Comscore Tracker

6 Film Adaptasi Anime Terburuk yang Pernah Dibuat oleh Hollywood

Pernah nonton salah satunya?

Sejauh ini, nampaknya Hollywood tidak bisa mengadaptasi anime menjadi film yang benar-benar bagus. Lagipula, karakter anime utamanya adalah orang Asia, dan film-film Amerika sering memakai aktor kulit putih di dalam film mereka. Namun, whitewashing bukan satu-satunya masalah dalam mengadaptasi anime untuk para penggemarnya.

Seringkali, pembuat film Hollywood melewatkan tema-tema dasar, terlalu berlebihan dalam memakai CGI, atau melakukan adegan aksi yang setengah-setengah. Sebagai hasilnya, ada banyak adaptasi anime yang buruk di luar sana.

Dari film Netflix hingga film yang dibintangi aktor A-list, berikut 6 film adaptasi anime terburuk yang pernah dibuat oleh Hollywood. 

1. Death Note

https://www.youtube.com/embed/gvxNaSIB_WI

Ingin tahu seberapa parah adaptasi Death Note yang dirilis oleh Netflix? Pertama, alih-alih berlatar di Jepang, film ini justru berlatar di Seattle. Tidak hanya itu, mereka juga memakai aktor non-Asia sebagai Light Yagami yang namanya diubah menjadi Light Turner (Nat Wolff).

Kedua, Death Note membengkokkan plot dari materi sumbernya yang berkisar seputar moralitas manusia. Sebagai gantinya, film ini malah membahas percintaan sekolah menengah atas dengan diperkenalkannya Mia (Margaret Qualley), orang yang disukai Light sampai-sampai ia mengungkap kekuatannya padanya. 

Terlepas dari itu semua,  Death Note juga sangat membosankan. Itu saja sudah cukup untuk menjadikannya sebagai salah satu adaptasi anime Hollywood terburuk sepanjang masa, terutama ketika mempertimbangkan materi sumber dinamis yang ada dalam versi animenya.

2. Dragonball Evolution

https://www.youtube.com/embed/T4_wHfz2qUA

Walaupun Dragonball Evolution memasukkan beberapa orang Asia di dalamnya, mereka justru melakukan kesalahan besar lewat pemilihan karakter utamanya, Goku, yang diperankan oleh Justin Chatwin.

Namun Dragonball Evolution tidak hanya mengubah penampilan Goku, tetapi dalam prosesnya juga menghapus akar Saiyannya, elemen penting yang merupakan tautan kunci untuk menjelaskan kekuatannya. Saiyan adalah ras alien yang bertugas untuk melindungi alam semesta, dan sejarahnya adalah plot besar dalam mitologi Dragon Ball.

Hal ini memang mengejutkan, tetapi lebih mengejutkan lagi ketika kita mengetahui kalau penulis skenario film itu, Ben Ramsey, tidak tahu anime Dragon Ball sebelumnya, dan bahkan tidak menyukainya setelah menontonnya.

Ramsey akhirnya meminta maaf secara terbuka atas pekerjaan buruk yang dia lakukan, tetapi itu tidak mengubah fakta kalau Dragonball Evolution adalah salah satu adaptasi anime terburuk sepanjang masa. 

3. The Last Airbender

https://www.youtube.com/embed/-egQ79OrYCs

Film-film M. Night Shyamalan memang terkenal karena memiliki twist yang luar biasa. Namun bukan sebuah kejutan saat mengetahui kalau adaptasi anime yang digarap olehnya, The Last Airbender, diisi dengan sebagian besar aktor non-Asia sebagai karakter utamanya.

Adapun untuk orang-orang keturunan Asia, mereka hanya bermain sebagai penjahat seperti Laksamana Zhao, atau mengambil peran latar belakang untuk menambahkan sedikit warna di dalam film tersebut.

Sangat mengecewakan ketika seseorang seperti Shyamalan (keturunan India-Amerika) berpartisipasi dalam pengucilan orang-orang kulit berwarna dari cerita-cerita tentang mereka di layar lebar.

Bahkan Michael Le dari Racebending.com (via CBC) mengeluhkan kalau mereka telah "mengambil" seri anak-anak yang sangat dicintai ini, dan benar-benar mendistorsi tidak hanya etnis dari karakter individu tetapi pesan penerimaan dan keragaman budaya yang ditunjukkan oleh seri aslinya. Ia bahkan menyebutnya sebagai "pukulan besar bagi Hollywood." 

