Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Libatkan 1.000 Extras, Para Perasuk Jadi Film Wregas dengan Bujet Terbesar

Libatkan 1.000 Extras, Para Perasuk Jadi Film Wregas dengan Bujet Terbesar
press conference film Para Perasuk di XXI Epicentrum, Selasa (14/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Intinya Sih
  • Produser Iman Usman menyebut film Para Perasuk sebagai proyek terbesar Wregas Bhanuteja, dengan tantangan skala produksi dan kebutuhan sinergi kuat antara kru serta pemain.
  • Wregas Bhanuteja melibatkan sekitar 1.000 extras, 200 penari, dan 40 stuntman selama satu bulan syuting di Gunung Kidul menggunakan dua kamera untuk meningkatkan kualitas visual.
  • Demi menciptakan dunia alam sambetan yang imersif, tim produksi membangun set di gudang sepatu bekas Yogyakarta dan memesan satu mobil boks berisi bunga kuburan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Tim produksi film Para Perasuk ternyata gak main-main dalam menciptakan dunianya sendiri. Demi membangun set yang imersif, mereka gak ragu melakukan berbagai gebrakan hingga menggelontorkan dana besar.

Dalam sesi press conference yang digelar di XXI Epicentrum, Selasa (14/4/2026), produser Iman Usman membocorkan, film ini menjadi proyek berskala produksi terbesar dari sutradara Wregas Bhanuteja. Wregas pun mengakuinya.

Demi mewujudkan semesta film Para Perasuk, mereka melibatkan sekitar 1.000 extras hingga memesan satu mobil boks bunga kuburan untuk membangun atmosfer alam sambetan. Gokil!

1. Iman Usman sebut Para Perasuk sebagai film Wregas Bhanuteja dengan skala produksi terbesar

press conference film Para Perasuk di XXI Epicentrum, Selasa (14/4/2026)
press conference film Para Perasuk di XXI Epicentrum, Selasa (14/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Iman Usman selaku produser film Para Perasuk menyebut, salah satu tantangan utama yang dihadapinya dalam penggarapan film ini adalah skala produksi. Ia mengungkap bahwa skala produksi film ini jauh lebih besar jika dibandingkan karya-karya Wregas Bhanuteja sebelumnya.

“Tantangan skala produksinya ini memang jauh lebih besar dibandingkan film-film Wregas sebelumnya. Jadi, kita mencoba untuk mewujudkan itu semua,” kata Iman Usman, Selasa (14/4/2026).

Ia tak ragu menggelontorkan dana besar demi mewujudkan seluruh visi yang diinginkan. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa meski didukung anggaran yang memadai, proses produksi tidak akan berjalan optimal tanpa sinergi yang kuat antara para pemain dan kru.

2. Wregas Bhanuteja ungkap film Para Perasuk sampai libatkan 1000 extras, 200 penari, dan 40 stuntman

press conference film Para Perasuk di XXI Epicentrum, Selasa (14/4/2026)
press conference film Para Perasuk di XXI Epicentrum, Selasa (14/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Saat dikonfirmasi kembali oleh tim IDN Times di sesi doorstop, Wregas Bhanuteja mengakui bahwa Para Perasuk merupakan filmnya dengan skala produksi terbesar dibandingkan karya-karyanya yang lain.

Penyalin Cahaya dibikinnya waktu covid, jadi budget-nya terbatas. Film kedua Budi Pekerti, drama yang budget-nya terbatas,” tegasnya.

Wregas kemudian menjelaskan, salah satu hal yang membuat skala produksi film Para Perasuk membesar adalah kebutuhan jumlah pemain dan kru yang sangat banyak. Dalam film ketiganya ini, ia sampai melibatkan sekitar 1.000 extras, 200 penari, hingga 40 stuntman, lho.

“Film ketiga Para Perasuk, extras 1000 orang, penarinya 200, stuntman-nya 40. Jadi sangat banyak,” lanjutnya.

Selain itu, proses pengambilan gambar film ini dilakukan selama satu bulan di Gunung Kidul, Yogyakarta dengan menggunakan dua kamera. Menurut Wregas, hal tersebut pun juga membuat biaya produksi ikut meningkat secara signifikan.

“Ada dua kamera, satu bulan syuting di Gunung Kidul, Jogja, ya biaya produksinya juga lebih besar dari yang pertama dan kedua. Nyiapin makanan buat ngasih 1000 extras kan lumayan juga ya.”

3. Totalitas memesan satu mobil boks bunga kuburan

press conference film Para Perasuk di XXI Epicentrum, Selasa (14/4/2026)
press conference film Para Perasuk di XXI Epicentrum, Selasa (14/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Gak sampai di situ, dalam film ini, Wregas juga membangun sebuah dunia bernama alam sambetan yang dimasuki oleh para pelamun. Menariknya, konsep alam sambetan tersebut berangkat dari fantasi dan hasratnya bersama tim penulis yang kemudian divisualisasikan secara kreatif di sebuah studio di gudang sepatu bekas di Yogyakarta. Agar set alam sambetan tersebut terasa nyata, ia pun merancangnya secara detail sampai memesan satu mobil boks berisi bunga kuburan.

“Jadi dari hasrat kita, kita fantasikan, terus kita bikin di studio gudang sepatu bekas di Jogja kita set jadi alam bunga, yang bunganya membutuhkan 1 mobil boks, 1 mobil boks bunga kuburan.”

Wregas mengungkap bahwa sebenarnya ada cukup banyak gebrakan yang dilakukan dalam proses produksi film ini, termasuk keputusannya untuk menggunduli sekitar 17 orang pemain yang terdiri dari 15 laki-laki dan 2 perempuan demi kebutuhan salah satu adegan.

Sementara Angga Yunanda sebagai pemeran utama film ini sempat menceritakan secara sekilas bahwa mereka sampai membersihkan kandang ayam, lho. “Bersihin kandang ayam,” kata Angga Yunanda sambil tertawa ngakak saat ditanya IDN Times soal gebrakan di film ini.

Catat tanggalnya, film Para Perasuk tayang di bioskop mulai 23 April 2026. Selain Angga Yunanda, film ini juga dibintangi oleh Maudy Ayunda, Anggun C. Sasmi, Chicco Kurniawan, hingga Bryan Domani.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Latest in Hype

See More