Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Reza Rahadian Beri Pesan Bagi Massa Demo: Jangan Sampai Terprovokasi!
Reza Rahadian dalam program wawancara Real Talk with Uni Lubis (IDN Times/Mikho Fridolin Siahaan)
  • Reza Rahadian mendukung masyarakat yang menyuarakan aspirasi melalui aksi demonstrasi, meski tidak bisa hadir langsung karena tanggung jawab lain.

  • Ia menyebut karya film sebagai salah satu cara menyampaikan perjuangan sesuai kemampuan pembuatnya.

  • Reza mengingatkan peserta aksi menjaga diri, situasi tetap damai dan kondusif, serta tidak terprovokasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (20/10/2026)

Reza Rahadian menyampaikan pernyataan kepada media saat ditemui dalam sesi doorstop. Ia membahas dukungan terhadap masyarakat yang menyuarakan aspirasi dan keinginannya untuk ikut aksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Reza Rahadian menyampaikan dukungan kepada masyarakat yang menyuarakan aspirasi melalui aksi demonstrasi.
  • Who?
    Reza Rahadian dan masyarakat yang turun langsung untuk menyampaikan aspirasi.
  • Where?
    Lokasi aksi demonstrasi masih belum diketahui.
  • When?
    Reza menyampaikan pernyataan tersebut pada Selasa (20/10/2026).
  • Why?
    Reza tidak dapat hadir karena memiliki tanggung jawab lain, tetapi tetap ingin mendukung perjuangan masyarakat.
  • How?
    Dukungan disampaikan melalui doa, karya film, serta imbauan agar aksi berlangsung damai, kondusif, dan tidak terprovokasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Reza Rahadian mendukung orang-orang yang ikut demo untuk menyampaikan aspirasi. Ia tidak bisa datang karena punya tanggung jawab lain. Ia bilang perjuangan juga bisa lewat film. Reza berdoa untuk mereka dan meminta semua orang menjaga diri, tetap damai, dan tidak mudah terprovokasi saat menyampaikan keinginan mereka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dukungan Reza Rahadian menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi dapat dilakukan melalui lebih dari satu cara. Ia menyebut karya film sebagai bentuk perjuangan sesuai kemampuan pembuatnya, sekaligus mengapresiasi anak-anak muda yang berani bersuara. Pesannya untuk menjaga aksi tetap damai dan kondusif juga menekankan pentingnya menyampaikan protes tanpa provokasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Reza Rahadian menyampaikan dukungannya kepada masyarakat yang terus menyuarakan aspirasi melalui aksi demonstrasi. Pesan tersebut ia sampaikan saat ditemui media dalam sesi doorstop di acara press screening film Laut Bercerita pada Selasa (20/10/2026).

Sejatinya pada momen yang sama, terjadi aksi unjuk rasa digelar di kawasan Tugu Tani, Jakarta, bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Meski berharap bisa ikut turun ke jalan, Reza mengaku memiliki tanggung jawab lain yang gak bisa ditinggalkan.

Ia pun menyampaikan pesan untuk masyarakat yang tengah menyuarakan aspirasi. Apa katanya?

1. Reza Rahadian menyebut film sebagai salah satu bentuk perjuangan

Reza Rahadian dalam press screening Laut Bercerita pada Selasa (20/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Terkait demo hari ini, Reza Rahadian menilai karya film bisa menjadi salah satu cara untuk menyampaikan perjuangan dan menyuarakan sesuatu sesuai dengan kemampuan para pembuatnya. Ia juga mengapresiasi anak-anak muda yang terus berani menyampaikan aspirasi demi masa depan yang lebih baik.

“Saya berharap bahwa teman-teman, saya tahu persis energi dari teman-teman yang bekerja dalam film ini juga adalah energi merawat ingatan, energi perjuangan gitu ya. Bentuk kecil dari perjuangan yang coba kami juga utarakan melalui sebuah karya film, sesuai dengan kemampuan kami," ujar Reza.

Ia lalu melanjutkan, "Tapi di luar itu, terima kasih ya teman-teman. Saya tahu pasti lelah, tapi kembali lagi saya selalu mengatakan bahwa adanya teman-teman muda yang terus memperjuangkan dan menyuarakan sesuatu itu adalah harapan tersendiri bahwa kita punya harapan untuk tentu mencapai titik di kemudian hari yang terus lebih baik."

2. Berharap bisa ikut aksi, tetapi ada tanggung jawab lain

Reza Rahadian dalam press screening Laut Bercerita pada Selasa (20/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Reza mengungkapkan keinginannya untuk bisa hadir dan bergabung bersama masyarakat yang sedang menyuarakan aspirasi di jalan hari ini. Namun, ia berhalangan karena ada tanggung jawab lain yang juga harus dijalankan.

“I wish, of course. Saya sangat-sangat berharap untuk bisa bersama-sama. Tapi tentu ada tanggung jawab yang lain yang juga tidak bisa ditinggalkan, gitu ya. Tapi doa dari hati yang paling dalam beserta kawan-kawan semua di sana, ya,” ujar Reza.

3. Reza Rahadian mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat menyuarakan aspirasi

Reza Rahadian dalam press screening Laut Bercerita pada Selasa (20/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Meski tak bisa hadir secara langsung, Reza tetap mengingatkan masyarakat agar berhati-hati selama mengikuti aksi. Ia berharap para peserta dapat menjaga diri dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, menjaga situasi tetap damai dan kondusif juga menjadi bagian penting dalam menyampaikan aspirasi. Dengan begitu, esensi dari protes yang dilakukan tetap terjaga.

“Hati-hati. Jaga situasi untuk bisa tetap kondusif. Karena menjaga esensi dari apa yang menjadi bentuk protes, bentuk aksi, itu juga terletak dari bagaimana saya yakin teman-teman membawa diri masing-masing. Jadi hati-hati, jangan… jangan sampai terprovokasi terutama oleh orang-orang tertentu yang tidak bertanggung jawab, gitu ya. Jadi menjaga situasi untuk bisa tetap berjalan dengan damai, kondusif, dan sakral," pungkasnya.

Reza sendiri pernah turun langsung untuk menyampaikan orasi politik pertamanya di atas mobil komando pada Agustus 2024 lalu. Lewat bersama massa 'Peringatan Darurat', ia mengkritik keras langkah DPR yang mencoba menganulir putusan MK melalui revisi RUU Pilkada. Aksi tersebut dilakukan untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ambang batas dan syarat usia pencalonan dalam Pilkada 2024.

Curated For You

Editorial Team

Related Article