Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Deddy Mizwar Setuju PPT Jilid 16 Paling Ikonik, Risetnya Totalitas
potret Deddy Mizwar (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • Deddy Mizwar menilai Para Pencari Tuhan Jilid 16 paling ikonik karena berhasil menggambarkan pemberontakan nilai sosial dan menyentuh sisi kemanusiaan lewat pesan agama yang universal.
  • Penulis naskah Amiruddin Olland mengungkapkan riset untuk jilid 16 dilakukan secara total, termasuk turun langsung ke komunitas punk dan pesantren khusus anak punk di Tangerang.
  • Deddy sempat ingin melibatkan anak punk asli dalam syuting, namun batal karena mereka sudah tobat dan berubah menjadi pribadi lebih tenang setelah mengenal nilai-nilai agama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gak terasa, sinetron Para Pencari Tuhan sudah hampir dua dekade menemani perjalanan Ramadan masyarakat Indonesia. Sejak jilid ke-11 yang tayang pada 2017 lalu, sinetron ini konsisten menghadirkan ide cerita yang terinspirasi dari isu maupun fenomena yang terjadi di masyarakat.

Gak bisa dimungkiri, setiap isu yang dihadirkan pun selalu memiliki cerita dan kesan tersendiri. Namun belakangan, netizen di media sosial ramai menyebut Para Pencari Tuhan Jilid 16, yang mengangkat kisah empat sekawan anak punk, sebagai musim yang paling ikonik. Ternyata, Deddy Mizwar yang akrab disapa Pak Haji juga setuju dengan pendapat netizen, lho.

Bahkan, awalnya ia berencana mengajak anak punk asli untuk ikut syuting. Namun, rencana tersebut urung terwujud, karena anak punk yang ditemuinya keburu tobat dan susah untuk masuk ke karakternya lagi.

1. Deddy Mizwar setuju Para Pencari Tuhan Jilid 16 paling ikonik

potret Deddy Mizwar (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Sebagai kreator sekaligus pemain sinetron Para Pencari Tuhan, Deddy Mizwar mengaku setuju jika cerita di jilid 16 dianggap sebagai yang paling ikonik. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pak Haji dalam wawancara eksklusif bersama IDN Times, Selasa (23/2/2026) di kantor production house-nya yang berlokasi di kawasan Jakarta Timur.

Menurutnya, musim tersebut menjadi sangat menarik untuk diikuti, karena menampilkan pemberontakan sebagai bentuk kritik terhadap berbagai sistem sosial yang selama ini dianggap normal dan tidak pernah dipertanyakan.

“Ya. Saya melihat ada satu pemberontakan terhadap nilai-nilai. Mungkin kan bisa menghajar macem-macem. Ada DPR (Di bawah Pohon Rindang) segala macem, karena ada sikap pemberontakan terhadap nilai-nilai kemapanan yang ada di masyarakat dengan menciptakan nilai yang baru di komunitas,” kata Deddy Mizwar dengan nada yang santai.

Ia menilai, konflik-konflik yang ditampilkan pada musim tersebut berhasil menggambarkan realitas sosial. Karena menurutnya, alih-alih nilai pendidikan, anak-anak punk lebih muda tersentuh dengan nilai-nilai agama yang universal.

“Agama bisa tembus ke mana-mana. Kepada komunitas mana pun bisa tembus. Gak ada nilai-nilai pendidikan, susah masuk ke mereka, kecuali pada nilai agama. Karena manusia kan cenderung berbuat baik. Tinggal bagaimana menyentuhnya saja. Sebenarnya, fitrahnya memang manusia itu baik,” lanjutnya dengan mata-mata yang berkaca-kaca.

2. Penulis naskah sebut riset Para Pencari Tuhan Jilid 16 jadi salah satu yang paling totalitas

potret Amiruddin Olland, penulis naskah Para Pencari Tuhan Jilid 19 (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Amiruddin Olland, penulis naskah sinetron Para Pencari Tuhan yang turut hadir dalam sesi wawancara ini, mengungkapkan bahwa proses riset untuk pengembangan ide cerita Para Pencari Tuhan Jilid 16 menjadi salah satu yang dilakukan dengan sangat totalitas.

Ia, Deddy Mizwar, dan tim sampai terjun langsung ke berbagai komunitas anak punk, termasuk juga berkunjung ke salah satu pesantren khusus anak punk yang berlokasi di Tangerang.

“Itu riset-risetnya gila juga, karena kita riset ke berbagai macam komunitas punk, termasuk salah satunya itu pesantren yang di Tangerang itu, yang pesantren khusus anak punk,” kata Amiruddin Olland yang duduk di hadapan saya.

Sebelumnya, Amiruddin juga berbagi insight-nya terkait isu-isu sosial yang diangkat dalam sinetron Para Pencari Tuhan. Ia menegaskan bahwa yang menjadi pertimbangan utama sebenarnya bukan hanya relevansinya dalam kehidupan sosial masyarakat saja, tetapi juga bagaimana isu tersebut bisa ditinjau dari perspektif religius.

“Karena berdasarkan dari cerita, PPT itu religi. Bagaimana solusi-solusi agama mencoba untuk diaplikasikan ke dalam sosial, ke dalam cerita bahwa kita meyakini agama Islam itu agama yang sempurna. Sesempurna apa? Kita coba uji. Ketika kita melihat fenomena sosial, apakah agama itu punya solusi? Di situ kita mencoba untuk salah satunya menjawab tantangan itu,” ungkapnya.

3. Awalnya mau ajak anak punk asli untuk syuting, tapi batal karena keburu tobat duluan

potret Deddy Mizwar (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Gak sampai di situ saja, setelah bertemu dan berinteraksi langsung dengan anak-anak punk, Deddy Mizwar sempat berencana untuk melibatkan mereka dalam produksi. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena anak-anak punk yang ditemuinya itu keburu tobat setelah mengenal agama.

Sambil tersenyum tipis mengenang momen risetnya, Pak Haji menceritakan bahwa saat itu, anak-anak punk tersebut memperlihatkan sikap yang lebih tenang dan ramah. Perubahan karakter tersebut lah yang membuat ia dan timnya jadi kesulitan untuk menemukan sosok anak punk yang masih menampilkan kesan sangar sesuai kebutuhan cerita.

“Tadinya saya mau ambil dari anak punk beneran. Tapi setelah mereka kenal agama, mereka lebih banyak senyum hidupnya. Jadi susah gue ambil dari anak punk beneran. Setelah kita mendapatkan anak punk yang udah insaf, dia susah memainkan tokoh punk yang liar,” kata Deddy Mizwar.

Berdasarkan pengalaman nyata yang ia alami tersebut, Deddy Mizwar pun mengungkapkan rasa kagumnya atas nilai-nilai agama yang bisa menyentuh hati anak-anak punk untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Anak punk luruh dengan nilai agama. Menjadi orang yang lebih baik daripada orang biasa yang kenal agama dari kecil. Bagaimana dia hati yang begitu keras, begitu menolak nilai-nilai, kemudian tembus dengan nilai-nilai keilahian. Karena dalam dirinya memiliki nilai itu. Dia juga mencari Tuhan.”

Para Pencari Tuhan Jilid 16 sendiri tayang pada 2023, dengan fokus ceritanya mengikuti kisah empat sekawan anak punk bernama King, Cupi, Gembel, dan Dobleh yang berusaha menemukan jati diri mereka melalui ajaran Islam.

Editorial Team