Reflektif. Mungkin kesan itulah yang bisa saya dapatkan setelah mengikuti sesi press screening film Indonesia terbaru berjudul Aku Sebelum Aku yang digelar di Senayan, Jakarta, Sabtu (11/7/2026) lalu. Selama film karya Gina S. Noer ini diputar, penonton diajak melihat bagaimana pola asuh keluarga hingga luka di masa lalu pada akhirnya dapat membentuk kepribadian seseorang.
Salah satu kekuatan Aku Sebelum Aku terletak pada cara film ini memotret hubungan ayah dan anak laki-laki yang kompleks. Meski bukan isu yang pertama diangkat di perfilman Tanah Air, film ini menghadirkan perspektif yang lebih dalam dengan menyoroti ekspektasi besar seorang ayah dapat berubah menjadi tekanan bagi anak. Selengkapnya, ini dia review film Aku Sebelum Aku.
