Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Thanos di Avengers: Endgame
Thanos di Avengers: Endgame (dok. Walt Disney Studios Motion Picture/Avengers: Endgame)

Intinya sih...

  • Kingpin tidak bisa mengendalikan emosinya sendiri

  • Dormammu terlalu percaya diri

  • Loki dikuasai oleh kecemburuan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Para villain paling kuat biasanya jauh melampaui para pahlawan dalam kekuatan, strategi, dan pengaruh. Mereka menciptakan tantangan yang berat, memaksa para pahlawan mengorbankan banyak hal hanya untuk bertahan hidup, apalagi menang. Namun, sehebat apa pun mereka, setiap villain tetap memiliki kelemahan. Dan kelemahan inilah yang menjadi celah bagi para pahlawan untuk meraih kemenangan.

Dengan memanfaatkan celah tersebut, para pahlawan bisa mengatasi musuh-musuh yang tampaknya mustahil dikalahkan. Meski terkenal kuat, ini kelemahan para Villain MCU yang berpengaruh pada kekalahan mereka.

1. Kingpin gak bisa mengendalikan emosinya sendiri

Kingpin (dok. ABC Studios/Daredevil: Born Again)

Wilson Fisk, atau Kingpin, adalah salah satu gembong kriminal paling berpengaruh di Marvel. Ia memimpin Fisk Industries, memegang kendali atas Assassins Guild, bahkan pernah menjadi anggota Hydra. Kekuatannya tidak hanya fisik, tapi juga politis. Meski hanya manusia biasa, Kingpin dikenal sangat menakutkan.

Namun, kelemahan terbesarnya justru datang dari emosinya sendiri. Fisk dikenal dingin dan penuh perhitungan, tapi semua berubah ketika ia dipengaruhi amarah atau perasaan romantis. Saat emosinya meledak, ia menjadi ceroboh dan impulsif. Meskipun amarahnya bisa membuatnya lebih kuat dalam bertarung, hal itu juga membuatnya kehilangan kendali dan membuat kesalahan yang dimanfaatkan oleh lawan-lawannya.

2. Dormammu terlalu percaya diri

Dormammu (dok. Walt Disney Studios Motion Pictures/Dr. Strange)

Dormammu adalah penguasa Dimensi Gelap, pemimpin pasukan iblis, dan penyihir gelap dengan pengalaman ribuan tahun. Ia sudah menaklukkan banyak dimensi, dan kekuatannya jauh lebih besar daripada Doctor Strange. Namun, anehnya, Strange tetap berhasil mengalahkannya berulang kali.

Kelemahan Dormammu bukan kurangnya kekuatan, tapi kesombongannya sendiri. Ia terlalu percaya diri dan meremehkan lawannya, terutama Strange. Padahal ia sudah tahu bahwa Strange menang bukan karena kekuatan, tetapi karena kecerdasan dan strategi. Keyakinan berlebihan bahwa ia bisa menang dengan brute force membuat Dormammu gagal berkembang dan terus mengulangi kesalahan yang sama.

3. Loki dikuasai oleh kecemburuan

Loki (dok. Walt Disney Studios Motion Picture/Thor: The Dark World)

Dewa Kekacauan ini telah berkonflik dengan Thor selama berabad-abad, dan dari pertarungan merekalah Avengers lahir. Loki berkali-kali menunjukkan kemampuan besar dan berhasil mengalahkan musuh-musuh kuat, tapi kemenangan total selalu terasa jauh dari jangkauan. Kelemahan terbesar Loki adalah rasa cemburu mereka sendiri.

Kecemburuan membuat Loki terus mengejar ekspektasinya, entah itu takhta Asgard atau pengakuan dari orang-orang sekitar. Saat rasa cemburu muncul, Loki sering kehilangan fokus, menjadi tidak rasional, dan melakukan kesalahan fatal di tengah pertempuran. Itulah yang membuat rencananya kerap gagal.

4. Kang terlalu yakin bahwa dirinya adalah penakluk terhebat

Kang (dok. Walt Disney Studios Motion Pictures/Ant-Man and the Wasp: Quantumania)

Kang memang terlihat dramatis, tapi keyakinannya akan dirinya sendiri membuatnya berbeda. Ia percaya takdirnya adalah menaklukkan setiap linimasa yang ada. Keyakinan ini tercermin pada segala varian Kang di berbagai timeline, dan rasa berhak itulah yang menjadi kelemahannya.

Ia akan turun langsung ke medan perang hanya demi membuktikan bahwa dirinya lebih hebat. Sayangnya, kegigihan itu sering berujung pada kekalahan. Meski sebagai penjelajah waktu ia belajar dari kekalahan masa lalu, Kang tetap kurang hati-hati dan selalu bertindak tergesa-gesa. Akibatnya, ia sering jatuh di tangan para pahlawan dari berbagai era.

5. Thanos kalah dengan dirinya sendiri

Thanos di Avengers: Endgame (dok. Walt Disney Studios Motion Picture/Avengers: Endgame)

Jumlah korban Thanos sangatlah besar. Keinginannya untuk menghancurkan kehidupan tak terbatas membuatnya jadi salah satu penjahat paling ditakuti. Thanos bahkan berhasil memiliki berbagai alat super seperti Batu Keabadian. Namun, entah bagaimana ia selalu kehilangannya sebelum mencapai tujuan akhir. Kelemahan Thanos ada di dalam dirinya sendiri.

Sejak kecil, ia merasa tak diterima oleh keluarganya dan bangsa Titan, membuatnya tumbuh dengan pikiran tidak stabil dan rasa rendah diri. Di lubuk hati, ia merasa tidak pantas mendapatkan kekuasaan atau kebahagiaan. Karena itu, ia sering menyabotase dirinya tanpa sadar yang secara tidak langsung memberi peluang kepada musuhnya untuk menang. Obsesi terhadap Kematian adalah cerminan dari sifat destruktifnya sendiri.

Meski para villain MCU memiliki kekuatan luar biasa yang sering membuat para pahlawan kewalahan, mereka tetap tidak bisa lari dari kelemahan yang melekat dalam diri mereka sendiri. Kelemahan inilah yang akhirnya membuka jalan bagi kemenangan para pahlawan, dan membuat mereka akhirnya kalah atau pun menyerah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team