Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
cuplikan film Soenting Melajoe
poster film Soenting Melajoe (dok. TVRI/Soenting Melajoe)

Intinya sih...

  • Soenting Melajoe adalah film biopik tentang perjuangan Roehana Koeddoes

  • Film ini menampilkan pesan sosial yang tegas dan produksi lokal dengan kualitas nyaman di mata

  • Akhir yang penuh haru untuk Roehana Koeddoes, menyampaikan cerita penting tentang peran perempuan dan sejarah lokal

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Adalah Roehana Koeddoes, salah satu pahlawan nasional yang juga dikenal sebagai jurnalis perempuan pertama di Indonesia. Mengenang perjuangannya, Budi Darmawansyah dan Maqri Nelvi Lubis didukung oleh TVRI Sumatera Barat menggarap sebuah film bertajuk Soenting Melajoe.

IDN Times mendapat kesempatan untuk menyaksikan versi 30 menit yang sudah diedit hingga ending dalam acara diskusi bertema, "3 Wajah Roehana Koeddoes: Pahlawan Nasional, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia," yang digelar di kantor IDN HQ, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026). Berikut ulasannya.

Sinopsis film Soenting Melajoe

Soenting Melajoe berfokus pada perjuangan perempuan muda bernama Roehana Koeddoes. Ia senang mengajari perempuan lain untuk membaca dan menulis di awal tahun 1900-an. Aksinya ini menggebrak kebiasaan di masa tersebut, di mana perempuan masih hanya berurusan dengan dapur dan ranjang.

Kendati berhasil mendirikan Amai Setia dan surat kabar Soenting Melajoe, Roehana masih mengalami sejumlah kendala dan tantangan dalam memberdayakan kaum perempuan pada masa itu. Bagaimana Roehana Koeddoes menemukan jalan untuk tetap bisa memajukan perempuan dalam hal ilmu pengetahuan?

Soenting Melajoe
2023
3.5/5
Directed by Budi Darmawansyah, Maqri Nelvi Lubis
ProducerBudi Darmawansyah
WriterHendra Makmur
Age RatingSU
GenreBiopik
Duration75 menit Minutes
Release Date02-09-2023
ThemeSejarah, Jurnalis perempuan
Production HouseTVRI Sumatera Barat
Where to WatchYouTube TVRI Sumatera Barat
CastArdanela

Trailer film Soenting Melajoe

1. Soenting Melajoe menampilkan pesan sosial yang tegas

Bila kamu penggemar kisah sejarah, film Soenting Melajoe hadir sebagai pengingat akan peran perempuan di masa perjuangan. Sejak awal, pesan sosial sudah disampaikan secara blak-blakan lewat dialognya. Begitu pula lewat beberapa adegan yang menampilkan keterbatasan peran perempuan pada masa itu. Dari dapur, kasur, hingga pekerjaan rumah tangga saja.

Film ini juga menghadirkan fakta menarik yang menambah dimensi historis. Salah satunya adalah kemunculan tokoh Indonesia, Sutan Sjahrir, yang ternyata merupakan adik pendiri Soenting Melajoe, Roehana Koeddoes. Kehadiran karakter ini memberi perspektif tambahan terkait keluarga dan lingkungan sosial di sekeliling tokoh utamanya.

2. Produksi lokal dengan kualitas nyaman di mata

Dari sisi produksi, Soenting Melajoe termasuk film daerah yang kualitas visualnya tetap nyaman di mata. Color grading terasa natural dan alur cerita mengalir tanpa loncatan membingungkan, karena dibantu dengan teks penjelasan. Membantu akting dari beberapa aktor yang masih agak kaku di depan kamera.

Sayangnya, beberapa detail riasan terlihat kurang sesuai dengan zaman. Penulis salah fokus dengan penggunaan bulu mata palsu pada adegan awal yang seharusnya berlatar awal 1900-an. Kendati demikian, secara keseluruhan Soenting Melajoe masih menarik untuk ukuran film biopik lokal.

3. Akhir yang penuh haru untuk Roehana Koeddoes

Soenting Melajoe berhasil menyampaikan cerita penting tentang peran perempuan dan sejarah lokal dengan cara yang mudah diikuti. Salah satu momen paling menyentuh adalah dialog soal alasan pemilihan nama Soenting alias sunting sebagai nama surat kabarnya.

Alasan pemilihan nama tersebut bisa kamu temukan dalam versi lengkap dapat mengaksesnya di YouTube resmi TVRI Sumatera Barat. Filmnya terbagi menjadi empat bagian. Versi lengkap ini memungkinkan kamu untuk lebih mendalami cerita, memahami karakter, dan menikmati detail sejarah yang dihadirkan film dengan lebih utuh.

Selamat menonton!

Editorial Team