Lisa BLACKPINK di Coachella 2025 (YouTube.com/Coachella)
Seperti banyak ide bisnis lainnya, Coachella Music Festival tidak langsung sukses. Tiket tidak habis terjual dan cuaca jadi isu lain yang jadi pertimbangan. Tollett dkk. akhirnya memilih untuk tidak menyelenggarakannya pada 2000. Edisi kedua baru terselenggara pada April 2001. Pemilihan bulan April ada alasannya sendiri. Salah satunya adalah fakta bahwa pada bulan itu cuaca di Coachella Valley lebih bersahabat, relatif hangat di siang hari dan tak kelewat dingin pada malam hari.
Benar saja, tingkat penjualan tiket meningkat. Faktor bintang tamu menjadi salah satu magnetnya. Pada 2002, penyelenggara berhasil mengundang Björk, Oasis, Pete Yorn, Foo Fighters, dan The Strokes. Tahun berikutnya, giliran Blur, Beastie Boys, dan Red Hot Chili Peppers yang diundang ke panggung mereka. Tak kalah seru, Radiohead, The Cure, dan Pixies meramaikan lineup 2004.
Sejak itu, panitia Coachella selalu berhasil membaca selera pasar dan membuat nama festival ini makin populer di kalangan pencinta musik, jurnalis, bahkan selebriti. Hampir semua musisi besar yang jadi sensasi global pernah tampil di sana, termasuk Daft Punk, Coldplay, Arctic Monkeys, The Killers, Gorillaz, Muse, dan lain sebagainya.
Dari daftar penampil tahun ke tahunnya, kita bahkan bisa membaca pergeseran selera musik global. Dulu didominasi band rock alternatif, lambat laun, Coachella pun diisi musisi hip-hop macam Jay-Z, Kanye West, Drake. Kemudian, bergeser lagi ke genre pop seperti Justin Bieber, Lady Gaga, Billie Eilish, Ariana Grande, BLACKPINK, dan Sabrina Carpenter.