Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Review Avatar: Seven Havens, Sekarang Avatar Adalah Musuh Semua orang
still cut serial Avatar: Seven Havens (dok. Paramount+)
  • Avatar: Seven Havens berlatar 225 tahun setelah The Legend of Korra, ketika bencana membuat masyarakat bertahan di tujuh wilayah aman dan menyalahkan Korra.
  • Pavi, pengendali tanah muda yang menjadi Avatar baru, menyembunyikan identitasnya karena Avatar kini dibenci dan ditakuti, sambil mempelajari kekuatan serta tanggung jawabnya.
  • Serial mempertahankan nuansa visual khas Avatar dengan desain lebih sederhana, sementara cerita dirancang mudah diikuti penonton baru tanpa wajib menyaksikan serial sebelumnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagaimana kalau dunia yang selama ini kita kenal di dalam dunia Avatar sudah gak lagi jadi tempat yang amana? Orang-orang tidak lagi bebas bebas tinggal di mana saja, kekuatan yang dulu jadi bagian dari kehidupan sehari-hari kini hadir di tengah dunia yang porak-poranda. Sosok yang seharusnya membawa keseimbangan justru menjadi seseorang paling dibenci.

Gambaran inilah yang membuat serial animasi Avatar: Seven Havens sudah terasa berbeda sejak awal. Serial ini gak cuma mengajak kita kembali mengikuti petualangan para pengendali elemen saja. Ada dunia baru yang perlu dipahami, sejarah yang menyisakan banyak duka, hingga kehadiran Avatar muda baru bernama Pavi yang harus berjuang menempatkan dirinya di tengah masyarakat yang belum tentu menerima kehadirannya.

Buat kamu yang sudah menonton The Last Airbender dan The Legend of Korra, perubahan ini mungkin sangat menarik untuk diikuti. Namun, apakah Seven Havens mampu menghadirkan petualangan baru yang sama berkesannya dengan dua pendahulunya dengan perbedaan kondisi dunia yang kini tengah terjadi?

Sinopsis Avatar: Seven Havens (2026)

225 tahun setelah peristiwa The Legend of Korra, situasi dunia kini berubah drastis. Bencana dahsyat yang terjadi ketika itu membuat banyak orang kini sulit mencari tempat aman untuk tinggal. Mereka hanya mengandalkan Seven Havens, tujuh wilayah yang jadi satu-satunya tempat aman tanpa ada pilihan seperti mereka hidup di era kedamaian. Bencana yang hadir membutuhkan kambing hitam untuk disalahkan. Dan yang menjadi kambing hitam kali ini adalah Korra.

Di tengah masa ketika Avatar sudah bukan lagi dianggap penyelamat dan justru dituduh jadi biang bencana, muncul Pavi, seorang pengendali tanah muda yang mendapat takdir menjadi Avatar selanjutnya. Pavi tidak bisa menunjukkan identitasnya sebagai Avatar baru. Orang-orang gak akan menyambutnya, justru malah akan mengusirnya karena dianggap sebagai penerus Avatar yang terkutuk. Bagaimana cara Pavi meyakinkan dan mengembalikan lagi kepercayaan orang-orang?

Avatar: Seven Havens
2026
5/5★
Directed by Kenji Ono, Jen Bennett, Jasmine Goggins
ProducerMichael Dante DiMartino, Bryan Konietzko
WriterSehaj Sethi, Chad Quandt
Age RatingBO-A
GenreAnimasi, Aksi & Petualangan, Sci-fi & Fantasy, Keluarga
Duration22 menit Minutes
Release Date09-10-2026
Thememartial arts, cataclysm, twins, hunted, anime inspired
Production HouseAvatar Studios, Nickelodeon Animation Studio
Where to WatchParamount+
CastSaheli Khan, Aishwarya 'Aishu' Devan, Akshay Khanna, Major Curda, Sakina Jaffrey

Trailer Avatar: Seven Havens (2026)

1. Dunia Avatar berubah drastis, bagaimana Pavi bisa menemukan tempat yang tepat?

Salah satu daya tarik terbesar dari Avatar: Seven Havens adalah soal keberanian duo kreator Michael DiMartino dan Bryan Konietzko, untuk mengubah total dunia Avatar yang selama ini sudah dikenal baik oleh penonton. Serial ini berlatar pada 225 tahun setelah peristiwa The Legend of Korra, di mana kehidupan pascabencana yang dikaitkan dengan peristiwa dahsyat pada masa Korra tengah berjalan.

