5 Rekor Unik dalam Sejarah Grammy Awards

- Grammy pernah mencatat sejarah unik, seperti kemenangan lagu video game pertama lewat “Baba Yetu” dan pencabutan piala Grammy Milli Vanilli.
- Ada pula rekor ekstrem, mulai dari Chris Gehringer sebagai nomine terbanyak tanpa kemenangan hingga Aretha Franklin yang menang 1 kategori sebanyak 8 kali.
- Dalam kategori prestisius Big Four, hanya segelintir musisi seperti Christopher Cross dan Billie Eilish yang mampu menyapunya dalam semalam.
Menjelang Grammy Awards 2026, yang akan diadakan pada 1 Februari 2026 waktu setempat, kita bisa menyimak rekor-rekor unik yang pernah tercipta dalam sejarahnya. Ada apa saja? Pantau terus artikel ini sampai akhir agar pengetahuanmu tentang Grammy semakin dalam!
1. "Baba Yetu" adalah lagu video game pertama yang menang Grammy

Video game memang sangat jarang mendapat rekognisi dari Grammy. Namun, itu semua berubah dalam Grammy 2011. "Baba Yetu", lagu tema game Civilization IV, berhasil mencetak rekor sebagai lagu video game pertama yang tidak hanya meraih nominasi, tetapi juga memenangkan Grammy. Adapun, kategori yang dimenangkannya adalah Best Instrumental Arrangement Accompanying Vocalist(s), yang kini berubah nama menjadi Best Arrangement, Instrumental and Vocals.
Uniknya, Civilization IV sendiri dirilis pada 2005. Ini berarti "Baba Yetu" baru masuk Grammy 6 tahun setelah rilis. Alasannya karena "Baba Yetu" dirilis ulang pada Oktober 2009 oleh sang komposer, Christopher Tin, dalam album debutnya yang bertajuk Calling All Dawns. Grammy 2011 sendiri menganggap karya-karya yang dirilis pada periode 1 Oktober 2009—30 September 2010 layak. Itu sebabnya, "Baba Yetu" berhasil masuk nominasi.
2. Milli Vanilli menjadi pemenang pertama yang Grammynya dicabut

Milli Vanilli adalah duo R&B yang beranggotakan Fab Morvan dan Rob Pilatus. Mereka dikenal sebagai salah satu grup paling populer pada 1988—1990 dengan kedua album mereka, yaitu All of Nothing dan Girl You Know It's True, meraih kesuksesan komersial maupun kritik. Pencapaian tersebut mengantarkan mereka untuk membawa pulang piala Best New Artist Grammy 1990.
Akan tetapi, kesuksesan tersebut tak bertahan lama. Tuduhan-tuduhan yang mengeklaim bahwa Fab dan Rob sebenarnya hanya lip-synch dan tidak benar-benar bernyanyi rupanya terbukti benar. Secara resmi, The Recording Academy mencabut penghargaan Grammy Milli Vanilli pada 19 November 1990. Ini membuat mereka menjadi pemenang Grammy pertama—sejauh ini pun satu-satunya—yang penghargaannya dicabut.
3. Chris Gehringer merupakan peraih nominasi terbanyak yang tak pernah menang

Chris Gehringer adalah seorang mastering engineer yang telah bekerja sama dengan sederet musisi papan atas, termasuk Drake, Ed Sheeran, dan Rihanna. Ia meraih dua nominasi Grammy pertamanya pada 2012 berkat kontribusinya dalam Loud karya Rihanna dan Born This Way karya Lady Gaga. Kedua album tersebut dinominasikan sebagai Album of the Year.
Sayangnya, Chris masih belum pernah merasakan manisnya kemenangan Grammy hingga kini. Sejauh ini, ia telah mengumpulkan 22 nominasi, seperti "Stressed Out" karya Twenty One Pilots untuk Recording of the Year pada 2016 dan Future Nostalgia karya Dua Lipa untuk Album of the Year pada 2021. Tahun ini, Chris berpeluang untuk mengakhiri rentetan malang ini sebagai kontributor lagu "APT." karya Rosé dan Bruno Mars dalam Record of the Year.
4. Aretha Franklin merupakan pemenang satu kategori berturut-turut terbanyak

Dijuluki sebagai Queen of Soul, Aretha Franklin merupakan figur legendaris dalam sejarah musik. Ia dilabeli oleh Rolling Stone sebagai penyanyi terbaik sepanjang masa. Ia pun menjadi salah satu musisi terlaris sepanjang masa dengan lebih dari 75 juta rekaman. Ia juga menjadi musisi perempuan pertama yang dimasukkan ke Rock & Roll Hall of Fame.
Aretha memenangkan 18 dari 44 nominasi Grammy yang pernah diraihnya. Delapan di antaranya ia raih berturut-turut dalam kategori Best Female R&B Vocal Performance. Hingga kini, pencapaian luar biasanya ini masih sangat aman dari jangkauan siapa pun.
5. Christopher Cross dan Billie Eilish merupakan dua musisi yang meraih Big Four dalam semalam

Big Four dalam Grammy merujuk ke empat penghargaan paling prestisius, yakni Record of the Year, Album of the Year, Song of the Year, dan Best New Artist. Memenangkan salah satunya saja sudah sangat sulit, apalagi memenangkan keempatnya. Dalam sejarah Grammy, hanya ada tiga musisi yang pernah memenangkan empat kategori tersebut, yakni Adele, Christopher Cross, dan Billie Eilish.
Namun, dua nama terakhirlah yang berhasil menyabet Big Four dalam semalam. Christopher meraihnya pada 1981 dengan "Sailing" dan Christopher Cross. Sementara, Billie meraihnya pada 2020 dengan "bad guy" dan When We All Fall Asleep, Where Do We Go? Sementara itu, Adele pertama kali menang Best New Artist pada 2009, baru Record of the Year dan Song of the Year untuk "Rolling in the Deep", serta Album of the Year untuk 21 pada 2012. Uniknya, Norah Jones pernah meraih Big Four berkat Come Away with Me dan "Don't Know Why" pada 2003, tetapi tak berhak dapat Song of the Year mengingat "Don't Know Why" adalah lagu orisinal Jesse Harris yang dirilis pada 1999.
Kelima rekor unik di atas mengukir nama-nama mereka dalam sejarah ajang penghargaan musik terbesar. Siapa tahu, dalam Grammy 2026 bakal ada rekor unik baru yang tercipta. Kamu punya prediksi?


















