Kehadiran Badut Gendong (2026) membawa napas segar untuk genre horor yang selama ini mendominasi perfilman Indonesia. Film garapan Charles Gozali ini tidak bergantung pada setan bermuka menyeramkan atau jumpscare murahan yang muncul lima menit sekali. Sebaliknya, film ini memilih jalur yang lebih kelam: kisah tragedi tentang manusia yang perlahan berubah menjadi monster.
Berada dalam semesta yang sama dengan Ustad Qodrat, Badut Gendong terasa seperti origin story untuk sosok antagonis besar di masa depan. Jika Qodrat (2022) adalah kisah tentang iman dan cahaya, maka film ini adalah tentang luka, kehilangan, dan manusia yang akhirnya menyerah pada kegelapan. Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangan film ini? Mari simak di bawah!