Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Review Serial House of the Dragon Season 3, Jadi Musim Paling Seru?
still cut serial House of the Dragon Season 3 (dok. HBO/House of the Dragon)

Setelah dinantikan selama dua tahun, HBO akhirnya merilis episode perdana dari serial House of the Dragon Season 3 pada Senin (22/6/2026). Musim baru ini melanjutkan cerita langsung dari peristiwa yang terjadi di ending musim dua, di mana perang armada laut antar dua kubu telah siap berperang.

Musim ketiga merupakan salah satu musim terakhir House of the Dragon sehingga fans mengantisipasinya dengan sangat tinggi. Selain menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menggantung di ending musim kedua, musim ketiga juga diharapkan memiliki beberapa perbaikan, salah satunya adalah kritik soal pacing cerita yang di dua musim sebelumnya dinilai sangat lambat. Bagaimana penilaian episode awal serial House of the Dragon Season 3 ini?

Sinopsis House of the Dragon Season 3 (2026)

Melanjutkan musim kedua, House of the Dragon Season 3 dimulai dengan Aegon II dan penasihatnya yang licik, Larys Strong, meninggalkan King's Landing sehingga membukan Aemond untuk merebut kekuasaan. Sementara itu, perang laut pun pecah. Armada kubu Rhaenyra Targaryen yang dipimpin oleh Corlys Velaryon harus menghadapi kekuatan Triarchy dalam pertempuran yang dikenal dengan nama Battle of the Gullet.

House of the Dragon
2026
4.2/5
Directed by Loni Peristere, Clare Kilner, Nina Lopez-Corrado, Andrij Parekh
ProducerRyan Condal, George R. R. Martin
WriterRyan Condal, Sara Hess, David Hancock, Philippa Goslett
Age Rating17+
GenreSci-fi & Fantasy, Drama, Aksi & Petualangan
Duration65 minute per episode Minutes
Release Date22-06-2026
Themebased on novel or book, kingdom, melancholy, prequel, dysfunctional family, knight, dragon, king, blunt, fantasy world, dark fantasy, power struggle, angry, aggressive, hopeless, grim, thoughtful, reflective, power madness, grimdark, suspenseful, apathetic, bold, disheartening, distressing, foreboding, tragic
Production HouseHBO, Bastard Sword, 1:26 Pictures, GRRM
Where to WatchHBO Max
CastMatt Smith, Emma D'Arcy, Olivia Cooke, Steve Toussaint, Rhys Ifans

Trailer House of the Dragon Season 3 (2026)

Review House of the Dragon Season 3 (2026)

1. Langsung dibuka dengan intensitas tinggi dari Battle of the Gullet

House of the Dragon Season 3 kayaknya gak mau banyak basa-basi. Gak ada acara bangun momentum pelan-pelan seperti musim-musim sebelumnya, episode perdana musim ketiga langsung mengirim kita ke salah satu pertempuran besar Westeros yaitu Battle of the Gullet. Meski gak setegang Battle of the Bastards atau Blackwater di Game of Thrones, tapi Battle of the Gullet tetap terasa epik dan brutal.

Pertempuran di laut dipenuhi dengan lontaran meriam, ratusan tembakan panah, asap yang mengepul dan ledakan api membuat perang ini sebagai salah satu episode pembuka musim House of the Dragon paling megah. Belum lagi ditambah dengan para penunggang naga seperti Jacaerys dan Baela, bikin pertempuran laut ini jadi makin intens dengan serangan-serangan api dari udara.

Ceritanya, koreografinya, sampai visualnya sangat memuaskan hingga bikin gak sabar untuk cepat-cepat rilis episode keduanya.

2. Pacing lambat di season 1 dan season 2 diperbaiki

Selama dua musim kemarin, House of the Dragon sebenarnya banyak mendapat kritik dari fans mengenai tempo penceritaan yang dirasa sangat lambat. Dengan durasi setiap episodenya yang mencapai satu jam, fans merasa masih banyak waktu yang terbuang untuk cerita dan adegan yang bahkan gak masuk ke inti cerita utama.

Seperti yang sudah disebut di atas, episode awal Season 3 ini gak pakai banyak basa-basi. Sehingga tempo penceritaannya jadi terasa lebih cepat dan to the point. Battle of the Gullet yang sudah narasinya sudah dibangun sejak musim kedua, di musim ketiga ini gak pakai flashback lagi tapi langsung melanjutkan dari cerita yang menggantung di ending musim kedua.

Kalau misalnya cara ini terus dipertahankan sampai akhir musim, kritik fans soal pacing lambat di dua musim sebelumnya akhirnya dipenuhi. Semoga saja setelah Battle of the Gullet nanti gak kembali ke setelan pabrik, ya.

3. Pacing cepat potensi menimbulkan plothole

Mengusung pacing cerita yang cepat, membuat tim produksi House of the Dragon Season 3 harus benar-benar teliti. Sebab, tempo cepat berpotensi besar menimbulkan plothole. Di episode pertama musim ini juga sebenarnya ada salah satu peran yang disoroti fans yaitu perannya para dragonseed baru. Ada beberapa komentar kalau perannya di episode pertama ini cukup gak berguna. Mereka cuma menunggu di hutan tanpa bisa mengambil keputusan sama sekali, mau terjun ke medan perang sekarang atau tetap pada rencana awal menunggu kedatangan Vhagar.

Peran mereka itu dibandingkan dengan cerita asli di bukunya, yang menurut para fans, jauh lebih berkontribusi dan aktif dalam selama Battle of the Gullet berlangsung. Takutnya kalau subplot ini gak segera 'dijahit' beririsan dengan inti cerita utama, karakter dan peran para dragonseed ini bakal jadi sebuah plothole atau peran yang terlupakan.

Secara keseluruhan, episode perdana House of the Dragon Season 3 cukup memuaskan karena mulai menggunakan tempo penceritaan cepat, serta megah dan intensnya Battle of the Gullet.

Editorial Team

Related Article