Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Review Film Aku Sebelum Aku: Drama Keluarga Kompleks Penuh Reflektif

Review Film Aku Sebelum Aku: Drama Keluarga Kompleks Penuh Reflektif
Poster film Aku Sebelum Aku (dok. Netflix/Aku Sebelum Aku)
Intinya Sih
  • Film Aku Sebelum Aku karya Gina S. Noer menyoroti hubungan kompleks ayah-anak serta dampak ekspektasi dan luka masa lalu terhadap pembentukan kepribadian seseorang.

  • Aksi Ringgo Agus Rahman dan Bima Sena berhasil menghidupkan dinamika emosional antara ayah dan anak, didukung akting para pemeran pendukung yang memperkaya cerita.

  • Visual sinematik dengan penggunaan dua jenis lensa dan latar Bandung memperkuat nuansa reflektif film yang kini dapat disaksikan di Netflix mulai 16 Juli 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Reflektif. Mungkin kesan itulah yang bisa saya dapatkan setelah mengikuti sesi press screening film Indonesia terbaru berjudul Aku Sebelum Aku yang digelar di Senayan, Jakarta, Sabtu (11/7/2026) lalu. Selama film karya Gina S. Noer ini diputar, penonton diajak melihat bagaimana pola asuh keluarga hingga luka di masa lalu pada akhirnya dapat membentuk kepribadian seseorang.

Salah satu kekuatan Aku Sebelum Aku terletak pada cara film ini memotret hubungan ayah dan anak laki-laki yang kompleks. Meski bukan isu yang pertama diangkat di perfilman Tanah Air, film ini menghadirkan perspektif yang lebih dalam dengan menyoroti ekspektasi besar seorang ayah dapat berubah menjadi tekanan bagi anak. Selengkapnya, ini dia review film Aku Sebelum Aku.

Sinopsis Aku Sebelum Aku (2026)

Aku Sebelum Aku mengisahkan Jati (Bima Sena), seorang anak SMP berprestasi yang memiliki kehidupan tampak sempurna serta menjadi kebanggaan orangtua dan sekolah. Namun, di balik gemilangnya prestasi yang didapatkan, ternyata Jati terbebani dengan ekspektasi ayahnya, Jaya (Ringgo Agus Rahman), yang amat berambisi dan menginginkannya terus meraih prestasi. Ekspektasi itu pun hadir karena Jaya menginginkan yang terbaik untuk Jati.

Suatu ketika, Jati mendadak mengalami serangan panik setelah menerima piala kompetisi bergengsi di sekolahnya. Kondisi yang dialami Jati membuat sang ibu, Ambu Asih (Prastiwi Dwiarti), tergerak menolongnya dengan mengenalkan lingkungan baru di sekolah lain. Ketika berada di tempat baru, Jati bertemu dengan teman-teman yang membawanya menemukan kembali diri sendiri.

Namun, Jaya tidak setuju Jati bersekolah di tempat baru dan situasi itu membuat konflik di antara mereka semakin pada puncaknya. Seiring berjalannya waktu, Jati mulai menemukan sebuah rahasia besar mengenai keluarganya yang selama ini tidak pernah diceritakan sang ayah.

Aku Sebelum Aku
2026
4/5
Directed by Gina S. Noer
Producer

Sigit Pratama & Anna Melani

Writer

Gina S. Noer

Age Rating

13+

Genre

Drama keluarga

Duration

127 Minutes

Release Date

16-07-2026

Theme

Hubungan keluarga, ayah-anak, trauma

Production House

Wahana Kreator

Where to Watch

Netflix

Cast

Bima Sena, Ringgo Agus Rahman, Widuri Puteri, Prastiwi Dwiarti, Aming Sugandhi

Trailer Aku Sebelum Aku (2026)

Cuplikan Film Aku Sebelum Aku

1. Menghadirkan cerita yang terasa dekat bagi sebagian orang

Cerita tentang besarnya ambisi dan ekspektasi dari seorang ayah kepada anaknya memang merupakan kekuatan terbesar yang ingin ditonjolkan dalam film ini. Tentunya, hal tersebut menjadi poin plus karena cerita yang dibawa jelas terasa dekat bagi kehidupan sebagian orang.

