Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Kontroversi Sabrina Carpenter, Terbaru di Coachella 2026

3 Kontroversi Sabrina Carpenter, Terbaru di Coachella 2026
Sabrina Carpenter di Coachella 2026 (YouTube.com/Coachella)
Intinya Sih
  • Sabrina Carpenter menuai sorotan di Coachella 2026 setelah salah menyebut zaghrouta sebagai yodeling, lalu meminta maaf usai dikritik publik karena dianggap tidak menghargai budaya Arab.
  • Penampilan Sabrina di Grammy Awards 2026 dikritik PETA karena melibatkan burung hidup di atas panggung, dinilai tidak sensitif terhadap isu kesejahteraan hewan meski aksi panggungnya dipuji.
  • Cover album Man’s Best Friend (2025) memicu perdebatan karena visualnya dianggap misoginis, sementara Sabrina menegaskan konsep itu merupakan bentuk satir tentang relasi gender dalam seni.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Karier musim Sabrina Carpenter benar-benar sedang di atas awan. Penyanyi 26 tahun itu baru saja debut menjadi headliner di festival musik Coachella 2026 dengan membawakan lagu-lagu populernya.

Penampilan Sabrina di Coachella 2026 dipuji karena mampu tampil layaknya penyanyi headliner. Ia menampilkan banyak tarian dan gimik yang menggemaskan. Namun, ada pula kontroversi yang ia buat dalam Coachella 2026.

Sabrina sempat dianggap tidak menghargai budaya karena komentarnya. Termasuk yang baru saja terjadi di Coachella 2026, ini beberapa kontroversi Sabrina Carpenter yang paling dibicarakan.

1. Sabrina menyebut zaghrouta dengan sebutan yodeling di Coachella 2026

Sabrina Carpenter di Coachella 2026
Sabrina Carpenter di Coachella 2026 (YouTube.com/Coachella)

Di tengah penampilan Sabrina Carpenter di Coachella 2026, ia sempat berbincang dengan penonton. Kontroversi Sabrina di Coachella 2026 bermula saat ia mendengar suara dari penonton yang sebenarnya adalah zaghrouta, yakni seruan khas budaya Arab yang biasa digunakan untuk merayakan momen bahagia.

Sabrina awalnya berbicara "Aku rasa aku mendengar seseorang yodeling". Kemudian, seorang penonton menjawab "Itu budayaku!". Sabrina menjawab dengan tegas "Itukah yang kamu lakukan? Aku tidak menyukainya".

Reaksi publik cukup keras terkait apa yang Sabrina lakukan, terutama dari komunitas Arab dan muslim. Publik menilai ucapan Sabrina bernada dismissive, buka sekadar salah paham.

Akhirnya, Sabrina merespons dengan meminta maaf secara terbuka melalui akun X-nya. "Aku meminta maaf, aku gak bisa melihat dan mendengar dengan jelas. Reaksiku sungguh bingung," kata Sabrina.

2. Penampilan Sabrina di Grammy 2026 dikritik PETA

Sabrina Carpenter di Grammy Awards 2026
Sabrina Carpenter di Grammy Awards 2026 (YouTube.com/Sabrina Carpenter)

Sabrina Carpenter mendapat kesempatan untuk tampil di Grammy Awards 2026 pada Februari lalu. Ia membawakan lagu "Manchild" yang malam itu mendapatkan cukup banyak nominasi.

Sayangnya, penampilan Sabrina malam itu sempat menuai kritik. Kali ini, kritik itu datang dari hak hewan PETA (People for the Ethical Treatment of Animals). Sabrina dianggap tidak sensitif terhadap isu kesejahteraan hewan, karena ia tampil dengan seekor burung.

PETA dikenal cukup vokal terhadap artis yang dianggap mempromosikan atau menormalisasi penggunaan hewan dalam hiburan. Ketika isu ini naik ke media, sorotan publik pun langsung mengarah pada penampilan Sabrina malam itu, yang mana sebenarnya cukup mengesankan.

3. Cover album Man's Best Friend memicu perdebatan di media sosial

Sabrina Carpenter (instagram.com/sabrinacarpenter)
Sabrina Carpenter (instagram.com/sabrinacarpenter)

Masih ingat dengan cover album ke-7 milik Sabrina Carpenter? Album berjudul Man's Best Friend (2025) itu punya cover yang kontroversial. Visalnya terlihat Sabrina berpose merangkak, sementara seorang pria menarik rambutnya. Visul itu dianggap merendahkan perempuan.

Banyak kritik datang dari aktivis hingga organisasi yang menilai gambar tersebut memperkuat narasi misoginis, terutama karena melibatkan unsur dominasi laki-laki secara visual. Namun, banyak juga yang membela Sabrina dengan menganggap cover album itu bentuk satir tentang dinamika relasi gender.

Sabrina pun sempat mengaku kaget dengan besarnya reaksi negatif. Ia menegaskan kalau konsep itu ia bawa bukan untuk mempromosikan kekerasan atau subordinasi perempuan. Kasus ini jadi contoh bagaimana batas antara artistic expression dan public sensitivity bisa sangat tipis di industri musik.

Sabrina Carpenter sukses menjadi musisi perempuan yang menorehkan namanya sebagai headliner Coachella. Namun, masih banyak kontroversi yang menerpa karier musiknya, nih. Kasus mana yang menurutmu sebenarnya terlalu dibesar-besarkan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More