Comscore Tracker

5 Pelajaran Penting yang Bisa Dipetik dari Film 'Thread of Lies'

Salah satunya, jangan remehkan dampak bullying!

Thread of Lies atau Elegant Lies adalah film korea yang dirilis pada tahun 2014 silam. Dilansir dari asianwiki.com, film ini merupakan adaptasi dari novel karangan Kim Ryeo Ryeong yang berjudul Wooahan Geojitmal.

Film ini mengangkat kisah tentang remaja perempuan berumur 14 tahun bernama Lee Cheon Ji (Kim Hyang Gi) yang memutuskan mengakhiri hidupnya akibat bullying yang dia terima di sekolah.

Melalui flashback dan masa setelah Cheon Ji meninggal, film ini menceritakan bagaimana bullying psikologis yang diterima gadis itu di sekolah membuatnya mengalami depresi. Juga apa yang terjadi pada orang-orang yang mengenal gadis itu setelah Cheon Ji meninggal karena bunuh diri. 

Cukup banyak pelajaran penting yang bisa dipetik dari film ini, khususnya yang berkaitan dengan topik bullying, depresi, dan bunuh diri. Berikut 5 di antaranya. 

1. Jangan pernah remehkan kasus bullying

5 Pelajaran Penting yang Bisa Dipetik dari Film 'Thread of Lies'hollywoodreporter.com

Mungkin banyak orang menganggap bahwa bullying adalah sesuatu yang biasa dan cenderung meremehkan saat membahas tentang topik ini. Padahal bullying memiliki imbas yang pelik pada korbannya. Sang korban bisa mengalami depresi, self-image negatif, trauma, dan berbagai imbas negatif lainnya. 

Dalam film Thread of Lies, diceritakan Cheon Ji mengalami bullying dari teman-temannya di kelas, terutama oleh Kim Hwa Yeon (Kim Yoo Jung). Kasus bullying tersebut ternyata diketahui oleh wali kelasnya, siswi-siswi sekelasnya, kakaknya, ibunya, dan ibu dari Hwa Yeon. Ibu Cheon Ji, Hyun Sook (Kim Hee Ae) bahkan sempat menemui ibu Hwa Yeon untuk membahas persoalan bullying itu tapi direspons minimal. 

Saat Cheon Ji akhirnya meninggal, semua orang yang mengenalnya, baik yang terlibat dalam bullying yang gadis itu terima maupun tidak, sama-sama merasa bersalah dan menyesal karena kematiannya tersebut. 

2. Bullying bukan hanya tentang kekerasan fisik, tapi juga psikologis

5 Pelajaran Penting yang Bisa Dipetik dari Film 'Thread of Lies'cinejour.com

Tak seperti diasumsikan banyak orang, bullying dan tindakan kekerasan lainnya bukan hanya dalam bentuk kekerasan fisik tapi juga mental atau psikologis. 

Dalam film ini, Cheon Ji memang tidak mengalami kekerasan fisik, tapi dia tertekan secara psikologis. Dia dikucilkan di sekolah, teman yang mau berbicara dengannya (Hwa Yeon) ternyata manipulatif, suka memfitnah, dan menjadikannya bahan tertawaan bersama teman-teman yang lain, serta satu-satunya teman dekatnya tiba-tiba berubah dan sering berkata kejam padanya. 

Cheon Ji memang tak mengalami luka fisik karena bullying yang dia terima. Tapi dia mengalami luka batin dan tertekan secara psikologis. Saat sebagian luka fisik bisa sembuh dengan sendirinya, sering kali tidak demikian dengan luka secara psikologis. Karena luka psikologis bisa berakibat pada gangguan mental yang lebih serius, seperti depresi bahkan bunuh diri. 

3. Pelaku bullying bisa saja berubah menjadi korban dalam satu titik, menandakan bahwa karma itu ada

5 Pelajaran Penting yang Bisa Dipetik dari Film 'Thread of Lies'alchetron.com

Kenapa seseorang bisa merasa "bangga" pada diri mereka sendiri dan menjadi pelaku bullying tanpa merasa bersalah? Bisa jadi itu karena mereka melakukannya secara berkelompok. Saat pelaku ditinggalkan oleh kelompoknya, dia mungkin takkan punya nyali untuk mem-bully seseorang lagi.

Begitulah yang dialami oleh Hwa Yeon setelah kematian Cheon Ji. Teman-teman segengnya meninggalkan dia. Dulu dia menjadi primadona di kelasnya dan banyak teman, namun teman-temannya itu meninggalkan dan mengabaikannya setelah Cheon Ji meninggal. 