Namun masalah whitewashing bukan satu-satunya keburukan di The Last Airbender. Naskahnya mengerikan, aktingnya kaku, lengkap dengan efek CGI yang buruk. Bahkan The Last Airbender menjadi salah satu film yang paling dibenci secara universal oleh Rotten Tomatoes, yang hanya memberinya 5 persen dari 179 ulasan pedas.

The Last Airbender jelas menjadi salah satu film terburuk M. Night Shyamalan, dan butuh bertahun-tahun baginya untuk pulih dari kesalahan ini. 

Baca Juga: 5 Rekomendasi Anime Romance Terbaik untuk Kamu yang Suka Anime

4. Speed ​​Racer

https://www.youtube.com/embed/8V8sLlqJB2w

Sebenarnya masalah whitewashing bukanlah hal yang mengejutkan ketika kita mengetahui kalau Wachowski bersaudara menjadi orang di balik proyek Speed ​​Racer. Sutradara yang melejit lewat The Matrix ini memang seharunya mendapatkan kecaman karena presentasi ras yang salah di dalam film-filmnya (misalnya Cloud Atlas).

Dalam film ini, para pemeran all-white menggantikan keluarga Jepang yang digambarkan di anime aslinya, walau masalahnya tidak hanya berhenti di situ. Majalah Rolling Stone bahkan menggambarkan film ini sebagai "film anak-anak berdurasi 135 menit yang memuakkan."

Walau diisi oleh jajaran aktor bintang seperti Emile Hirsch, John Goodman, Susan Sarandon, dan Christina Ricci, Speed ​​Racer tetap menjadi sebuah kegagalan terbesar dalam adaptasi anime yang dikerjakan oleh Hollywood.

5. Fist of the North Star

https://www.youtube.com/embed/4xRxlusrAT4

Film yang diadaptasi dari serial anime populer Toei Animation, Fist of the North Star, adalah salah satu adaptasi yang sangat mengerikan, sampai-sampai beberapa bioskop membatalkan seluruh pemutarannya.

Dibintangi oleh Gary Daniels sebagai Kenshiro dan Costas Mandylor sebagai Shin, fantasi aksi yang penuh tipu-tipu ini memiliki begitu banyak pertunjukan yang buruk di dalamnya. Bahkan koreografi seni bela diri di dalamnya sangat mengerikan dan terlihat sangat dipaksakan.

Satu-satunya penghargaan yang pantas diterima oleh film ini adalah casting aktris Jepang, Isako Washio, sebagai Yurio. Namun pujian tersebut cukup dimulai dan berakhir di sana. Sudah jelas kalau Fist of the North Star adalah film yang pantas untuk dilupakan.

6. Ghost in the Shell

https://www.youtube.com/embed/tRkb1X9ovI4

Serial manga ikonik buatan Masamune Shirow, Ghost in the Shell, berhasil diadaptasi menjadi film anime yang memukau pada tahun 1995, dan kemudian menjadi serangkaian acara TV dengan berbagai tingkatan dam cerita.

Namun saat anime ini akan diadaptasi secara live action, banyak yang tidak setuju bahkan cenderung marah karenanya. Salah satunya karena berita casting Scarlett Johansson sebagai Kusanagi pada tahun 2015, sampai para penggemar Ghost in the Shell mengedarkan sebuah petisi untuk mengadakan casting ulang untuk aktris Asia.

Terlepas dari kontroversi casting, film ini mungkin patut diapresiasi karena memberikan penghormatan kepada materi sumbernya, walau hanya di permukaannya saja. Tentu saja, hal ini tetap membuat Ghost in the Shell sebagai salah satu adaptasi anime yang mengerikan. 

Nah, itu tadi 6 film adaptasi anime terburuk yang pernah dibuat oleh Hollywood. Bagaimana menurutmu, apakah semua film itu pantas dicap sebagai adaptasi yang buruk?

Baca Juga: Kamu Suka Nonton Anime? Ini 6 Studio Anime Terpopuler di Dunia

Shandy Pradana Photo Verified Writer Shandy Pradana

"Verba volant, scripta manent." Rock n' Roll enthusiast. Cinephile.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Just For You