Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Review Film Verity: Anne Hathaway Top, tapi Thriller-nya Kurang Intens
Potret Anne Hathaway untuk film Verity (dok. Amazon MGM Studios/Verity)
  • Verity mengisahkan Lowen Ashleigh, penulis bayangan yang menemukan otobiografi mengerikan Verity Crawford dan terseret dalam batas kabur antara kebenaran, manipulasi, obsesi, serta kenyataan.

  • Cerita misterinya dinilai seru, gelap, dan mudah diikuti penonton yang belum membaca novel, dengan kejutan efektif; namun intensitas sebagai psychological thriller masih tampak kurang kuat.

  • Anne Hathaway menonjol lewat karakter Verity yang manipulatif, sementara Dakota Johnson dan Josh Hartnett melengkapi dinamika karakter; film berdurasi 117 menit ini tayang di Indonesia sejak 30 September 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bioskop Indonesia kedatangan film psychological thriller terbaru dari Hollywood berjudul Verity. Film adaptasi dari novel terlaris karya Colleen Hoover ini menghadirkan jajaran cast besar yang menjadi salah satu daya tariknya, seperti Anne Hathaway, Dakota Johnson, serta Josh Hartnett.

Berdurasi sekitar 117 menit, Verity membawa penonton melihat kisah Lowen Ashleigh yang harus membedakan antara kebenaran dan manipulasi setelah membaca naskah autobiografi yang ditulis Verity Crawford. Secara keseluruhan, film ini tak hanya membawa kisah misterius, melainkan juga menghadirkan kejutan yang perlahan terungkap.

Lantas, bagaimana eksekusi cerita yang dibawa sutradara Michael Showalter dalam film Verity? Berikut review film Verity selengkapnya!

Sinopsis Verity (2026)

Verity mengikuti kisah seorang penulis bernama Lowen Ashleigh yang mendapatkan tawaran dari Jeremy Crawford untuk menjadi penulis bayangan bagi Verity Crawford. Penawaran itu datang setelah sang penulis ternama itu tak dapat menyelesaikan novelnya akibat mengalami kecelakaan.

Awalnya, Lowen khawatir fans setia akan dapat mengenali kalau novel tersebut tidak benar-benar ditulis Verity. Namun, Jeremy akhirnya berhasil meyakinkan Lowen untuk meneruskan buku tersebut. Setelah tawaran itu diterima, Lowen pindah ke kediaman keluarga Crawford yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan dan dipersilakan untuk bekerja di kantor Verity. Ketika ingin melakukan tugasnya, Lowen menemukan flashdisk berisi catatan autobiografi yang mengerikan.

Sejak itulah, Lowen bergulat dengan pengakuan-pengakuan yang mengganggu dan penuh liku mengenai suami Verity, Jeremy, serta kesulitan untuk membedakan antara fiksi dan kenyataan, manipulasi dan ketertarikan, serta peluang dan obsesi.

Verity
2026
4/5★
Directed by Michael Showalter
ProducerNick Antosca, Alex Hedlund, Stacey Sher, Michael Showalter, Jordana Mollick, Anne Hathaway, Colleen Hoover
WriterNick Antosca
Age Rating17+
GenreMisteri, Cerita Seru, Psychological Thriller
Duration117 Minutes
Release Date30-09-2026
ThemeAdaptasi novel, psychological thriller
Production HouseEat the Cat, Semi-Formal Productions, Somewhere Pictures, Shiny Penny Productions, Heartbones Entertainment
Where to WatchCGV, Cinema XXI, Cinepolis
CastAnne Hathaway, Dakota Johnson, Josh Hartnett, Brady Wagner, Ismael Cruz Cordova

Trailer Verity (2026)

1. Hadirkan cerita seru, kisah Verity bisa diikuti penonton yang belum baca novel

Jujur saja, saya belum pernah membaca satu halaman pun dari novel yang menjadi sumber adaptasi untuk film ini. Datang tanpa gambaran cerita maupun ekspektasi sebelum menonton ternyata tidaklah buruk. Pasalnya, penonton yang belum membaca novelnya dapat memahami isi cerita seiring durasi film terus berjalan.

Cerita yang disuguhkan dalam Verity secara garis besar terbilang seru. Nuansa kelamnya cukup terasa lewat berbagai konflik dan informasi yang tersaji di sepanjang cerita. Penonton pun dibuat bertanya-tanya tentang apa yang terjadi pada Verity Crawford dan Jeremy, serta seperti apa kebenaran di balik semuanya. Hal inilah yang membuat cerita film tetap menarik disaksikan sampai akhir.

Walau demikian, sebagai sebuah film psychological thriller, intensitas ketegangannya masih terasa kurang nendang. Alhasil, film ini lebih condong membuat penonton merasa penasaran dengan ceritanya ketimbang gelisah atau gak nyaman secara intens. Andai saja unsur ketegangannya dikemas lebih berani, pengalaman menonton Verity mungkin akan terasa jauh lebih menegangkan.

2. Akting Anne Hathaway bikin penonton terlarut dalam cerita

Verity menjadi salah satu film Anne Hathaway yang tayang pada 2026 ini setelah The Odyssey dan The Devil Wears Prada 2. Kalau membahas mengenai aktingnya di Verity, pemilihan Anne Hathaway sebagai salah satu pemain merupakan keputusan tepat. Pasalnya, aktris kelahiran 1982 itu mampu membawakan karakter Verity, terutama permainan manipulasinya, sehingga membuat cerita tampak menarik dan bikin penonton ikut terbawa suasana.

Di sisi lain, Dakota Johnson memang belum sekuat Anne Hathaway dalam membawakan karakternya, tetapi tetap mampu menjalankan perannya sebagai Lowen dengan baik. Perubahan karakter Lowen yang ditampilkan Johnson, mulai dari seorang penulis yang berniat membantu sampai kemudian terlibat dalam masalah, sudah terasa cukup mengalir sepanjang film.

Jangan lupakan pula kehadiran Josh Hartnett sebagai Jeremy dalam film ini. Meski aktingnya tidak terlalu menonjol kalau dibandingkan Hathaway, Hartnett mampu menampilkan beberapa layer pada Jerem sehingga karakternya terasa kompleks. Chemistry-nya dengan Anne Hathaway sebagai pasangan sudah terasa natural, begitu juga pada perkembangan hubungannya dengan Dakota Johnson yang memberi dinamika dalam cerita.

3. Kesimpulannya: Verity bukan tontonan yang ringan

Terlepas dari kekurangan dan kelebihannya, Verity mungkin bukan film terbaik di genrenya saat ini. Walau begitu, film ini tetap layak diberi kesempatan tampil di layar lebar. Bagi kamu yang telah membaca novelnya sampai tuntas, mungkin akan memiliki ekspektasi tertentu terhadap film Verity. Namun, buat kamu yang belum membaca novel aslinya, biarkan film ini membawamu mengikuti cerita dan berbagai kejutan dengan caranya sendiri.

Perlu diingat, Verity bukanlah sebuah tontonan yang ringan. Penonton diajak berpikir sembari menilai siapakah yang salah dan benar antara Lowen, Jeremy, atau bahkan Verity. Berangkat dari situ, film ini mungkin lebih cocok disaksikan kalau kamu memang sedang senggang agar bisa lebih fokus mengikuti alur ceritanya.

Satu lagi, meski film garapan Michael Showalter ini mendapatkan rating D17, saya secara pribadi merasa Verity lebih cocok disaksikan oleh penonton berusia 21 tahun ke atas. Verity sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 30 September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article