Awal 1990-an, Rusia dikejutkan terbongkarnya pembunuhan berantai dengan 52 korban. Julukan pembunuh berantai paling kejam pun langsung melekat pada Andrei Chikatilo, pria yang menghabiskan waktu 12 tahun untuk merenggut nyawa para korban. Tapi, julukan yang sudah melekat lebih dari satu dekade itu gugur seiring tersingkapnya pembunuhan berantai di Bittsa Park baru-baru ini. Adalah Alexander Pichushkin, pria 33 tahun yang melengserkan Chikatilo dari 'puncak tangga' pembunuh terkejam di Rusia.
Jika dilihat dari penampilan dan pembawaannya yang tenang, hampir tidak ada kesan bahwa Pichushkin adalah seorang pembunuh. Namun, kata-kata yang meluncur dari mulut mantan pegawai supermarket itu, tampaknya, cukup bisa mewakili kegilaannya. 'Bagi saya, hidup tanpa membunuh sama dengan hidup tanpa makan bagi Anda semua,' ungkapnya dalam pra-hearing kemarin.