5 Rock Anthem Ikonik yang Dirombak Jadi Lagu Pop Ringan

- Madonna merilis versi pop elektronik "American Pie" yang kehilangan kedalaman emosional dari aslinya.
- Britney Spears membawakan ulang "I Love Rock 'N' Roll" dengan aransemen pop modern awal 2000-an, membagi reaksi publik.
- Mariah Carey mengubah "Bringin' On The Heartbreak" menjadi balada pop R&B yang dramatis dan emosional, memberikan sudut pandang baru.
Musik rock dikenal dengan gitar tajam dan vokal penuh tenaga. Tapi di industri musik, tidak sedikit lagu rock legendaris yang kemudian dipoles ulang menjadi versi pop yang ringan dan lebih ramah radio. Hasilnya sering memicu perdebatan karena ada yang bilang segar, ada juga yang merasa ruh aslinya hilang.
Fenomena ini biasanya terjadi saat artis pop besar meng-cover atau mengaransemen ulang lagu rock ikonik dengan gaya mereka sendiri. Buat pendengar baru, versi pop ini terasa mudah dinikmati. Tapi bagi penggemar rock garis keras, perubahan itu kadang terasa seperti menumpulkan taring lagu aslinya. Kira-kira lagu rock apa saja yang dirombak jadi pop?
1. “American Pie” – Madonna
Lagu “American Pie” milik Don McLean adalah salah satu anthem rock paling sakral dalam sejarah musik. Versi aslinya panjang, puitis, dan sarat simbol budaya Amerika. Ketika Madonna merilis versi cover di tahun 2000, pendekatannya jauh berbeda. Lagu dipangkas seta diberi sentuhan pop elektronik yang membuatnya jauh lebih ringan.
Secara komersial, versinya tetap mendapat perhatian karena nama besar Madonna. Namun banyak penggemar rock merasa aransemen barunya kehilangan kedalaman emosional dari versi original. Meski begitu, tidak bisa dipungkiri bahwa Madonna berani mengambil risiko dengan menyentuh materi yang dianggap keramat oleh banyak orang.
2. “I Love Rock ‘N’ Roll” – Britney Spears
Versi Joan Jett dikenal kasar, berisik, dan penuh sikap memberontak. Lagu ini identik dengan semangat rock yang mentah dan percaya diri. Saat Britney Spears membawakan ulang lagu ini untuk soundtrack film, aransemennya dibuat lebih bersih dan dipoles dengan produksi pop modern awal 2000-an.
Britney tetap mempertahankan struktur dasar lagunya, tapi nuansa liarnya jelas berkurang. Vokalnya terdengar lebih pop dan terkontrol, tidak segarang versi Joan Jett. Reaksi publik pun terbelah, fans Britney menikmati versinya, sementara penggemar rock merasa energi pemberontak lagunya jadi terlalu jinak.
3. “Bringin’ On The Heartbreak” – Mariah Carey
Def Leppard dikenal dengan sound hard rock dan glam metal yang besar. Karena itu cukup mengejutkan saat Mariah Carey, diva pop dan R&B, memutuskan meng-cover lagu ini. Alih-alih mempertahankan nuansa rock-nya, Mariah mengubahnya menjadi balada pop R&B yang dramatis dan emosional.
Menariknya, versi ini justru dianggap cukup berhasil oleh sebagian pendengar. Melodi dan liriknya memang cocok dengan gaya vokal Mariah yang penuh teknik. Walau kehilangan dentuman gitar khas aslinya, versi ini memberi sudut pandang baru yang lebih lembut dan melankolis.
4. “My Generation” – Hilary Duff
“My Generation” milik The Who adalah simbol pemberontakan generasi muda era 60-an, dengan lirik tajam dan sikap menantang. Saat Hilary Duff meng-cover lagu ini di masa transisinya dari bintang Disney ke penyanyi pop, pendekatannya dirombak total agar cocok dengan pasar remaja. Aransemen dibuat lebih ringan dan jauh dari nuansa rock agresif aslinya.
Perubahan lirik paling mencolok ada di bagian ikonik yang diubah menjadi “I hope I don’t die before I get old,” yang jelas membalik makna versi original. Tujuannya mungkin agar lebih aman dan positif untuk pendengar muda, tapi bagi banyak fans rock klasik, perubahan ini terasa janggal.
5. “Stairway to Heaven” – Dolly Parton
“Stairway to Heaven” dari Led Zeppelin sering dianggap sebagai salah satu lagu rock paling monumental sepanjang masa. Struktur lagunya bertahap, dari balada lembut sampai klimaks rock megah. Dolly Parton kemudian menghadirkan versi cover dengan pendekatan pop country dan bluegrass yang sangat berbeda dari aslinya.
Alih-alih mencoba meniru Zeppelin, Dolly memilih mengubah rasa lagu menjadi lebih rootsy dengan sentuhan gospel dan harmoni vokal. Hasilnya memang jauh lebih ringan dan hangat dibanding versi rock epik aslinya. Sebagian pendengar menganggap ini reinterpretasi yang berani dan segar, sementara yang lain merasa aura magis versi original tidak tergantikan.
Transformasi rock anthem menjadi versi pop ringan selalu memancing debat, tapi juga menunjukkan fleksibilitas sebuah lagu kuat. Ada remake yang terasa gagal, ada juga yang justru membuka warna baru. Dari semua versi pop dari lagu rock ikonik ini, mana yang menurutmu paling menarik atau paling bikin geleng kepala?



















