Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Film Dokumenter tentang Kolonialisme Mirip Pesta Babi

5 Film Dokumenter tentang Kolonialisme Mirip Pesta Babi
Behemoth (dok. Zhao Liang Studio/Behemoth)
Intinya Sih
  • Lima dokumenter ini menyorot dampak kolonialisme dan eksploitasi modern.

  • Ceritanya membahas ketimpangan sosial, perampasan sumber daya, dan kekerasan sistemik.

  • Film-film tersebut dapat membuka wawasan tentang legasi kolonialisme yang masih terasa hingga kini.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pesta Babi (2025) jadi salah satu topik yang sedang hangat dibicarakan beberapa waktu ini. Film dokumenter yang menyorot kebijakan ekonomi ekstraktif ala kolonial di Papua oleh pemerintah Indonesia ini tak pelak bikin penontonnya bergidik. Ia jadi bukti kalau kita belum benar-benar lepas dari penjajahan.

Tertarik menonton kisah serupa untuk membantumu memahami berbagai bentuk legasi kolonialisme pada era modern? Lima film dokumenter soal kolonialisme mirip Pesta Babi ini layak ditonton untuk melengkapi wawasanmu. Apa saja?

1. Behemoth (2015)

Behemoth
Behemoth (dok. Zhao Liang Studio/Behemoth)

Behemoth mengangkat topik serupa dengan Pesta Babi: kebijakan ekonomi ekstraktif yang merugikan penduduk lokal. Latarnya sebuah wilayah otonom di China bernama Mongolia Dalam. Film mengamati dalam diam berbagai eksploitasi sistemik yang dilakukan perusahaan batu bara di sebuah area. Bom-bom diledakkan, batu bara mentah diangkut, dan warga lokal dibiarkan menderita karena polusi parah dari aktivitas tersebut. Parahnya lagi, pekerja lokal tak pula bisa lepas dari kemiskinan meski tambang itu produktif.

  • Negara: China
  • Sutradara: Zhao Liang

2. The Territory (2022)

The Territory
The Territory (dok. National Geographic/The Territory)

Kolonialisme modern juga masif dilakukan di Brasil sampai sekarang. Korbannya tentu warga pribumi yang hidupnya bergantung kepada alam secara langsung. Dalam The Territory, kamu akan diajak mengikuti keseharian pemuda dari suku Uru-Eu-Wau-Wau di pedalaman Amazon yang tanpa lelah berjuang dan berpatroli mengamankan hutan dari petani serta pendatang. Kegiatan ekspansif mereka sering dilakukan tanpa izin legal dan pertimbangan ekologi yang matang. Hal tersebut mengancam kehidupan penduduk pribumi yang hidup dari hutan tersebut.

  • Negara: Brasil
  • Sutradara: Alex Pritz

3. I Am Not Your Negro (2016)

I Am Not Your Negro
I Am Not Your Negro (dok. Velvet Films.I Am Not Your Negro)

Mengadaptasi manuskrip penulis kulit hitam Amerika Serikat, James Baldwin, Raoul Peck mencoba menilik lagi legasi kolonialisme di negaranya. Itu dilakukannya lewat observasi berbagai kejadian dan tragedi yang menimpa warga kulit berwarna di AS. Dalam film ini, kita juga bisa melihat betapa lekatnya kolonialisme dengan kekerasan yang dipakai pelaku sebagai instrumen untuk mempertahankan dominasi. Tak pelak, aparat yang sering dipotret sebagai pelindung masyarakat sebenarnya tak pelak hanya melindungi kepentingan kelompok tertentu, yang dominan dan menguasai sumber daya.

  • Negara: Amerika Serikat
  • Sutradara: Raoul Peck

4. Dahomey (2024)

Dahomey
Dahomey (dok. MUBI/Dahomey)

Dahomey merupakan film yang mengulik legasi penjajahan Prancis atas negara-negara Afrika, salah satunya Benin yang dulu bernama Kerajaan Dahomey. Dalam film, kita akan diajak mengikuti proses pengembalian benda-benda bersejarah bernilai tinggi yang dicuri Prancis dari Benin selama era kolonial. Proses itu menimbulkan respons yang beragam. Ada yang menyambut baik, tetapi tak sedikit yang pesimistis dan menganggapnya sebagai aksi performatif belaka karena jumlah yang dikembalikan amat sedikit dibanding apa yang sudah Prancis curi.

  • Negara: Benin, Prancis, Senegal
  • Sutradara: Mati Diop

5. Mother Dao, the Turtlelike (1995)

Mother Dao, the Turtlelike
Mother Dao, the Turtlelike (dok. Film at Lincoln Center/Mother Dao, the Turtlelike)

Film ini merupakan kumpulan footage yang diambil seorang kameramen dari Belanda selama dekade 1920-an. Ia tanpa sengaja memperlihatkan ketimpangan sosial antara pendatang Eropa dengan penduduk pribumi di Nias. Selama 90 menit, kamu disuguhi aktivitas sehari-hari manusia pada era itu. Tampak tak berbahaya, tetapi begitu menyesakkan. Ini menjadi pengingat kalau kita tak seharusnya meromantisasi penjajahan dan ketidakadilan.

  • Negara: Indonesia
  • Sutradara: Vincent Monnikendam

Penjajahan memang bukan sesuatu yang normal dilakukan secara terang-terangan pada era modern. Rasanya, semua sudah berlalu lama. Namun, mengingat operasi itu dilakukan berabad-abad, kamu tak bisa memungkiri kalau legasi alias warisan itu masih ada dan terasa sampai sekarang. Kelima film dokumenter tentang kolonialisme mirip Pesta Babi tadi bisa jadi pembuka cakrawala dan mungkin jadi pengantar studi dekolonisasi untuk para penonton.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Related Articles

See More