press conference film Para Perasuk di XXI Epicentrum, Selasa (14/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Kepada awak media, Angga menyebut, salah satu adegan yang paling sulit baginya adalah saat ia harus berlari mengelilingi pohon ketika mencari roh binatang antara kuda, macan, dan lintah. Meski terlihat sederhana di layar, ia menjelaskan, proses syuting adegan tersebut justru sangat menguras tenaga karena jarak yang ditempuh cukup jauh, bahkan setara sekitar dua kali lapangan padel.
“Yang paling sulit sebenarnya justru kelihatan simple di layar. Ada yang pas aku nyari roh kuda, macan, sama lintah. Itu lari, aku kelilingin pohon. Sebenarnya kalau aslinya lumayan kayak dua kali lapangan padel,” ungkap Angga Yunanda.
Ia melanjutkan, adegan tersebut juga memiliki tantangan teknis dengan pengambilan gambar 360 derajat serta long shot yang membuatnya harus terus bergerak mengikuti blocking kamera. Kondisi tersebut menjadi semakin berat karena kontur tanah yang tidak rata. Saat beradegan melata dan merayap, ia pun mendadak susah napas dan harus dibantu tabung oksigen karena debu-debu yang berterbangan dan masuk ke hidungnya.
“Teknis kameranya ada yang satu di tengah, jadi muter 360 derajat. Terus yang satunya dari jauh long shot terus aku harus muter-muter juga dan yang paling sulit itu karena kontur tanah, terus karena pas melata dan merayap otomatis kan debunya naik ke atas. Jadi semuanya tuh masuk ke hidung aku sampai pakai oksigen,” lanjutnya.