Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Walau Gak Jago Musik, Bene Dion Bikin Viky Sianipar Revisi Aransemen
tim produksi film musikal Pulang Kampung pada Rabu (7/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
  • Bene Dion, sutradara film musikal Pulang Kampung, beberapa kali meminta Viky Sianipar merevisi aransemen agar emosi adegan sesuai, termasuk nuansa haru yang tetap ceria.
  • Viky mengaku kewalahan karena harus menyusun lagu dari skenario dan deskripsi musikal minim sebelum seluruh pemain ditentukan, lalu mendistribusikannya ke artis, koreografer, serta tim produksi.
  • Musik Pulang Kampung mengaransemen ulang delapan lagu lama dan menghadirkan satu lagu baru, dengan rekaman instrumen tradisional di Medan yang menonjolkan akar Batak Toba serta subetnis lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bene Dion akan segera merilis film musikal Pulang Kampung yang menggaet Viky Sianipar sebagai penata musik. Menariknya, ia bukan orang yang dikenal jago bermusik. Namun, saat menggarap film musikal tersebut, ia justru punya gambaran yang cukup detail tentang bagaimana musik harus mengiringi setiap adegan.

Hal tersebut beberapa kali membuat Viky Sianipar harus kembali merevisi aransemen lagu yang sudah dibuatnya. Wah, bagaimana proses Bene Dion mengarahkan Viky Sianipar di bidang musik? Simak kisah lengkapnya di bawah ini!

1. Bene Dion sempat minta Viky Sianipar revisi lagu

Bene Dion Rajagukguk pada konferensi pers trailer film Pulang Kampung pada Rabu (7/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Proses menggabungkan musik dengan cerita menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam penggarapan Pulang Kampung. Bene sebagai sutradara memiliki bayangan tentang emosi yang ingin disampaikan dalam sebuah adegan, sementara Viky bertugas menerjemahkannya ke dalam musik. Karena itu, keduanya beberapa kali berdiskusi ketika aransemen yang dibuat belum sesuai dengan bayangan Bene.

“Di skenario yang aku maksud memang adegan-adegan yang mengharukan. Tapi dalam konteks ceria, mengharukan yang ceria gitu. Tapi misalnya Bang Viky membuatnya terlalu sedih. Akhirnya kita diskusi lagi, 'Bang yang aku maksudkan disini ini ada momen sedihnya.' Tapi dia sedih dalam terharu. Bukan sedih yang menangis gitu. Jadi akhirnya ada diskusi itu setiap lagu. Dan itu kadang-kadang membuat prosesnya lama. Tapi ada juga lagu yang kita cepet banget,” ujar Bene dalam sesi doorstop media pada Kamis (8/10/2026).

2. Kesulitan Viky Sianipar dalam mengaransemen ulang musik untuk Pulang Kampung

tim produksi film musikal Pulang Kampung pada Rabu (7/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Tantangan tersebut tidak hanya datang dari proses revisi. Viky juga harus mengerjakan aransemen ketika para pemain Pulang Kampung bahkan belum semuanya ditentukan. Ia harus membuat musik berdasarkan skenario dan gambaran cerita yang diberikan Bene tanpa bisa terlebih dahulu menyesuaikannya dengan karakter suara para pemain. Padahal, lagunya akan menjadi awal mula produksi untuk dikirim ke berbagai divisi.

“Jujur kewalahan itu tuh sih ya Ini rumit ya minta ampun, karena pengalaman pertama. Jadi sebelum syuting ini kan Aku mesti bikin dulu sebenernya lagu ini Yang tanpa arahan. Dan bagaimana, ya, Istilah-istilah musik sama dia (Bene) gak nyambung," ujar Viky sambil tertawa.

Ia melanjutkan, “Terus aku mesti bikin Cuma merasakan skrip. Deskripsi musikalnya juga sangat minim, sehingga aku mesti mengkhayal bikin film sendiri dulu di kepala, karena lagu ini kan akan langsung didistribusikan ke artisnya, ke koreografer, Ke tim produksinya."

3. Viky Sianipar merekam lagu untuk Pulang Kampung di Medan

tim produksi film musikal Pulang Kampung pada Rabu (7/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Di balik proses kreatif yang cukup panjang tersebut, Viky juga memastikan musik Pulang Kampung tetap punya akar yang kuat pada musik Batak. Gak main-main, proses rekaman juga dilakukan dengan melibatkan instrumen tradisional secara langsung di Medan. Adapun total ada delapan lagu lama yang diaransemen ulang dan satu lagu baru.

“Semuanya lengkap sih. Karena pada dasarnya 80% ini Batak Toba, ya. Tapi ada medley itu yang mau nunjukin sub-etnis ada Etnis Karo, Mandailing, Simalungun, Fakfak, gitu yang masing-masing itu menggunakan instrumen tradisional atau komplit rekaman di Medan,” ujar Viky Sianipar.

Ernest Prakasa selaku produser lalu menegaskan, "Gak hipdut, ya."

Penasaran bagaimana hasil arahan Bene Dion ke musisi Batak legendaris Viky Sianipar? Kamu bisa menyaksikannya di film Pulang Kampung yang tayang pada 26 November 2026.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article