Mereka secara tidak langsung memperlakukan Hwa Yeon sama seperti pada Cheon Ji dulu. Hwa Yeon dikucilkan, tak punya teman, dan jadi bahan gunjingan di belakang. Dia, yang dulu menjadi pelaku, akhirnya berubah menjadi korban. Hal ini menandakan bahwa karma itu ada meski sulit bagi Hwa Yeon, dia harus bertahan dengan situasinya yang sekarang.

Baca Juga: Wajib Tonton! 7 Webtoon yang Diangkat ke Drama Korea Romantis

4. Seseorang dengan depresi bisa terlihat baik-baik saja dari luar, tapi sebetulnya tidak demikian adanya. Jadi kenali gejala-gejalanya dan bantu dia lewati masa-masa sulitnya

5 Pelajaran Penting yang Bisa Dipetik dari Film 'Thread of Lies'variety.com

Orang-orang yang mengalami depresi tak melulu memasang wajah sedih dan tertekan. Lebih sering mereka terlihat baik-baik saja. Dan orang lain, bahkan orang terdekat mereka, tak tahu akan struggle yang mereka alami.

Namun sebetulnya, ada banyak tanda dan gejala yang terlihat dari orang-orang yang mengalami depresi dan membutuhkan bantuan serta dukungan. Misalnya, dalam film Thread of Lies, Cheon Ji sempat terlihat membaca buku tentang "Cara Menghadapi Depresi", menyinggung tentang permasalahannya di sekolah pada kakak dan ibunya, juga terlihat sangat tertekan di hari-hari terakhirnya. 

Depresi bukanlah kondisi yang bisa sembuh sendiri. Dibutuhkan dukungan dari orang-orang terkasih karena gangguan mental ini sungguh berat untuk dihadapi seorang diri. Karena itu, kenalilah gejala-gejalanya dan lebih perhatian pada orang-orang di sekitarmu sebab bisa jadi diam-diam mereka menyimpan struggle dan depresi mereka sendirian. Bantulah mereka melewati situasi yang sulit ini dan beri mereka dukungan.

5. Bersikaplah simpatik pada keluarga korban yang meninggal bunuh diri

5 Pelajaran Penting yang Bisa Dipetik dari Film 'Thread of Lies'lview.m.ezday.co.kr

Saat mengetahui ada seseorang yang bunuh diri, sering kali bahkan hingga saat ini, sebagian orang bersikap tidak simpatik, baik pada korban maupun pada keluarganya, dengan mengaitkan peristwa tersebut dengan berbagai prasangka, agama, kelemahan karakter, dan berbagai hal bernada negatif lainnya. 

Sepanjang film Thread of Lies, ada beberapa bagian yang menyinggung soal ini. Bagaimana keluarga Cheon Ji, ibunya yang single parent dan kakaknya, Man Ji (Go Ah Sung) harus mendengar dan melihat orang-orang berkomentar negatif tentang kematian Cheon Ji. 

Tanpa orang-orang yang nyinyir itu, keluarga yang ditinggalkan sudah cukup mengalami cobaan berat. Tiba-tiba ditinggal pergi oleh anggota keluarga yang mereka cintai, banyak perasaan dan pikiran yang berkecamuk pada diri mereka: sedih, marah, kecewa, dan perasaan bersalah adalah sedikit dari apa yang mereka alami. Lalu bagaimana dalam situasi seperti itu, seseorang bisa tega untuk berprasangka dan berkomentar negatif?

Bersikaplah simpatik, jika tak bisa memberi dukungan atau komentar menghibur dan bernada positif, jauh lebih baik untuk diam. Sebab segala komentar negatif bisa menimbulkan luka psikologis yang lebih besar pada orang-orang terdekat yang ditinggalkan.

Bullying dan depresi bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh. Keduanya merupakan topik yang harus diperhatikan secara serius. Dukungan pada korban menjadi sesuatu yang perlu dilakukan.

Dampingi dan jadilah tempat dia berbagi keluh kesah, dengan begitu dia takkan merasa kesepian dan putus asa. Dengan melakukan itu, sadar atau tidak, kamu mungkin telah menyelamatkan satu nyawa yang berharga. 

Baca Juga: 5 Pelajaran Cinta dari Drama Korea 'What's Wrong Secretary Kim'

S. M. Fatimah Photo Community Writer S. M. Fatimah

Menulis adalah bekerja untuk keabadian. (Pramoedya Ananta Toer)

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

Just For You