarakan diri mereka melalui karya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article