Comscore Tracker

Sepucuk Obituari: Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly untuk Indonesia

Lagi, #IndonesiaBerduka …

Rabu, 8 April 2020 resmi jadi hari paling kelabu tahun ini karena langit memanggil pulang musisi bersuara emas, Glenn Fredly. Terdiam sejenak, mencerna informasi, dan menganggap berita tersebut hanya ilusi pasti dirasakan setiap kaum pendengar musik-musiknya selama ini.

Glenn Fredly, penyanyi yang berhasil membuat lagu cinta terasa lebih indah, dan lagu patah hati semakin perih rasanya sudah tidak ada lagi di dunia ini.

Terserah, jadi lagu yang mewakili sakitnya patah hati karena mencintai. Glenn tahu benar bagaimana menyuarakan isi pikiran lewat alunan lagu dan lirik yang perih. Januari, Akhir Cerita Cinta, dan Sekali Ini Saja langsung terngiang, membawa kami kembali pada kenangan awal tahun 2000-an, di mana suaranya mulai mengisi hari-hari.

1. Terpesona dengan suara dan karyanya

Sepucuk Obituari: Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly untuk IndonesiaInstagram.com/glennfredly309

Glenn Fredly, yang lahir di Jakarta, 30 September 1975 mengawali kariernya tahun 1995, di mana dia berhasil membawa Indonesia masuk dalam lagu-lagu patah hati ciptaannya. Generasi 90an lahir dan besar dari karyanya. Jangan ditanya seberapa sering alunan Kasih Putih menggema di radio.

Musisi yang produktif, perjalanan karier bermusik Glenn ditandai dengan karya-karya hebat yang diluncurkannya:

- Aku & Wanita tahun 2006
- Happy Sunday tahun 2007
- Private Collection tahun 2008
- Lovevolution tahun 2010
- Luka, Cinta dan Merdeka tahun 2012

Selain album di atas, Glenn juga mengeluarkan album kompilasi bertajuk Terbaik Bersama tahun 2005 dan album rohani berjudul Terang tahun 2006. Ada juga single-single di luar album yang ada seperti Perempuanku tahun 2015 dan Tanda Mata tahun 2016.

https://www.youtube.com/embed/rfWRkrhN2bA

Cinta dan Rahasia, lagu yang dinyanyikannya bareng penyanyi Yura Yunita sukses menjadi hits tahun 2014. Nyatanya, Glenn bukan hanya ahli sebagai solois, dia juga musisi pemakan segala, yang sanggup berkolaborasi dan menciptakan kejutan dengan penyanyi-penyanyi lain.

Jangan lupakan Adu Rayu, lagu kolaborasinya dengan Yovie Widianto dan Tulus, yang sekali lagi berhasil menggebrak dunia musik tanah air. Ketika diluncurkan tahun 2019, lagu ini berhasil merebut lima piala AMI Award yaitu untuk kategori Karya Produksi Terbaik, Produser Rekaman Terbaik, Penata Musik Pop Terbaik, Tim Produksi Suara Terbaik, dan Karya Produksi Kolaborasi Terbaik.

2. Kiprahnya jadi Kisah Romantis untuk semua orang

Sepucuk Obituari: Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly untuk IndonesiaGlenn Fredly dalam acara IWF 2019 (Dok. IDN Times)

Karena tak kau lihat
Terkadang Malaikat
Tak Bersayap
Tak Rupawan
Tak Cemerlang

Glenn nyatanya telah menciptakan malaikat versi dirinya sendiri. Suaranya yang merdu, sosoknya yang rendah hati dan murah senyum jelas jadi perpaduan komplit yang membuatnya banyak digemari.

Surga pastinya berbahagia, karena kedatangan suara malaikat Glenn Fredly yang kini tak lagi ada di muka bumi. Namun yang pasti, suaranya bakal selalu jadi Kisah Romantis yang membekas di ingatan.

Kiprahnya diakui dengan berbagai piala yang diterimanya:

  • Anugerah Industri Music, Malaysia kategori Album Indonesia Terbaik tahun 2000
  • AMI Award Artis Solo Pria R&B Terbaik tahun 2001
  • AMI Award Karya Produksi Urban tahun 2001
  • AMI Award Lagu Pop tahun 2004
  • AMI Award Artis Solo Pria Pop tahun 2005
  • AMI Award Karya Produksi Lagu Berbahasa Asing Terbaik tahun 2006
  • AMI Award Karya Produksi Jazz Terbaik tahun 2006
  • AMI Award Tim Produksi Suara Terbaik tahun 2006
  • AMI Award Artis Solo Wanita/Pria Urban Terbaik tahun 2013
  • Piala Maya Lagu Tema Terpilih tahun 2014

Penghargaan selama hidup yang Glenn terima memang banyak, tapi cinta Indonesia untuknya tak kalah banyaknya.

3. Cahaya dari Timur, jejak kehadiran Glenn Fredly dalam film

https://www.youtube.com/embed/bE1aovBAbGo

Tak hanya lagu rohani, patah hati, dan romantis, Glenn juga berperan dalam beberapa film layar lebar tanah air. Pria 44 tahun tersebut tercatat telah memproduseri tiga film; Cahaya dari Timur, Filosofi Kopi, dan Surat dari Praha.

Nyali Terakhir, Sabda Rindu, Menanti Arah, dan Untuk Sebuah Nama bahkan menjadi empat backsound utama di Surat dari Praha yang semuanya dinyanyikan olehnya sendiri.
Gak selesai sampai di situ, ada juga film Tanda Tanya dan Pretty Boys yang pernah dimainkan olehnya. Kehadiran Glenn dalam layar lebar seakan memberi angin segar bagi penggemar yang biasa mendengar karyanya dari aplikasi musik saja.

Baca Juga: 5 Lagu Glenn Fredly Kolaborasi dengan Penyanyi Lain yang Bikin Meleleh

4. Kami pikir Belum Saatnya, tapi ternyata Cukup Sudah

Sepucuk Obituari: Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly untuk IndonesiaGlenn Fredly dalam acara IWF 2019 (Dok. IDN Times)

Inspiratif dalam karyanya, Glenn nyatanya juga diberkati dengan kerendahan hati dan kepedulian yang tinggi. Segala kegiatan kemanusiaan telah dilakukannya semasa hidup, kepergiannya jadi pukulan berat bagi semua orang.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Glenn sempat menggalang donasi untuk membantu kelompok rentan yang terdampak wabah virus COVID-19.

"Masyarakat miskin kota dan pekerja informal adalah salah satu kelompok rentan yang sulit untuk menyambung hidup dalam situasi ini. Ini waktunya untuk kita #salingjaga menghadapi Corona," tulis Glenn Fredly di akun Instagram @glennfredly309.

Glenn bukan hanya seorang penyanyi dan musisi, tapi juga aktivis yang telah melakukan banyak kegiatan kemanusiaan. Hal ini diakui juga oleh sesama artis yang pernah mengenal sosoknya. Angga Dwimas Sasongko, Yovie Widianto, Najwa Shihab, Daniel Mananta, bahkan komedian Ernest Prakasa mengenal Glenn sebagai sosok yang peduli, berhati hangat.

5. Kepergian Glenn adalah Sedih yang Tak Berujung

Sepucuk Obituari: Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly untuk IndonesiaGlenn Fredly dalam acara IWF 2019 (Dok. IDN Times)

Berita kepergian Glenn dikonfirmasi oleh sang sahabat, Tompi, yang juga bergabung denganya dalam Trio Lestari bersama musisi Shandy Sandoro. Sungguh Sedih yang Tak Berujung, Indonesia harus kembali berduka atas perginya Glenn untuk selamanya. Putra pasangan Hengky David Latuihamallo dan Linda Mirna Siahaya tersebut menghembuskan nafas terakhir di RS. Setia Mitra Jl. Fatmawati, karena sakit meningitis yang dideritanya.
Tak ada yang pernah menyangka, bahwa Rabu, 8 April 2020 akan menjadi Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly untuk Indonesia.

https://www.youtube.com/embed/MfzsnJJRBr8

Kangen kamu
Sungguh hati bicara
Aku kangen kamu
Meski jauh

Lagu terakhir yang diciptakan Glenn, Selesai, siapa sangka jadi ungkapan hati pendengar untuknya yang telah pergi. Kami, Indonesia, pasti akan sangat merindukannya lagi dan lagi.

Terima kasih Glenn Fredly, ada atau tiada di dunia ini, suaramu akan abadi di hati kami.

Baca Juga: [BREAKING] Musisi Glenn Fredly Tutup Usia

Topic:

  • Stella Azasya
  • Indra Zakaria
  • Septi Riyani

Berita Terkini Lainnya