Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Sejarah Perlombaan 17 Agustus dan Makna di Baliknya
ilustrasi bendera Indonesia (unsplash.com/Mufid Majnun)
  • Tradisi lomba 17 Agustus lahir dari antusiasme masyarakat untuk merayakan perjuangan kemerdekaan secara menyenangkan, dengan tiap permainan membawa sejarah dan makna tersendiri.
  • Lomba makan kerupuk mencerminkan sulitnya ekonomi era 1930–1940-an serta kesederhanaan, sementara panjat pinang berawal dari hiburan kolonial dan kini menyimbolkan perjuangan meraih kemerdekaan.
  • Tarik tambang mengenang kerja paksa dan menekankan solidaritas; balap karung menggambarkan kesederhanaan berpakaian masa penjajahan; bakiak mengajarkan kekompakan serta gotong royong.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Setiap 17 Agustus, orang Indonesia bermain lomba untuk merayakan kemerdekaan. Ada makan kerupuk, panjat pinang, tarik tambang, balap karung, dan bakiak. Lomba-lomba ini mengingat masa susah saat penjajahan. Panjat pinang dan bakiak mengajarkan kerja sama. Sekarang banyak daerah masih bermain lomba ini dengan gembira.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tanggal 17 Agustus menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Melihat dari sejarahnya, maka tak heran jika setiap tanggal 17 Agustus wajib bagi setiap daerah di Indonesia untuk ikut memeriahkannya. Jeje Rizal, seorang sejarahwan dan Budayawan menyebutkan bahwa tradisi ini muncul karena tingginya antusiasme masyarakat yang ingin memeriahkan perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan cara yang menyenangkan.

Tapi kamu tahu gak sih kalau ternyata setiap perlombaan yang ada di acara 17 Agustus mempunyai sejarah dan maknanya masing-masing? Berikut beberapa sejarah perlombaan yang ada di acara 17-an lengkap dengan maknanya.

1. Lomba makan kerupuk

lomba makan kerupuk (instagram.com/susi_pudjiastuti__)

Lomba makan kerupuk menjadi salah satu cabang lomba yang ikonik dan wajib ada di acara 17 Agustus. Lomba makan kerupuk dimainkan dengan cara yang sederhana namun tetap memberikan kesan seru. Satu buah kerupuk akan digantung pada seutas tali, kemudian peserta harus memakannya tanpa boleh menggunakan tangan. Peserta yang menghabiskannya lebih dulu maka dialah pemenangnya.

Lomba ini mencerminkan keadaan ekonomi masyarakat Indonesia pada saat itu yang masih terbilang sulit. Sejak tahun 1930 sampai 1940-an, kerupuk ini menjadi salah satu makanan pelengkap di Indonesia. Lomba kerupuk juga menyimbolkan kesederhanaan. Disebut begitu karena kerupuk adalah makanan yang murah dan mudah didapat.

2. Lomba panjat pinang

lomba panjat pinang (instagram.com/alfamidi_medan)

Dulunya lomba dijadikan ajang hiburan dan bahan tertawaan kaum kolonial Belanda, lho. Pada saat mereka memperebutkan hadiah, bangsa Belanda yang menonton menjadikannya bahan tertawaan.

Untuk mengenangnya, masyarakat Indonesia membuat lomba ini menjadi semakin seru. Lomba yang dilakukan secara tim ini harus bergotong royong untuk mencapai puncak guna mendapat hadiah yang sudah tersedia di sana. Lomba ini menyimbolkan perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.

3. Tarik tambang

ilustrasi tarik tambang (unsplash.com/CELVIN ZAKY)

Sama halnya dengan panjat pinang, lomba tarik tambang juga dilakukan secara tim. Kedua tim akan saling tarik menarik tali tambang. Tim yang tumbang dan tertarik maka akan dinyatakan kalah. Selain memerlukan kerja sama, lomba ini juga memerlukan kekuatan yang besar.

Lomba tarik tambang ini diadakan untuk mengenang masa penjajahan dulu. Mereka dipaksa untuk bekerja keras tanpa dibayar. Lomba ini juga memiliki makna gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan.

4. Lomba balap karung

lomba balap karung (instagram.com/bpthwilayah1)

Lomba balap karung adalah lomba yang dimana para peserta harus masuk ke dalam karung dan melompat-lompat sampai berada di garis finis. Biasanya karung yang digunakan pada lomba ini adalha karung bekas yang berupa karung goni berwarna cokelat.

Sejarah dari lomba ini yaitu kesederhanaan bangsa Indonesia dalam berpakaian. Di zaman penjajahan, masyarakat Indonesia mengenakan pakaian yang serba sederhana. Uniknya, ternyata lomba ini sudah diadakan oleh misionaris Belanda untuk instansi-instansi bentukannya.

5. Lomba bakiak

ilustrasi lomba bakiak (unsplash.com/Alfian Dimas)

Cabang lomba bakiak adalah salah satu lomba yang dilakukan secara tim. Oleh karena itu perlu adanya kerja sama dan kekompakan dalam memainkannya. Bakiak itu sendiri merupakan sandal yang terbuat dari kayu dan berukuran panjang, biasanya satu bakiak bisa diisi oleh dua orang atau lebih.

Seperti cara mainnya, perlombaan ini merupakan gambaran dari perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Dari perlombaan ini didapatkan sebuah pelajaran jika ingin berhasil maka harus bersama-sama melakukan gotong royong.

Demikianlah sekilas sejarah dari beberapa perlombaan di 17 Agustusan. Hal ini tentunya sangat menarik dan jangan sampai musnah ya. Tetap junjung tinggi nama baik bangsa dengan terus memaknai kemerdekaannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Editorini ume

Related Article