Usai peristiwa tersebut, kehidupan masyarakat pun berubah. Alih-alih tinggal bebas di berbagai wilayah seperti yang kita lihat di serial sebelumnya, kini mereka mencari perlindungan di tujuh kawasan yang dikenal sebagai Seven Havens. Tempat ini menjadi ruang teraman di tengah dunia yang sudah tidak lagi sama.

Di tengah keadaan itu, kita bertemu dengan Pavi, seorang pengendali tanah muda yang ternyata merupakan Avatar berikutnya. Tidak seperti cerita sebelumnya, di kondisi saat ini ternyata menjadi Avatar bukanlah sebuah anugerah. Hal itu terlihat dari Pavi yang pada tiga episode awal, harus menyembunyikan identitasnya karena sekarang keberadaan Avatar tidak diterima baik oleh masyarakat.

Situasi ini membuat perjalanan Pavi jadi menarik. Dia bukan hanya harus mengerti bagaimana mengendalikan kekuatan dan tanggung jawabnya sebagai Avatar, tapi juga harus menghadapi dunia yang memiliki alasan kuat untuk membenci dan takut terhadap sosok Avatar seperti dirinya.

2. Gaya animasi yang bikin nostalgia, tentu dengan berbagai perbedaan

Dunia mungkin bisa berubah drastis, tapi gaya animasi yang dipoles ternyata masih mempertahankan ciri khas animasi Avatar yang goresan-goresan animasinya terasa lembut dengan perpaduan warna-warna cerah tapi tidak mencolok. Namun, ada juga sedikit pendekatan berbeda dari gaya animasi The Legend of Korra.

Serial ini kelihatan menggunakan desain yang lebih sederhana. Gak berusaha membuat karakter 3D seperti nyata, tetapi tetap bisa menonjolkan dunianya yang khas. Namun di sisi lain, kesederhanaan itu terasa seperti membawa konsekuensi juga. Di era sekarang di mana studio animasi berlomba-lomba membuat visual senyata mungkin, animasi di Seven Havens ini jadi terlihat cukup datar.

Harapannya tentu ada pada bagaimana mereka menyajikan visual pertarungan-pertarungan yang melibatkan empat elemen, yang biasanya menghadirkan adegan menarik dan seru untuk diikuti. Meski begitu dari tiga episode yang dirilis perdana, belum begitu banyak menunjukkan adegan pertarungan intens yang bikin berdecak kagum atau sekadar membuat kamu mencondongkan badan ke depan tanda serius mengikuti pertarungannya.

3. Bisa dinikmati tanpa harus nonton The Last Airbender dan Legend of Korra

Mungkin ini bisa dibilang menjadi salah satu poin plus untuk Avatar: Seven Havens, di mana pendekatan cerita yang mereka buat untuk serial ini membuat Seven Havens jadi lebih mudah diikuti oleh penonton baru. Meski berkaitan erat dengan The Legend of Korra, menurut saya bukan jadi hal wajib untuk menonton terlebih dahulu serial sebelumnya. Sebab, Seven Havens memiliki titik awal untuk memahami konflik tanpa harus sepenuhnya bergantung pada nostalgia. Kita bisa tahu kalau Korra itu dianggap penyebab dari bencana dahsyat di kehidupan sekarang, dan kita juga tahu kenapa Pavi sampai harus menyembunyikan identitasnya sebagai Avatar semudah dengan menyaksikan episode pertamanya saja.

Pada akhirnya, Avatar: Seven Havens lebih terasa seperti awal dari sebuah petualangan baru daripada sekuel yang melanjutkan kisah serial sebelumnya.

Serial ini sudah punya dunia yang menarik untuk dijelajahi, tinggal bagaimana perjalanan karakternya bisa berkembang dengan memuaskan. Buat penggemar Avatar, perubahan ini justru bisa menjadi alasan kuat untuk kembali masuk dan menyelami alam semestanya. Apa yang saat ini tengah terjadi? Apa yang berbeda? Bagaimana Avatar bisa kembali merebut hati manusia dan membuktikan kalau selama ini hanya dijadikan kambing hitam? Pertanyaan-pertanyaan itu yang harusnya bisa terjawab di akhir perjalanan Pavi nantinya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article