cuplikan KHW 400 di kanal YouTube Nadia Omara (youtube.com/nadiaomara)
Cerita bermula dari kehidupan keluarga Mbak Santi dan Mas Edo yang terlihat harmonis serta berkecukupan. Mereka memiliki seorang anak perempuan bernama Tata. Namun, kehidupan rumah tangga tersebut ternyata menyimpan masalah yang tidak diketahui banyak orang, termasuk dugaan kekerasan yang dialami Mbak Santi.
Situasi berubah setelah Mbak Santi meninggal dunia. Kematian tersebut awalnya dilaporkan sebagai bunuh diri, tetapi sejumlah kejanggalan membuat orang-orang terdekatnya curiga. Sementara itu, Mbak Maya mengetahui bahwa sahabatnya tersebut pernah mencurahkan masalah rumah tangganya, termasuk kekerasan yang dilakukan Mas Edo.
Setelah kematian Mbak Santi, berbagai kejadian mistis mulai muncul. Dewi mengalami kesurupan dan menyebut nama Edo. Sosok yang menyerupai Mbak Santi juga muncul menyampaikan pesan kepada orang-orang terdekatnya. Dimas yang tinggal bersama Mas Edo menyaksikan gangguan menyeramkan yang membuat kondisi pria tersebut semakin memburuk.
Kecurigaan keluarga semakin kuat ketika penyelidikan mengungkap kejanggalan dalam penanganan jenazah Mbak Santi. Orang-orang yang mengaku sebagai polisi dan dokter ternyata diduga bukan pihak berwenang dan tempat pemeriksaan disebut berkaitan dengan klinik aborsi ilegal. Temuan tersebut membuat keluarga semakin yakin, ada sesuatu yang sengaja ditutupi.
Kebenaran kemudian terungkap ketika Ahmad, seorang ustaz, melakukan rukiah terhadap Mas Edo. Dalam proses tersebut, terungkap bahwa Mas Edo terlibat praktik pesugihan. Mbak Santi ternyata dijadikan tumbal dalam praktik tersebut. Namun, karena kematian terjadi sebelum ritual, tumbal pengganti pun dibutuhkan dan Tata menjadi sasaran berikutnya.
Menjelang akhir cerita, Mas Edo mengalami penderitaan dan mulai menyesali perbuatannya. Ia disebut menolak menyerahkan Tata sebagai tumbal. Setelah Mas Edo meninggal, sebuah surat pengakuan ditemukan dan mengungkap bahwa ia membunuh Mbak Santi ketika istrinya hendak pergi membawa Tata setelah mengetahui rahasia pesugihan tersebut.
Surat itu juga menjelaskan bahwa kematian Mbak Santi ternyata berkaitan dengan rencana tumbal. Karena kematiannya tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh jin dalam praktik tersebut, Tata kemudian dituntut menjadi pengganti. Pada akhirnya, keluarga mengetahui kebenaran pahit di balik kematian Mbak Santi dan berusaha melanjutkan hidup. Tata pun tinggal bersama Fajar di rumah Mas Edo.