Bagi mereka yang tumbuh pada era 1990-an hingga awal 2000-an, nama Street Fighter mungkin sudah tidak asing. Jauh sebelum diadaptasi menjadi film, Street Fighter lebih dikenal sebagai game pertarungan besutan Capcom yang populer di mesin arkade atau dingdong. Popularitas gim tersebut mendorong terciptanya film live action pertama pada 1994 yang dibintangi Jean-Claude Van Damme sebagai Guile dan Raul Julia sebagai Bison. Setelah itu, Hollywood kembali mengadaptasi waralaba ini lewat Street Fighter: The Legend of Chun-Li (2009), yang berfokus pada kisah Chun-Li.
Dari berbagai adaptasi tersebut, Street Fighter (2026) terasa lebih dekat dengan akar gimnya. Secara visual, penampilan para karakternya dibuat menyerupai versi yang dikenal penggemar. Ryu, misalnya, tampil dengan headband merah dan pakaian putih, sedangkan Ken mengenakan baju merahnya dengan rambut panjang. Guile juga hadir dengan rambut flattop khasnya dan pakaian bergaya militer. Bukan hanya penampilan, penggambaran Ryu dan Ken juga terasa lebih sesuai dengan identitas mereka sebagai petarung. Hal ini berbeda dari rilisan 1994 yang menggambarkan keduanya sebagai penipu yang mencoba mengelabui Sagat dengan menjual senjata palsu.
Kedekatan dengan gim juga terlihat dari jurus-jurus yang diperlihatkan tiap karakter. Chun-Li yang diperankan Callina Liang menjadi salah satu karakter yang menarik perhatian saya. Awalnya, saya mengira kehadirannya hanya menjadi pelengkap dan tidak akan banyak memperlihatkan kemampuan bertarungnya. Namun, perkiraan itu meleset setelah melihat kelincahannya saat melawan Vega dan anak buah M. Bison. Ketika menghadapi lawannya, Chun-Li begitu lihai memperlihatkan sejumlah jurus khasnya, seperti Spinning Bird Kick, Hundred Lightning Kicks, Falling Crane, hingga Hazanshu ditambah gerakan yang berakhir dengan posisi split.
Gak ketinggalan ada Ken yang menampilkan sejumlah jurus menarik, mulai dari Hell Wheel, Chin Buster, serta Shoryuken sembari melompat ke udara. Bahkan, salah satu bonus stage menghancurkan mobil yang ikonik di gim Street Fighter II juga diperagakan Ken. Sementara itu, Ryu memperlihatkan jurus Hadoken hingga Tatsumaki Senpu-Kyaku, yaitu tendangan berputar yang menjadi salah satu ciri khasnya. Kehadiran jurus-jurus tersebut tidak hanya melengkapi kemampuan para karakter, tetapi juga menjadi salah satu bentuk fan service untuk penggemar setianya.