7 Serial Thriller Underrated di Prime Video, Sepi Perhatian!

- The Devil’s Hour (2022—sekarang) mengikuti Lucy Chambers, pekerja sosial yang hidupnya dihantui mimpi buruk setiap malam tepat di jam 3—4 pagi.
- The Kettering Incident (2016) berlatar di Tasmania dan mengikuti Anna Macy yang kembali ke kampung halamannya setelah 15 tahun pergi akibat trauma masa lalu.
- The Following (2013—2015) mengangkat konsep mengerikan tentang seorang pembunuh berantai yang membangun kultus pengikut fanatik.
Di tengah banjir serial populer yang terus dibicarakan di media sosial, ada banyak serial thriller berkualitas tinggi yang justru luput dari perhatian penonton. Prime Video menyimpan cukup banyak judul dengan cerita gelap, atmosfer mencekam, dan akting solid, tetapi tidak semuanya mendapat hype yang layak.
Padahal, beberapa di antaranya menawarkan pengalaman menonton yang jauh lebih berani dan menantang. Dari kisah supranatural yang mengusik logika hingga thriller fiksi ilmiah yang kompleks, semuanya menghadirkan sensasi menonton yang membekas. Berikut tujuh serial thriller Prime Video yang underrated, tapi layak masuk daftar tontonan wajib.
1. The Devil’s Hour (2022—sekarang)

Serial thriller asal Inggris ini mengikuti Lucy Chambers, seorang pekerja sosial yang hidupnya dihantui mimpi buruk setiap malam tepat di jam 3—4 pagi. Gangguan tidurnya bukan sekadar insomnia, karena Lucy mulai mengalami penglihatan aneh yang berhubungan dengan serangkaian pembunuhan brutal di sekitarnya.
Daya tarik The Devil’s Hour terletak pada pendekatan slow-burn yang penuh ketegangan dan akting Peter Capaldi yang benar-benar mengintimidasi. Serial ini tidak terburu-buru menjelaskan misterinya, tetapi justru membiarkan penonton tenggelam dalam rasa tidak nyaman. Meski dipuji kritikus, serial ini masih belum mendapatkan perhatian luas yang sepadan dengan kualitasnya.
2. The Kettering Incident (2016)

Berlatar di Tasmania yang dingin dan sunyi, The Kettering Incident mengikuti Anna Macy yang kembali ke kampung halamannya setelah 15 tahun pergi akibat trauma masa lalu. Kepulangannya membuka kembali luka lama ketika seorang anak kembali menghilang dengan pola yang sama seperti sahabatnya dulu. Misteri yang terkubur lama pun perlahan mencuat ke permukaan.
Atmosfer kelam dan pacing yang sengaja dibuat lambat menjadikan serial ini terasa sangat intens dan menekan. Elizabeth Debicki tampil memukau sebagai karakter yang rapuh, tetapi gigih mencari kebenaran. Meski sempat mendapat respons positif, The Kettering Incident tetap menjadi salah satu thriller paling terlupakan.
3. The Following (2013—2015)

Serial ini mengangkat konsep mengerikan tentang seorang pembunuh berantai yang membangun kultus pengikut fanatik. Seorang agen FBI harus menghadapi kenyataan bahwa kejahatan tidak lagi dilakukan oleh satu orang, melainkan jaringan yang bergerak dalam bayangan. Ketegangan terus meningkat seiring permainan psikologis antara pemburu dan buruan.
Kevin Bacon dan James Purefoy menjadi kekuatan utama serial ini dengan duel akting yang intens dan penuh manipulasi. The Following terkenal gelap dan brutal untuk ukuran serial televisi jaringan saat itu. Sayangnya, meski kuat secara konsep dan performa, serial ini berakhir terlalu cepat dan perlahan menghilang dari ingatan publik.
4. War & Peace (2016)

Meski dikenal sebagai drama sejarah, miniseri ini menyimpan banyak elemen thriller emosional dan politik. Berlatar peperangan Napoleon, ceritanya menyoroti intrik kekuasaan, konflik batin, dan pilihan hidup di tengah kekacauan perang. Hubungan antarkarakter dibangun penuh tekanan dan ketidakpastian.
Produksi megah dan jajaran aktor kelas atas membuat War & Peace terasa sangat ambisius. Serial ini berhasil menyederhanakan novel klasik Tolstoy tanpa menghilangkan kedalaman emosinya. Meski dipuji secara kritis, serial ini tidak bertahan lama dalam percakapan budaya populer.
5. The Rig (2023—sekarang)

Berlokasi di sebuah rig minyak terpencil di Laut Utara, The Rig menghadirkan teror dari isolasi dan fenomena tak masuk akal. Kabut misterius memutus komunikasi dengan dunia luar, sementara para kru mulai mengalami perubahan aneh. Ketegangan muncul bukan hanya dari ancaman luar, tapi juga dari ketidakpercayaan satu sama lain.
Serial ini memadukan horor supranatural dengan kritik lingkungan yang relevan. Visualnya gelap, atmosfernya padat, dan rasa paranoia terasa konstan di setiap episode. Meski memiliki konsep kuat dan eksekusi rapi, The Rig masih jarang dibicarakan oleh penonton global.
6. The Consultant (2023)

Christoph Waltz tampil menyeramkan sebagai konsultan misterius yang masuk ke sebuah perusahaan teknologi setelah kematian CEO mereka. Metode kerjanya aneh, kejam, dan penuh manipulasi, membuat suasana kantor berubah menjadi medan perang psikologis. Dua karyawan mulai menyadari ada sesuatu yang sangat salah dengan pria ini.
Serial ini menggabungkan thriller dengan satire gelap tentang dunia korporat. Meski alurnya terasa ambigu dan tidak semua pertanyaan terjawab, performa Waltz menjadi alasan utama serial ini layak ditonton. Sayangnya, karena narasinya yang tidak konvensional, banyak penonton melewatkannya begitu saja.
7. Three-Body (2023)

Adaptasi China dari novel The Three-Body Problem ini menawarkan thriller fiksi ilmiah yang kompleks dan penuh ide besar. Ceritanya mengikuti penyelidikan misterius yang melibatkan bunuh diri para ilmuwan dan kemungkinan intervensi makhluk luar angkasa. Setiap lapisan cerita membuka ancaman yang jauh lebih besar bagi umat manusia.
Serial ini setia pada materi sumbernya dan tidak menyederhanakan konsep ilmiahnya. Namun, durasi panjang dan ritme yang lambat membuatnya terasa menantang bagi penonton kasual. Meski dipuji karena kedalaman cerita dan visualnya, Three-Body tetap menjadi hidden gem di Prime Video.
Serial thriller underrated sering kali menawarkan pengalaman menonton yang lebih berani dan tak terduga dibanding tontonan populer. Jika kamu bosan dengan judul yang itu-itu saja, mungkin salah satu dari serial ini bisa jadi favorit barumu. Jadi, serial mana yang paling bikin kamu penasaran untuk ditonton lebih dulu?


















