Unsplash.com/Lalitphat Phunchuang
Pada saat memasuki perayaan Imlek, kita akan melihat banyak dekorasi dan pernak-pernik yang mayoritas berwarna merah, kuning, atau emas. Mulai dari lampion, lampu, baju, amplop angpau, dan lain sebagainya pasti identik dengan ketiga warna tersebut. Biasanya, warna merah tetap menjadi warna yang paling dominan di antara warna-warna lainnya.
Mengapa Imlek identik dengan warna merah, kuning, dan emas? Menurut laman Nations Online, orang-orang zaman Tiongkok kuno percaya dengan elemen pada warna-warna dasar. Nah, dalam setiap elemen yang ada pada tiap-tiap warna, diyakini memiliki karakter kuat yang akan menggambarkan dari warna-warna tersebut.
Bagi orang-orang Tiongkok, sejak zaman dulu warna merah diidentikkan dengan warna perayaan, kebahagiaan, kesuksesan, dan keberuntungan. Sedangkan, warna emas diidentikkan dengan kemakmuran dan kesejahteraan. Kalau warna kuning, secara umum digambarkan sebagai representasi kesehatan, empati, dan kebaikan hati.
Dengan adanya warna merah, kuning, dan emas dalam perayaan Imlek, orang-orang yang merayakan berharap bahwa di tahun selanjutnya ada kesuksesan, kebahagiaan, kesehatan, dan kebaikan terjadi dalam kehidupan mereka. Sebetulnya hal ini mirip dengan perayaan tahun baru lain pada umumnya, di mana ada banyak orang yang mengharapkan sesuatu yang lebih baik di tahun-tahun selanjutnya.