Small, Slow But Steady (dok. Nagoya Broadcasting Network/Small, Slow But Steady)
Dengan vibrasi kalem dan tenang, rasanya sulit percaya kalau Small, Slow But Steady merupakan film sport drama Jepang. Namun, itulah faktanya. Film ini berpusat pada Keiko, perempuan difabel rungu yang menemukan minat di cabor tinju. Keikutsertaannya di klub sempat bikin anggota lain kebingungan. Keiko bakal mendapat banyak masalah semisal ia nekat ikut kompetisi.
Ia tak bisa mendengar bel dan aba-aba lisan dari wasit yang bisa berbahaya serta berisiko. Namun, ia beruntung punya pelatih yang bersedia membantu dan memercayai talentanya. Masalah lain muncul ketika ring tinju tempatnya biasa berlatih terancam tutup karena ketiadaan dana. Film ini memang tak punya banyak konflik, lebih tepat disebut studi karakter si Keiko. Ada banyak simbolisme tersirat pula dalam film ini, seperti suara-suara bising di sekitar Keiko yang pada dasarnya tak ia dengar. Ini membuatnya jadi sosok unik yang bergeming di tengah berbagai keraguan.
Film sport drama memang kebanyakan dibuat dari perspektif atlet laki-laki. Rasanya masih sulit menemukan yang bisa mengangkat perempuan sebagai titik beratnya, apalagi konteksnya Asia. Ketiga film tadi bisa disebut rare gem dalam skena film Jepang dan Asia secara umum. Sudah nonton?