7 Villain Utama Stranger Things, Siapa Paling Mengerikan?

- Villain Stranger Things berasal dari gabungan kejahatan manusia dan teror supernatural.
- Vecna dan Dr. Brenner menunjukkan bagaimana ambisi manusia memicu bencana besar.
- Mind Flayer menjadi ancaman paling mengerikan karena mengendalikan hampir semua kejahatan yang terjadi.
Stranger Things kini sudah menampilkan semua episodenya. Meski terasa berat untuk mengucapkan selamat tinggal pada serial fiksi ilmiah yang begitu dicintai ini, rasa bahagia karena telah bertumbuh bersama selama hampir sedekade tetap menjadi poin utama. Musim kelima, apalagi episode terakhirnya, memang menuai banyak pro kontra di kalangan penonton. Ada yang merasa ending-nya memuaskan, ada pula yang merasa banyak adegan terlalu dipaksakan dan terburu-buru. Meski begitu, mengetahui Vecna berhasil dikalahkan pasti membuat banyak orang puas.
Meski Vecna menjadi antagonis utama, ia bukan satu-satunya ancaman yang pernah dihadapi para karakter. Sepanjang musim Stranger Things, penonton telah diperkenalkan berbagai villain ikonik, mulai dari manusia kejam hingga monster yang benar-benar mengerikan. Beberapa di antaranya begitu menyebalkan, sementara yang lain meninggalkan trauma mendalam. Berikut adalah daftar villain utama Stranger Things. Siapa yang paling mengerikan menurutmu?
1. Grigori

Subplot Rusia pada musim ketiga menghadirkan beberapa antagonis. Namun, yang paling menonjol adalah Grigori, seorang tentara yang bekerja atas perintah Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB). Sepanjang musim, ia menjadi ancaman konstan bagi Joyce (Winona Ryder) dan Hopper (David Harbour). Hingga akhirnya, ia membunuh Alexei (Alec Utgoff), salah satu karakter paling disukai pada musim tersebut.
Meski bertanggung jawab atas kematian karakter favorit penggemar, Grigori sendiri kurang meninggalkan kesan mendalam. Ia tidak terlalu menakutkan jika dibandingkan dengan penjahat lain dalam serial ini dan lebih terasa sebagai alat dari organisasi besar, bukan sosok dengan motivasi pribadi. Karakternya cenderung generik sehingga kemenangan Hopper atas dirinya terasa dapat ditebak sejak awal.
2. Billy Hargrove

Bahkan sebelum dikuasai Mind Flayer, Billy Hargrove sudah menjadi salah satu karakter paling kejam dan menyebalkan dalam Stranger Things. Ia diperkenalkan sebagai kakak tiri Max (Sadie Sink) yang penuh amarah, kasar, dan tanpa empati. Billy meneror Max dan teman-temannya bukan karena tujuan tertentu, melainkan karena kebencian dan hasrat untuk menindas.
Billy memang menimbulkan rasa takut, tetapi bukan dengan cara yang menarik atau kompleks. Ia lebih menyerupai pengganggu yang menikmati kekuasaan atas orang yang lebih lemah. Ironisnya, ia justru mendapat akhir yang heroik pada musim ketiga, sesuatu yang dianggap banyak penonton tidak sepadan dengan tindakannya. Meski lebih berkembang dibanding karakter seperti Grigori, kedalaman Billy tetap terbatas dan sebagian besar hanya terlihat di permukaan.
3. Demogorgon

Dengan semua pengetahuan yang kini kita miliki tentang Upside Down, Demogorgon mungkin bukan lagi monster paling menakutkan dalam Stranger Things. Namun, Demogorgon tetap menjadi salah satu villain paling ikonik. Sebagai monster pertama yang diperkenalkan, Demogorgon berperan besar sebagai antagonis utama musim pertama. Demogorgon bertanggung jawab atas penculikan Will (Noah Schnapp) dan kematian Barb (Shannon Purser).
Demogorgon pertama akan selalu dikenang sebagai yang paling mengerikan meski versi-versi lainnya juga bukan ancaman sepele. Desain dan kemunculannya yang menyeramkan langsung mengingatkan pada teror awal serial, tepatnya saat Upside Down masih begitu misterius. Namun, karena mereka akhirnya hanya berfungsi sebagai alat dari kekuatan yang lebih besar, dampak Demogorgon terasa berkurang dalam gambaran besar cerita.
4. Vecna atau Henry Creel

