Musik Alarm Pagi di Korea Utara Ini Memilukan, Dengerin deh!

Beredar video yang diunggah seorang jurnalis CNN bernama Will Ripley yang sedang mengunjungi Korea Utara. Saat menginap di hotel, pagi harinya ia mendengar suara musik, yang dikabarkan menjadi alarm pagi bagi warga Pyongyang, Korea Utara.
Alarm ini kabarnya dibunyikan untuk memberikan semangat. Namun musik dari alarm itu malah terdengar memilukan. Coba dengarkan saja di bawah ini.
Dalam akun Twitternya, Will Ripley membagikan video yang berisi bunyi alarm yang terdengar jelas

Will menunjukkan dari kamar hotelnya, tepat pukul 6.00 pagi di Pyongyang, Korea Utara, adalah waktunya musik revolusioner itu diputar.
Saat itu, ia juga merekam suasana Pyongyang dari jendela kamar hotel. Tampak suasana Ibukota Korea Utara yang sepi, sunyi, ditambah musik mendayu-dayu, Lebih tepatnya dikatakan menyeramkan dan membawa kesan duka cita.
Reaksi netizen atas video unggahan musik pagi Korut

Ratusan netizen me-retweet dan menyukai video tersebut. Banyak juga reaksi netizen yang mengatakan bahwa musik tersebut menandakan depresi dan menyeramkan, hingga membandingkan dengan genre musik lain maupun soundtrack film.
Lagu itu berjudul "Di Mana Engkau Jenderal Tersayang"

Menurut laporan The Sun yang dilansir Kumparan.com, lagu itu berjudul "Di Mana Engkau, Jenderal Tersayang". Associated Press (AP) dalam tulisannya tahun 2015 sempat mengulas lagu tersebut dilantunkan keras-keras setiap pagi untuk memberikan semangat bagi orang-orang yang akan berangkat bekerja.
Isi lagu itu kebanyakan berisi propaganda sanjungan rezim Kim Jong Un yang telah dianggap sebagai manusia setengah dewa.
Musik pagi di depan stasium Pyongyang
Propaganda juga dilancarkan para tentara dan polisi di jalanan pada pagi hari. Wanita-wanita tentara kerap menari dan menyanyi, mengibarkan bendera Korut diiringi lagu-lagu patriotik di depan stasiun bawah tanah yang ramai penumpang.
Dalam beberapa kesempatan, kelompok paduan suara dan marching band pelajar turut serta menyemarakkan musik-musik propaganda itu. Di lain waktu, sebuah mobil van kecil berkeliling kota dengan speaker besar di atapnya, melantunkan lagu-lagu penyemangat.



















