Sidharta Tata Bersyukur Kerja Bareng Kimo Stamboel di Serangan Balik

- Sidharta Tata bersyukur bisa kerja bareng Kimo Stamboel, dan menganggap itu menjadi hal menyenangkan baginya dalam film Serangan Balik.
- Proses syuting di kaki gunung dengan cuaca ekstrem menjadi tantangan, tapi justru membuat film menjadi lebih keren.
- Meski berbalut aksi, Serangan Balik juga memiliki cerita bertema keluarga yang menjadi core utamanya.
Jakarta, IDN Times - Sutradara Sidharta Tata untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan Netflix Indonesia menghadirkan karya film terbarunya berjudul Serangan Balik. Menariknya, Tata dipertemukan dengan Kimo Stamboel dalam project kali ini.
Mendapatkan kesempatan besar untuk kerja bareng salah satu filmmaker terkemuka membuat Tata merasa bersyukur. Film Serangan Balik pun disebut Tata menjadi salah satu project-nya yang paling ambisius.
1. Kerja bareng Kimo Stamboel jadi hal yang disyukuri Sidharta Tata

Dalam acara press conference "Next on Netflix Indonesia 2026", Sidharta Tata mengungkapkan bahwa bekerja sama dengan Kimo Stamboel menjadi hal yang menyenangkan sekaligus disyukuri olehnya saat menggarap film Serangan Balik. Apalagi, Kimo menjadi sosok yang diidolakan seorang Sidharta Tata.
"Ini project pertama saya bekerja sama dengan Netflix dan Mowin Pictures, di mana di situ ada dua bapak produser yang saya idolakan dari dulu, Kimo Stamboel dan Pak Edwin Nazir yang menjadi guru-guru saya buat mengerjakan ini. Itu yang membuat saya sangat merasa bersyukur," ungkapnya, Kamis (15/1/2026).
Bekerja sama dengan Kimo Stamboel membuat Tata merasa tertantang untuk menampilkan yang terbaik dalam project ini. Alhasil, ia menyebut kalau film Serangan Balik menjadi salah satu proyek paling ambisius baginya.
"Ini menjadi salah satu project yang paling ambisius saya karena saya punya guru yang sangat gila juga. Jadi saya harus ikutan gila gitu. Itu menjadi tantangan terbesar saya, menciptakan banyak hal yang belum pernah saya lakukan dan di sini saya punya kesempatan untuk melakukannya," sambung Tata.
2. Tata punya alasan jadikan lokasi terpencil sebagai latar film Serangan Balik

Serangan Balik berkisah tentang seorang pria tua yang hidup bersama cucu-cucunya di sebuah tempat terpencil di Jawa Tengah dan mereka harus bersatu untuk melawan para penjahat-penjahat kejam yang sedang menyerang mereka. Sutradara kelahiran 1985 itu memiliki alasan menjadikan lokasi terpencil sebagai latar film Serangan Balik.
"Dengan adanya tempat terpencil ini, aku pengin menciptakan bahwa karakter akan menjadi kayak terisolasi di sebuah tempat, di mana mereka akan terjebak tanpa bantuan, tanpa pertolongan. Tanpa disadari orang-orang, mereka itu akan dihadapkan dalam sebuah masalah besar yang di mana mereka terjebak dalam ruang yang sebenarnya tidak proper untuk mereka tempati," ucapnya.
Berangkat dari situlah, pada akhirnya project film kali ini diberi judul Serangan Balik. Menurut Tata, kondisi itu lantas membuat mereka tak ada pilihan lain selain menyerang balik dan melawan para penjahat.
3. Cuaca ekstrem jadi tantangan Tata bersama kru dan para cast saat syuting Serangan Balik

Cuaca ekstrem pun menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Tata bersama kru dan para cast saat proses syuting Serangan Balik. Situasi tersebut mengharuskan Tata dan lainnya mau tidak mau berdamai dengan cuaca. Walau demikian, Tata memandang itu sebagai value yang membuat filmnya menjadi lebih keren.
"Tantangan berikutnya adalah ketika kita punya pilihan satu tempat yang ada di kaki gunung, akhirnya cuaca ekstrem itu menjadi salah satu hal yang membuat kita mau gak mau harus berdamai dengan cuaca, tapi hujan itu malah justru menjadikan satu value bagi film ini untuk menjadi sesuatu yang keren," kata Tata.
Terlebih lagi, film Serangan Balik tidak hanya sekadar film action saja. Menurut Tata, bagian yang unik dari film ini ada pada core utamanya yang juga mengangkat cerita bertema keluarga.
Film Serangan Balik menjadi salah satu line-up tayangan yang akan dihadirkan Netflix Indonesia di tahun 2026 ini. Film yang disutradarai Sidharta Tata itu akan dibintangi Lukman Sardi, Derby Romero, Donny Alamsyah, Callista Arum, dan Sulthan Hamonangan. Kita tunggu saja update terbaru dan penayangan resminya, ya!


















