cuplikan film Desa Gringsing (dok. Mandela Pictures/Desa Gringsing)
Film garapan Ivander Tedjasukmana ini menjadi hasil kolaborasi produksi internasional antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Bisikan Desa Gringsing juga mencatat sejarah sebagai film horor Indonesia pertama yang menggunakan teknologi virtual production (VP). Melalui teknologi virtual production, suasana mencekam Desa Gringsing dihadirkan dengan detail sinematik yang lebih imersif. Mulai dari jalanan berkabut, struktur desa yang terasa mengancam, hingga kemunculan visi supernatural.
Film ini juga menjadi film panjang Indonesia pertama yang memanfaatkan LED volumetric stage berstandar internasional, memungkinkan para aktor berakting di depan layar LED beresolusi tinggi dengan lingkungan digital fotorealistik secara real time. Proses syuting dilakukan di studio virtual production milik OMG Studios yang berlokasi di Iskandar Malaysia Studios.
Kini Bisikan Desa Gringsing tengah memasuki tahap akhir pascaproduksi dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2026. Nantinya, film horor ini juga akan dirilis di Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan.