- Tunggu Aku Sukses Nanti - 38,7 persen (24 orang)
- Na Willa - 37,1 persen (23 orang)
- Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa - 9,7 persen (6 orang)
- Senin Harga Naik - 8,1 persen (5 orang)
- Danur: The Last Chapter - 3,2 persen (2 orang)
- Pelangi di Mars - 3,2 persen (2 orang)
Urutan Film Lebaran 2026 Paling Ditunggu Tim Redaksi IDN Times, Sesuai Pilihanmu?

- Polling internal IDN Times dengan 62 responden menempatkan film Tunggu Aku Sukses Nanti di posisi teratas film Lebaran paling ditunggu, disusul Na Willa dengan selisih tipis.
- Mayoritas responden memilih genre drama keluarga karena dianggap cocok untuk suasana Lebaran, sementara sebagian lainnya tertarik pada film ramah anak atau horor populer.
- Momen Lebaran tetap jadi periode emas bagi perfilman Indonesia, terbukti dari tren penonton tinggi dan persaingan ketat antarfilm besar setiap tahunnya.
Momen Lebaran kerap menjadi persaingan yang menarik bagi film-film Indonesia. Setelah asyik berkumpul bersama keluarga, bioskop menjadi salah satu destinasi favorit setelah silaturahmi. Gak heran, tiap tahun para sineas berharap bisa merilis film mereka di periode ini.
IDN Times mencoba merangkum preferensi pilihan film Lebaran berdasarkan polling yang diikuti 62 responden di dalam tim redaksi kami pada Selasa (17/3/2026). Hasilnya cukup menarik, ada yang sudah bisa ditebak, tapi ada juga yang di luar ekspektasi. Ada yang memilih berdasarkan posternya saja, ada yang tertarik sama genre dan trailer-nya, ada juga yang penasaran sama pemainnya. Film mana yang menempati posisi pertama sebagai film Lebaran paling ditunggu tim redaksi IDN Times?
1. Ranking film lebaran versi redaksi IDN Times

Genre drama keluarga yang hangat tampaknya masih jadi favorit untuk ditonton bareng saat Lebaran. Dari total 62 responden internal redaksi IDN Times, film Tunggu Aku Sukses Nanti jadi pilihan terbanyak dengan raihan sekitar 38,7 persen suara.
Menariknya, selisihnya tipis dengan Na Willa yang mengumpulkan sekitar 37,1 persen dan menempati posisi kedua. Ini menunjukkan preferensi responden relatif condong ke genre drama kehidupan keluarga. Berikut peringkat lengkapnya.
2. Preferensi responden fokus pada drama keluarga

Dari daftar tersebut, terlihat ada dua genre yang kerap muncul tiap Lebaran. Tiada lain adalah horor dan keluarga. Horor tetap punya basis penonton kuat, sementara film keluarga atau animasi jadi pilihan aman untuk disaksikan bersama keluarga di momen hari raya.
Pilihan responden kami pun tak lepas dari suasana Lebaran itu sendiri. Sunariyah, misalnya. Ia menjelaskan alasannya memilih Tunggu Aku Sukses Nanti. Selain memang menyukai genre drama dan komedi, ia merasa nuansanya terasa dekat dengan kebiasaan Lebaran.
“Kalau Lebaran, habis siangan gak ada kegiatan. Ya udah yuk nonton yuk gitu, sekeluarga. Sukanya genre komedi, drama keluarga lah,” kata editor kanal News ini di kantor IDN.
Di sisi lain, ada juga yang mempertimbangkan tontonan yang bisa dinikmati bersama anak-anak. Rozi, editor Science and Tech salah satunya. Ia memilih Na Willa, karena lebih ramah anak, termasuk proses produksi di balik layarnya. Fyi, sang sutradara, Ryan Adriandhy, cukup aktif membagikan cerita suasana syuting Na Willa, salah satunya tidak boleh ada asap rokok di lokasi.
“Karena punya anak dan jadi salah satu opsi film anak yang menarik. Info soal fase production yang sehat juga cukup bikin aku dan istri tertarik buat nonton," ujarnya.
Sejumlah responden lain pun menunjukkan antuasiasme mereka untuk menonton judul-judul lain dengan alasan beragam. Ada yang tertarik karena nama besar nan ikonik Suzzanna, judul yang catchy di Senin Harga Naik, fans cerita Danur, hingga penasaran sama film dengan format baru seperti Pelangi di Mars.
3. Momen Lebaran selalu jadi musim spesial untuk film Indonesia

Di Indonesia, momen Lebaran memang jadi musim panas untuk perfilman Indonesia. Kalau melihat tahun-tahun sebelumnya, banyak film besar sengaja dirilis di periode ini, karena potensi penontonnya tinggi. Di tahun 2025 lalu, Lebaran bak ladang emas bagi film Indonesia. Beberapa judul melejit sejak minggu pertama penayangannya. Misalnya, Pabrik Gula tembus lebih dari 2,5 juta penonton, disusul Jumbo sekitar 1,3 juta, dan Qodrat 2 di angka 1,2 juta penonton.
Grafik jumlah penonton film Lebaran pun menarik diikuti. Jumbo bahkan punya napas panjang hingga berhasil memecahkan berbagai rekor, termasuk jadi film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan perolehan 10.233.002 penonton sebelum dikalahkan Agak Laen: Menyala Pantiku! pada awal Januari 2026.
Persaingan film untuk rebutan layar dan penonton ini seru untuk dipantau selama beberapa minggu ke depan. Kalau kamu, sudah tahu mau nonton film apa di Lebaran nanti?


















