[REVIEW] Other Mommy, Niat Bikin Takut Malah Bikin Haru
![[REVIEW] Other Mommy, Niat Bikin Takut Malah Bikin Haru](https://image.idntimes.com/post/20261008/17471_789d020f-59da-4e61-b69b-be3e35b1753d.jpg)
- Other Mommy mengangkat teror entitas yang menyerupai Ursula untuk merasuki Bela, tetapi trailer dinilai membangun ekspektasi lewat adegan yang tidak muncul dalam versi film.
- Meski menghadirkan sekitar 50 jumpscare dan entitas yang agresif, horornya terasa hambar karena sejumlah adegan dianggap repetitif serta mengingatkan pada film lain.
- Potensi entitas yang sangat kuat berakhir antiklimaks, namun film ini justru menyentuh lewat drama keluarga tentang jarak ibu-anak, kejujuran, dan upaya mempertahankan keutuhan keluarga.
Kalau kamu ke bioskop buat nonton Other Mommy (2026) karena kepincut trailernya yang seram, rasanya kamu perlu menyesuaikan ekspektasi, deh. Secara cerita, film ini sebenarnya memiliki premis yang menjanjikan.
Other Mommy menyoroti teror entitas jahat yang menyerupai Ursula (Jessica Chastain) untuk merasuki tubuh anaknya, Bela (Arabella Olivia Clark).
Namun, nyatanya, versi full film yang dijejali puluhan jumpscare ini malah terasa hambar. Bukannya dibikin susah tidur gara-gara ending horor mencekam yang membekas, kita malah disuguhi drama keluarga dengan plot twist emosional.
Lantas, kenapa film ini malah gagal seram? Begini review film Other Mommy yang mungkin bisa menjadi pertimbanganmu sebelum menontonnya.
1. Jebakan trailer yang membuat ekspektasi tinggi

Other Mommy (dok. Universal Pictures/Other Mommy) Strategi promosi film horor masa kini terkadang bisa menjadi pedang bermata dua, dan Other Mommy adalah salah satu korbannya. Apa yang ingin kita lihat gara-gara cuplikan di trailer, nyatanya malah tidak ada dalam film penuhnya.
Adanya pemotongan adegan ini bisa dibilang sebagai kesalahan yang cukup fatal. Pasalnya, antusiasme penonton langsung runtuh ketika menyadari adegan yang paling ditunggu-tunggu justru absen saat ditonton di bioskop.
2. Eksekusi 50 jumpscare yang terasa hambar

Other Mommy (dok. Universal Pictures/Other Mommy) Kabar mengenai adanya puluhan jumpscare di sepanjang film memang menjadi daya tarik tersendiri. Film ini memang rajin mengagetkan penonton, apalagi pendekatannya terbilang berani dengan menampakkan entitas secara langsung.
Gak ada drama klise yang biasanya membuat penonton frustrasi karena hantu cuma bisa dilihat oleh satu korban utama. Entitas ini tampil cepat, agresif, dan terang-terangan.
Namun, sayangnya, meski formulanya menyegarkan, intensitas horornya tetap terasa kurang efektif. Selain itu, ada beberapa bagian yang seharusnya seram malah gagal memicu rasa takut karena rasanya seperti mengulang adegan dari film-film horor lainnya.
Sebut saja momen perubahan bentuk entitas yang mengingatkan kita pada film Coraline (2009) atau adegan Bela di lorong yang vibe-nya mirip dengan Insidious: Out of the Further (2026). Kamu sadar gak, nih?
3. Potensi entitas overpowered dengan eksekusi kurang maksimal

Other Mommy (dok. Universal Pictures/Other Mommy) Sosok entitas di Other Mommy sebenarnya memiliki profil yang sangat menakutkan, lho. Makhluk ini dapat berubah bentuk, mampu berkamuflase, berteleportasi, dan memiliki sifat manipulatif. Karakteristik ini seharusnya menjadi fondasi sempurna untuk menciptakan teror psikologis yang mengacak-acak pikiran penonton.
Namun, entah mengapa, entitas sekuat itu pada akhirnya malah dikalahkan dengan cara yang sederhana. Penyelesaian konflik di babak akhirnya terasa antiklimaks dan seolah tidak relevan dengan skala kekuatan besar yang sudah dibangun sejak awal.
4. Gagal menjadi horor mencekam, tapi berhasil menyentuh lewat pesan moral

Other Mommy (dok. Universal Pictures/Other Mommy) Di balik berbagai kelemahan pada elemen horornya, Other Mommy ternyata menyimpan sisi emosional yang tidak terduga. Dari awal, narasi film ini memang sudah menyoroti dinamika keluarga secara mendalam.
Ada banyak simbolisme tentang bagaimana sebuah keluarga mencoba menghadapi masalah dari dalam dan mempertahankan keutuhannya. Film ini mengupas isu tentang jarak antara ibu dan anak, serta pentingnya kejujuran untuk memperbaiki hubungan yang merenggang.
Plot twist dan resolusi konfliknya pada akhirnya memberikan validasi melalui perasaan karakternya, sekaligus meninggalkan kesan hangat di hati penonton.
Jadi, meskipun menurut beberapa penonton film ini jatuhnya gagal seram, nyatanya gak sedikit juga yang merasa puas karena teror jumpscare-nya tetap ngasih hiburan tersendiri. Other Mommy boleh banget dicoba buat nambah-nambah daftar pengalaman nonton horormu!






