Sebelum drama teater Stranger Things: The First Shadow dirilis dan dikonfirmasi terhubung langsung dengan Stranger Things Season 5, Vecna hampir pasti menempati posisi teratas sebagai penjahat terbaik. Pengungkapan bahwa seluruh kejadian mengerikan, mulai dari hilangnya Will, serangan monster, hingga pembantaian di laboratorium Dr. Brenner, berasal dari satu sosok, Henry Creel, menjadi salah satu twist paling brilian dalam serial ini.
Namun, The First Shadow mengungkap sisi lain Henry Creel. Ia bukanlah anak jahat sejak awal, melainkan anak normal yang tanpa sengaja terlibat dalam eksperimen Dr. Brenner dan terlempar ke Dimensi X (The Abyss), tempat ia pertama kali bertemu Mind Flayer. Henry sempat berjuang melawan pengaruh makhluk tersebut, tetapi akhirnya gagal dan berubah menjadi Vecna. Ia adalah penjahat paling tragis dan menuai simpatik dalam Stranger Things, tetapi bukan yang paling unggul. Itu karena ada sosok-sosok lain yang jauh lebih mengerikan dan menjadi penyebab utama kehancurannya.
5. Dr. Martin Brenner

Dr. Martin Brenner adalah contoh penjahat manusia terbaik dalam Stranger Things. Ia mewakili sisi paling mengerikan dari fiksi ilmiah. Ambisi dan kesombongannya mendorong ilmu pengetahuan melewati batas moral. Terobsesi dengan kisah ayahnya yang tanpa sengaja memasuki Dimensi X saat Perang Dunia II, Brenner bertekad mereplikasi peristiwa tersebut tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan. Akibat obsesinya, hidup Henry hancur dan Brenner tetap melanjutkan eksperimen tanpa rasa penyesalan.
Brenner menyekap banyak anak, termasuk Eleven (Millie Bobby Brown), dan melakukan eksperimen kejam pada mereka. Yang paling menyakitkan, ia nyaris tidak pernah benar-benar mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kematian Brenner pada musim keempat terasa antiklimaks dan terlalu ringan dibanding kejahatan yang telah ia lakukan. Namun, hingga kini, ia tetap menjadi salah satu penjahat paling kuat dan berkesan dalam Stranger Things. Ia tidak pernah dimaksudkan untuk dikasihani. Dorongannya semata-mata karena rasa ingin tahu yang gelap dan keinginan untuk menjadi luar biasa, tanpa peduli siapa pun yang harus ia sakiti atau hancurkan.
6. Dr. Kay

Dr. Kay dalam Stranger Things digambarkan sebagai tipe penjahat yang tidak selalu tampil dengan ancaman fisik, tetapi justru berbahaya karena kecerdasan dan posisinya dalam sistem. Sebagai ilmuwan yang bekerja di balik layar, ia mewakili sisi gelap sains yang kehilangan empati. Adapun, eksperimen dan data dianggap lebih penting daripada nyawa manusia. Sikapnya yang dingin, rasional, dan manipulatif membuat kejahatannya terasa lebih realistis dan menakutkan.
Sebagai villain, Dr. Kay berfungsi menunjukkan penyalahgunaan kekuasaan oleh orang dewasa terhadap anak-anak. Ia bukan sosok monster dari Upside Down, tetapi manusia biasa yang memilih untuk menutup mata terhadap penderitaan yang ia ciptakan. Kehadirannya memperkuat pesan bahwa ancaman terbesar tidak selalu datang dari makhluk supernatural, melainkan dari manusia yang dengan sadar mengorbankan moral demi ambisi dan rasa ingin tahu.
7. Mind Flayer

Masih banyak misteri yang belum sepenuhnya terungkap tentang kekuatan, jangkauan, dan asal-usul Mind Flayer. Namun, sebelum musim kelima rilis, sudah jelas bahwa makhluk inilah penjahat paling berbahaya dalam seluruh seri. Seperti yang diungkap dalam The First Shadow, Mind Flayer adalah sumber dari segalanya. Dialah yang merasuki dan mengubah Henry menjadi Vecna. Pada musim kedua dan ketiga, ia juga menguasai Will serta Billy.
Hampir semua penjahat lain dalam daftar ini telah mati atau berada di bawah kendali Mind Flayer. Pada akhirnya, dialah musuh terakhir yang harus dikalahkan dalam Stranger Things. Yang membuatnya benar-benar menakutkan bukan hanya kemampuannya membunuh, melainkan kekuatannya untuk menguasai pikiran orang lain. Dengan Will yang secara sukarela terhubung ke pikiran kolektif, risikonya untuk dirasuki kembali menjadi sangat besar. Bayangan Will mengalami nasib yang sama seperti Henry jadi salah satu kemungkinan paling menyeramkan dalam cerita ini. Namun, tidak seperti Henry, Will memiliki dukungan kuat dari orang-orang di sekitarnya.
Para villain dalam Stranger Things tersebut menunjukkan bahwa ancaman terbesar tidak selalu datang dari satu sumber, melainkan dari perpaduan kegelapan manusia dan teror supernatural. Dari ilmuwan tanpa nurani hingga makhluk mengerikan dari Upside Down, setiap penjahat berkontribusi membentuk dunia Hawkins yang penuh bahaya dan tragedi. Pada akhirnya, para villain inilah yang menguji keberanian, persahabatan, dan kemanusiaan para tokohnya hingga batas terakhir.


















