Dilan kembali, tapi bukan sebagai bocah SMA yang gemar menggombal di atas jok motor. Dalam Dilan ITB 1997 (2026), kita diajak bertemu versinya yang lebih matang. Kali ini, ia adalah seorang mahasiswa FSRD ITB yang berdiri di antara cinta, idealisme, dan situasi politik yang sedang bergejolak.
Sebagai lanjutan dari semesta Dilan, film garapan Fajar Bustomi dan Pidi Baiq ini mencoba melangkah ke fase yang lebih serius. Bukan lagi sekadar tentang jatuh cinta, tapi juga tentang memilih arah hidup saat dunia sekitar sedang berisik oleh perubahan besar. Pertanyaannya, apakah transformasi ini berhasil? Berikut review film ini dari IDN Times!