Dari segi cerita, saya tidak ada banyak komplain apa pun karena aspek tersebut tampak sudah dieksekusi secara baik dalam film ini. Lewat alur cerita yang disampaikan dengan jelas, penonton pun dapat mudah mengikuti dinamika yang terjadi antara Jati dan Jaya. Meski begitu, film ini tidak menyalahkan siapa pun di dalam ceritanya dan justru mengajak penonton melihat sisi yang dialami Jati di masa sekarang, dan apa yang pernah dirasakan Jaya di masa lalunya.

Kalau berbicara mengenai durasi, 127 menit untuk Aku Sebelum Aku bukanlah waktu yang sebentar. Namun, durasi tersebut sudah dirasa cukup untuk menyelami hubungan Jati dan Jaya sebagai ayah-anak. Bahkan, film ini turut menghadirkan cerita tentang pertemanan Jati, sampai dinamika hubungan keluarga Asa, teman di sekolah baru Jati, yang ternyata tidak kalah menarik perhatian.

2. Chemistry Ringgo Agus Rahman dan Bima Sena sebagai ayah-anak hidupkan cerita

Berhasilnya sebuah cerita yang tersampaikan pada penonton tidak lepas dari akting para aktor. Untungnya, Ringgo Agus Rahman mampu mengeksekusi karakter Jaya dengan sangat apik dalam film ini. Sedari menit-menit awal film berjalan, Ringgo sukses memperlihatkan sosok ayah yang terlihat benar-benar peduli pada Jati, tapi apa yang dilakukannya malah dapat menghancurkan mental anaknya tersebut secara perlahan.

Sementara itu, aktor muda Bima Sena juga mampu menerjemahkan karakter seorang Jati yang merasa tertekan dengan ambisi dan ekspektasi tinggi sang ayah. Melalui kemampuan akting yang terasa natural, penonton dapat langsung terkoneksi dengan apa yang dirasakan Jati saat ia menghadapi tekanan sang ayah sampai perasaan senangnya ketika menemukan lingkungan dan teman yang cocok dengannya. Chemistry-nya dengan Ringgo pun patut diacungi jempol karena mampu memainkan emosi penonton saat melihat keduanya beradu akting.

Tak hanya Ringgo dan Bima, film ini juga dihiasi beberapa karakter pendukung yang sudah sangat baik memainkan perannya. Misalnya Prastiwi Dwiarti sebagai Ambu Asih yang sudah pas dalam menunjukkan sosok ibu yang hadir bagi anaknya. Ada pula Aming yang lewat karakter Pak Juned dan Pak Zai berhasil mewarnai cerita, sampai Widuri Puteri sebagai Asa yang memberi penonton perspektif seorang remaja yang ingin mencari tahu sejarah keluarganya.

3. Visual kamera dan latar tempat yang mendukung cerita

Saya juga tidak memiliki komentar apa pun terhadap visual film Aku Sebelum Aku. Soalnya, visual yang tersaji sudah sangat cukup mendukung jalan cerita. Deska Binarso selaku penata kamera film ini menggunakan dua jenis lensa berbeda, yaitu lensa spherical untuk emosi Jaya, dan lensa anamorphic untuk Jati. Belum lagi ada pula kombinasi visual ala handycam yang ikut mewarnai film.

Di sisi lain, saya turut memuji pemilihan Bandung sebagai latar yang tampak cocok dan mendukung suasana. Visualisasi pemandangan Bandung sebagai latar cerita diperlihatkan dengan sangat indah di dalam film sehingga faktor inilah yang membuat penonton seperti masuk ke dalam cerita Jati dan Jaya dengan mudah.

4. Film Aku Sebelum Aku layak menjadi tontonan bagi keluarga

Sebagai penonton, kamu dapat memetik banyak pesan moral menyentuh dan penuh reflektif setelah menonton film ini. Hal itulah yang membuat Aku Sebelum Aku layak disaksikan, baik bersama keluarga maupun mereka yang baru saja menjadi sosok orangtua.

Aku Sebelum Aku juga tidak sekadar memperlihatkan kompleksitas hubungan ayah yang penuh ambisi dan ekspektasi tinggi dengan anak laki-lakinya. Cerita yang disuguhkan secara gak langsung membawa penonton lebih merenungkan lagi arti dari pengaruh trauma dan luka masa lalu yang membentuk kepribadian seseorang, serta betapa pentingnya untuk berdamai dengan luka tersebut agar tidak menjadi penyakit hati.

Film Aku Sebelum Aku sudah bisa disaksikan melalui Netflix mulai 16 Juli 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More